Disfagia, Kenali Bagaimana Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasinya Dengan Baik

Wicaraku Writer

December 28, 2023

Wicaraku

Wicaraku Writer

December 28, 2023

Wicaraku

Bagikan Artikel

Disfagia, Kenali Bagaimana Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasinya Dengan Baik

 

Ada salah satu kondisi gangguan tertentu yang membuat seseorang mengalami sulit menelan. Kondisi ini dinamakan sebagai disfagia. Biasanya gangguan sulit menelan diakibatkan oleh penyakit tertentu dengan kondisi yang bisa dibilang cukup serius, karenanya penderitanya harus memeriksakan diri segera ke dokter.

Apa Itu Penyakit Disfagia?

Apa itu penyakit disfagia? Jadi dapat disimpulkan bahwa disfagia merupakan salah satu istilah medis untuk mendeskripsikan kondisi sulit menelan pada seseorang. Biasanya kondisi tersebut terjadi ketika tubuh membutuhkan waktu lebih banyak sekaligus membutuhkan usaha memindahkan cairan atau makanan ke lambung dari mulut. 

Kerongkongan merupakan saluran berotot sebagai penyambung antara faring atau tenggorokan dengan organ lambung. Biasanya kerongkongan mempunyai panjang mencapai 20 cm, serta dilapisi oleh jaringan lembab merah muda dan dinamakan sebagai mukosa.

Letak dari kerongkongan sendiri berada di belakang jantung dan trakea, serta di depan bagian tulang belakang.

Kondisi disfagia sendiri merupakan pertanda adanya masalah pada kerongkongan atau tenggorokan ketika anda terlalu cepat makan atau tidak dapat mengunyah makanan. Sebenarnya, kondisi ini tidak mengkhawatirkan. Tapi jika berkepanjangan bisa mengindikasikan kondisi Kesehatan yang serius.

Penyebab Disfagia

Penyebab disfagia itu sendiri dapat terjadi kepada siapapun, dari usia muda sampai usia tua. Pengidap kondisi sulit menelan ini umumnya dikarenakan beberapa faktor, ini ulasannya :

  • Faktor Bawaan

Kondisi bawaan lahir sebenarnya merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya disfagia. Misalnya saja karena cerebral palsy, bibir sumbing atau gangguan belajar. Biasanya kondisi kongenital ini lebih sering dialami pada usia anak-anak yang ditandai oleh sulitnya belajar.

  • Faktor Usia

Di beberapa kasus, kondisi gangguan menelan juga sangat erat kaitannya dengan penuaan. Hal ini dikarenakan semakin bertambahnya usia seseorang dan semakin tua, maka otot yang digunakan untuk menelan sekalipun akan semakin lemah. Inilah alasan kenapa orang-orang di atas usia 50 tahun dengan persentase 8-10% kemungkinan menderita gangguan ini. 

  • Komplikasi Cedera

Penyebab disfagia lainnya yaitu bisa diakibatkan oleh cedera pada bagian kepala atau leher. Biasanya salah satu komplikasi dari kondisi cedera di leher maupun kepala menyebabkan kesulitan menelan.

  • Gangguan Pernafasan

Penyebab disfagia selanjutnya yaitu akibat gangguan pernafasan. Seseorang dengan masalah penyakit paru-paru kronis bisa beresiko lebih besar menderita disfagia. 

  • Kerusakan Pada Sistem Saraf Pengendali Proses Menelan

Pada tubuh manusia, terdapat sebuah sistem saraf khusus dengan fungsi utama sebagai pengendali saat proses menelan. Jika sistem saraf ini mengalami gangguan atau kerusakan, maka kondisi disfagian bisa terjadi. Adapun contoh dari kondisi ini yaitu diantaranya adalah stroke, tumor otak, multiple sclerosis, neuron motorik, Parkinson, dan myasthenia gravis.

Gejala Disfagia

Setelah membahas apa itu penyakit disfagia dan penyebabnya, anda harus mengetahui gejala disfagia. Kondisi ini biasanya memperlihatkan gejala yang beragam, akan tetapi dapat diklasifikasikan berdasarkan tingkat keparahannya. Gejala disfagia bisa terjadi, dari kondisi ringan sampai berat. Berikut ini :

  • Tingkat Ringan

Kondisi disfagia tingkat ringan umumnya tidak terlalu menunjukkan masalah ketika menelan cairan. Namun akan sangat mengganggu saat menelan makanan bertekstur padat. Secara otomatis, memerlukan waktu yang lebih lama menelan makanan masuk ke tenggorokan.

  • Tingkat Medium

Pada kondisi ini biasanya ditandai oleh saat beberapa potong makanan masuk dan tersangkut pada tenggorokan saat mencoba menelannya. Selain itu, makanan biasanya terasa mengganjal pada kerongkongan.

  • Tingkat Berat

Untuk kasus tingkat berat, penderita biasanya kesulitan saat menelan cairan. Padahal cairan adalah asupan yang sangat mudah ditelan, namun bagi penderita ini bisa mengalami kesulitan menelan makanan bertekstur cair dan padat. 

Beberapa gejala umum disfagia yang bisa dialami para penderitanya, sebagai berikut :

  • Tersedak saat makan
  • Nyeri menelan
  • Regurgitasi atau proses makanan balik lagi ke atas, bahkan bisa keluar melalui hidung
  • Muntah
  • Batuk
  • Suara serak
  • Keluar air liur yang terus menerus dari mulut
  • Sakit ulu hati
  • Bersendawa
  • Bau mulut
  • Asam lambung naik hingga ke kerongkongan
  • Penderita disfagia memotong makanannya sampai bertekstur kecil agar bisa menelan makanan dengan baik.

