Daftar Isi
ToggleTuna wicara adalah salah satu gangguan yang bisa terjadi sejak lahir atau muncul dalam kondisi tertentu. Tentunya memiliki sederet latar belakang akan memicunya muncul dan pada akhirnya dapat mengganggu proses komunikasi sehari hari.
Seperti diketahui komunikasi merupakan kunci dimiliki manusia dengan kecerdasannya untuk mengungkapkan apa diinginkan. Namun, terdapat kondisi yang akan membatasi kemampuan komunikasi atau bahkan hingga hilang kemampuan berbicaranya.

Riwayat Kecelakaan Memicu Trauma Otak Akibatkan Tuna Wicara
Berbicara adalah hal sangat penting dan anugerah bagi setiap manusia di kehidupannya. Ketika kemampuan ini diambil tentu menjadi sebuah kekurangan sendiri akan mempersulit proses komunikasi.
Namun, perlu Anda ketahui bahwa terdapat berbagai hal melatarbelakangi kondisi ini. Di antaranya paling dasar berasal dari keturunan genetik keluarga. Kekurangan saat lahir memang secara takdir Tuhan, hingga ada berbagai faktor lain dari mulai di dalam kandungan.
Hingga mungkin yang sering terjadi diakibatkan oleh riwayat kecelakaan. Di mana dapat memicu munculnya tuna wicara karena terdapat beberapa hal membuatnya ada. Karena biasanya terjadi sebuah benturan keras hingga mengenai saraf sangat penting.
Sehingga memang ini adalah salah satu faktor eksternal patut diwaspadai mau itu kecelakaan kecil atau besar. Semuanya sama-sama memiliki risiko tinggi terkena gangguan dalam wicaranya. Karena anggota tubuh utama paling berbahaya ada di area kepala tempat kumpulnya saraf-saraf.
Baca juga artikel: Rekomendasi Jasa Terapi Wicara Trauma Otak dan Tujuannya
Riwayat Kecelakaan Mampu Sebabkan Tuna Wicara
Selain faktor memang berasal dari bawaan lahir atau genetik orang tua terdapat faktor luar. Yang mampu menimpa siapa saja baik itu muda maupun tua yang mengalami benturan hebat di area kepala. Biasanya akan disebabkan oleh riwayat mengalami kecelakaan cukup parah.
Sehingga membuat organ dalam khususnya bagian saraf otak menghubungkan segala hal baik dari motorik atau sensorik berkumpul. Akan sangat rawan terjadi kehilangan suara untuk berbicara karena hal tersebut.
1. Biasanya Menimpa Orang Dewasa
Gangguan tuna wicara memang lebih sering menimpa usia muda atau anak-anak tetapi bukan berarti orang dewasa tidak bisa kena. Nyatanya memang risiko lebih kecil terjadi jika hal-hal memicu pemaksaan kerusakan terjadi membuat terhambatnya berbicara.
Mampu menimpa dewasa biasanya akan menimpa di bagian otak lebih spesifiknya pada area Broca dan Wernicke. Ketika di posisi mengalami benturan cukup keras saat terjadinya kecelakaan hingga membuat terjadinya pendarahan otak.
Hal ini mengakibatkan trauma otak yang berkepanjangan dan kerusakan pada area hingga sebabkan kerusakan pada komunikasi. Tidak hanya secara teknikal dapat terkena tetapi juga dalam berbahasa akan menurun tubuh orang dewasa.
2. Berat Ringannya Trauma Kepala
Pelaksanaannya trauma kepala diakibatkan oleh kecelakaan terjadi terbagi ke dalam dua jenis. Yaitu salah satunya adalah jenis ringan, di mana bisa dikatakan demikian ini didasarkan oleh Glasgow Coma Scale (GCS) atau dilihat tingkat kesadaran mampu memicu tuna wicara.
Ketika seseorang akan mengalami tingkat kesadaran sedikit menurun namun, masih bisa membuka mata. Sedangkan pada trauma kepala berat sendiri adalah kondisi di mana seseorang telah mengalami kehilangan kesadaran selama lebih dari 24 jam.
Penurunan kesadaran ini dapat menyebabkan keberlanjutan kerusakan di dalam otak. Mengenai saraf-saraf yang seharusnya mampu menyusun kemampuan berbicara hingga akhirnya membuat kemampuan bicara menurun.
3. Gejala-Gejala Dialami
Untuk mengetahui apa dialami termasuk trauma kepala ringan atau berat dapat juga diidentifikasi dari gejala yang muncul. Diantaranya jika mengalami pusing, mual, kebingungan, telinga berdengung, pandangan kabur, hingga amnesia tidak lama ini menunjukkan trauma kepala ringan.
Sedangkan jika mengalami gejala keluar darah atau cairan melalui telinga, panca indra terganggu dengan ditunjukkan penglihatan kabur,kesulitan saat ingin berbicara. Hilang kesadaran tentu menjadi hal yang berbahaya mampu membuat seseorang mengalami tuna wicara (bisu).

4. Komplikasi yang Bisa Muncul
Dalam kondisi demikian tentu sangat berisiko tinggi akan terkena gejala atau komplikasi penyakit lain. Jadi, tidak hanya berpusat pada sakit di area kepala terkena benturan saat kecelakaan.