Cara Mengatasi Disfagia

Tujuan pengobatan disfagia ialah untuk tetap menjaga asupan makanan bernutrisi sekaligus mencegah makanan untuk masuk ke saluran pernafasan. Di bawah ini, ada beberapa cara mengatasi disfagia :

  • Modifikasi Diet

Modifikasi biasanya dilakukan dengan cara mengatur kekentalan dan tekstur makanan sesuai kemampuan menelan pengidapnya. Pengaturan pola makan para penderita mulai berbentuk cairan, misalnya jus, lalu kekentalannya ditingkatkan setelah kemampuan menelannya membaik. 

  • Selang Makan

Cara mengatasi disfagia selanjutnya adalah dengan selang makan. Tujuan dari selang makan yaitu untuk membantu pasien memasukkan obat dan makanan ke dalam saluran pencernaan. Terdapat 2 jenis selang makan, diantaranya selang NGT dipasang lewat hidung ke lambung. Selain itu, selang PEG akan langsung dipasang ke lambung lewat kulit bagian luar perut. 

  • Terapi Menelan

Untuk terapi disfagia biasanya akan langsung dibimbing terapis khusus. Selain itu, terapis mengajarkan proses menelan saat masa penyembuhan. Biasanya terapi disfagia ditujukan bagi penderita yang mengalami sulit menelan karena masalah pada mulut. 

  • Operasi

Operasi dapat dilakukan kepada penderita karena adanya kelainan pada esofagus. Tujuan dari operasi ini adalah untuk memperlebar bagian esofagus yang mengalami penyempitan sehingga mempermudah masuknya makanan. Terdapat dua metode operasi diantaranya pemasangan stent dan dilatasi.

  • Obat-obatan

Obat disfagia yang diberikan umumnya adalah obat yang digunakan untuk meminimalisir asam lambung, melemaskan otot pada kerongkongan bawah dan melumpuhkan bagian otot kerongkongan,

  • Mengubah Pola Hidup

Untuk mengatasi disfagia, sebaiknya hentikan kebiasaan mengonsumsi kopi dan alkohol, merokok dan ubah kebiasaan makan anda dalam porsi sedikit namun sering. Hindari makanan-makanan tertentu yang bisa meningkatkan keparahan gejala kondisi ini.

Metode Diagnosa Disfagia

Untuk memastikan gangguan menelan penderitanya, maka dibutuhkan metode diagnosa. Ada beberapa metode diagnosis pada kondisi gangguan menelan ini, diantaranya :

  • Endoskopi 

Ini adalah pemeriksaan untuk mendiagnosa kondisi disfagia. Biasanya dokter memasukkan selang khusus dengan kamera dan lampu. Kamera tersebut berfungsi untuk menangkap gambar dan dapat dilihat dari layar monitor. Endoskopi ini bisa dipakai untuk mengecek kondisi esofagus dan rongga pernafasan atas. 

  • Fluoroskopi

Ini adalah metode pemeriksaan dengan menggunakan X-Ray serta ada juga pemanfaatan barium, sebagai zat khusus memandu jalannya pemeriksaan fluoroskopi. 

  • Manometri

Pemeriksaan kondisi disfagia dengan manometri bertujuan untuk mengecek performa dan kondisi esofagus, diantaranya dengan mengukur tekanan pada bagian tersebut ketika dipakai untuk menelan. Kateter ikut membantu manometri yang dilengkapi oleh sensor tekanan.

Untuk metode terakhir, selain dicek bagian kerongkongan, juga dicek volume pada aliran balik asam lambung. Ini dibutuhkan agar bisa dipastikan apakah kondisi disfagia ini disebabkan naiknya asam lambung ataukah tidak. Inilah alasan perlu diukurnya kadar asam lambung.

 

Subscribe To Our Newslater

Get updates and learn from the best

Subscribe To Our Newslater

Get updates and learn from the best

Dampak Kesehatan Akibat Cegukan Terus, Ini Perlu Diketahui

Manfaat Terapi Wicara di Rumah untuk Kemajuan Pasien

Berapa Biaya Terapi Wicara Anak? Ini Panduan untuk Orang Tua

Do You Want To Boost Your Business?

Meningkatkan client yang membutuhkan layanan Fisioterapis di klinik Anda, anda bisa bekerja sama
dengan kami!

Disfagia, Kenali Bagaimana Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasinya Dengan Baik

Layanan Kami

Konsultasi Gratis

Konsultasi via WhatsApp gratis untuk selamanya.

Earl Package

  • 6x Kunjungan
  • 45 – 60 Menit/Kunjungan
  • Menggunakan talk tools
  • Pesan Hari ini, bisa langsung datang

King Package

  • 8x Kunjungan
  • 45 – 60 Menit/Kunjungan
  • Menggunakan talk tools
  • Pesan Hari ini, bisa langsung datang

Emperor Package

  • 12x Kunjungan
  • 45 – 60 Menit/Kunjungan
  • Menggunakan talk tools
  • Pesan Hari ini, bisa langsung datang

Crown Package

  • 15x Kunjungan
  • 45 – 60 Menit/Kunjungan
  • Menggunakan talk tools
  • Pesan Hari ini, bisa langsung datang

Royal Package

  • 30x Kunjungan
  • 45 – 60 Menit/Kunjungan
  • Menggunakan talk tools
  • Pesan Hari ini, bisa langsung datang