Karena terdapat risiko berat yang bisa menimpa siapa saja dan menghilangkan sederet fungsi tubuh. Seperti gangguan pada ingatan atau amnesia, gangguan pendengaran dan penglihatan, mental, bahkan paling menjadi mimpi buruk gangguan berbicara.
Hingga membuat penderita kesulitan untuk mengungkapkan pikirannya secara jelas. Lantaran sudah mengalami kerusakan. Pengungkapan perasaan tau pikiran yang dimaksud disini adalah ketika akan memakai kata-kata atau kondisi terburuk benar-benar alami.
Terjadi Tuna Wicara Ditunjukkan dari Hal Berikut Akibat Trauma Kepala
Kehilangan kemampuan mengkomunikasikan apa diinginkan menggunakan kata-kata adalah komplikasi yang sangat mungkin didapatkan dari riwayat kecelakaan. Karena kondisinya sudah cukup parah membuatnya berpotensi bisu seumur hidup jika tidak ditangani segera.
Untuk memberikan intervensi kepada penderita telah mengalami trauma kepala. Terdapat beberapa gejala klinis yang akan muncul menjadi tanda dini bahwa Anda terkena kehilangan kemampuan berbicara.
1. Otot Mulut Terasa Berat
Dari sekian gejala ini adalah salah satu paling terlihat dan terasa pada penderita riwayat kecelakaan. Jika tanda ini muncul maka adalah peringatan bahwa otot mulut sudah mulai melemah ditandai dengan kesulitan menata mulut atau lidah saat akan mengungkapkan kata-kata.
Sehingga apa yang ingin diungkapkan menjadi terhambat karena melemahnya otot di area tersebut. Sehingga antara mulut dan lidah akan berucap menjadi kesulitan mengatur posisi tepat atau bahkan membutuhkan usaha ekstra disini.
2. Menelan Terasa Sulit
Gejala klinis lain dapat mengisyaratkan tuna wicara adalah kesulitan menelan terus menerus. Ini tanda sangat jarang disadari orang lantaran banyak mengira hanya kesulitan menelan biasa. Namun, ternyata Anda justru harus tetap hati-hati apalagi jika memiliki riwayat kecelakaan.
Karena bisa jadi ini adalah merupakan salah satu bentuk komplikasi cidera otak dialami. Menelan terasa sulit akan mempengaruhi kerongkongan dan tenggorokan atau ada masalah serius disana.
3. Suara Serak Tidak Jelas
Saat ingin mengucapkan kata atau kalimat suara terdengar terlalu serak hingga sulit didengar. Di mana terkadang membuat suara terlalu pelan atau terlalu keras. Tidak bisa mengontrol membuat gejala klinis mengarah ke bisu.
Baca juga artikel: Cara Berkomunikasi dengan Tuna Wicara Bersama Terapis
Cara Mengatasi Tuna Wicara dengan Tepat dan Benar
Untuk kondisi cukup berat kehilangan kemampuan komunikasi verbal tentu diperlukan tenaga ahli. Wicaraku menawarkan sederet kemudahan bagi Anda tidak perlu jauh-jauh mengunjungi lokasi pengobatan hanya perlu konsultasi dengan kami.
Karena disini Kami akan senantiasa ada untuk membantu menyembuhkan kondisi semacam ini dengan terapi wicara akibat trauma kepala dari riwayat kecelakaan. Yang nantinya menggunakan beberapa metode profesional mengembalikan kemampuan bicara.
Seperti metode auditory oral akan menggunakan alat bantu bunyi untuk merangsang pengucapan kata-kata. Selain itu, juga ada menggunakan metode gerakan bibir hingga bahasa isyarat untuk para penderita yang sebelumnya kondisi normal namun, mendadak harus kehilangan kemampuannya.
Sehingga dalam penanganannya tidak bisa diatasi sendiri sepenuhnya. Anda memerlukan Wicaraku sebagai solusi paling tepat membantu kondisi tuna wicara disebabkan oleh riwayat kecelakaan sebabkan trauma kepala. Segera hubungi kami di nomor +62 895-4151-54575.
Referensi penulisan:
Halodoc. “Ketahui Perbedaan Trauma Kepala Berat dan Trauma Kepala Ringan”, https://www.halodoc.com/artikel/ketahui-perbedaan-trauma-kepala-berat-dan-trauma-kepala-ringan, diakses pada 13 Desember 2024.
Alodokter. “Hubungan antara tuna wicara dan tuna rungu”, https://alodokter.com/komunitas/topic/korelasi-antara-tuna-wicara-dan-tuna-rungu, diakses pada 13 Desember 2024.
Alodokter. “Apakah kecelakaan dapat menyebabkan tuna wicara?”, https://www.alodokter.com/komunitas/topic/penyebab-tunawicara, diakses pada 13 Desember 2024.
Halodoc. “Benturan di Kepala Bisa Sebabkan Gangguan Pendengaran”, https://www.halodoc.com/artikel/benturan-di-kepala-bisa-sebabkan-gangguan-pendengaran?srsltid=AfmBOorkTbi3lw8N8UcP-nG-tlkDuj3vjtfsPMfB_KbOiqpGOxclw7HT, diakses pada 13 Desember 2024.












