Daftar Isi
ToggleEcholalia adalah kondisi di mana seseorang mengulangi suara dan frasa yang mereka dengar. Dalam kehidupan nyata, penderitanya mungkin saja tidak dapat berkomunikasi secara efektif karena sulit mengekspresikan pikirannya sendiri.
Penderita ekolalia hanya bisa mengulang pertanyaan daripada menjawabnya. Namun gangguan ini berbeda dari sindrom Tourette yang mengatakan kalimat secara acak. Ekolalia biasanya terjadi pada balita yang sedang belajar berkomunikasi.
Memasuki usia 2 tahun, kebanyakan anak-anak mencampur ucapan mereka sendiri lalu mengulang apa yang didengar. Perilaku ini akan berkurang ketika memasuki usia 3 tahun. Jika masih berlanjut, Anda dapat memeriksakannya.

Mengenal Seputar Jenis-Jenis Echolalia
Perlu diketahui bahwa semua anak mengalami ekolalia saat masih belajar bahasa lisan. Sebagian besar dapat mengembangkan pemikirannya sendiri seiring bertambahnya usia, sedangkan lainnya masih terus-menerus mengulangi apa yang mereka dengar.
Beberapa anak mengalami masalah ini hanya saat cemas atau merasa tertekan. Ada juga yang mengalaminya terus sehingga jadi bisu karena tidak bisa mengekspresikan diri. Anak autis rentan terhadap kondisi seperti ini.
Sedangkan pada orang dewasa, ekolalia dapat terjadi akibat amnesia parah atau ada trauma kepala. Sehingga mereka mencoba mendapatkan kembali kemampuan bicaranya.
Adapun secara garis besar ada 2 jenis echolalia yaitu fungsional (interaktif) dan non-interaktif, yaitu suara atau kata-kata hanya dipakai untuk kebutuhan pribadi, bukan komunikasi. Berikut penjelasannya.
1. Ekolalia Langsung
Kondisi di mana anak lebih memilih mengulang pertanyaan daripada menjawabnya. Contohnya pertanyaan “Apakah adik mau kue?” dan mereka menjawab “kue” dibandingkan “iya” atau “mau.”
2. Ekolalia Tertunda
Jenis ini adalah kondisi di mana anak mengulang sesuatu yang pernah didengar sebelumnya tapi belum pernah didengar akhir-akhir ini. Biasanya mereka mengulang kalimat dari karakter film yang pernah ditonton.
Contohnya mengucapkan “itu luar biasa!” Tapi frasa ini diulang bisa dalam konteks masuk akal seperti sedang menanggapi sesuatu yang bagus, bisa juga diucapkan secara random dan tidak masuk konteks.
Bisa juga mengucapkan kalimat yang khas denegan film-film seperti “Apakah engkau menginginkannya?” di situasi tertentu. Pengulangan ini sama persis tanpa ada yang dikurangi.
Baca juga artikel: Penanganan Echolalia Pada Anak dengan Teknik yang Benar
Keterkaitan Echolalia dengan Autisme, Kapan Seharusnya Berhenti?
Apakah ekolalia kaitannya dengan autisme? Pada usia anak-anak yang sudah besar dan orang dewasa, ekolalia adalah ciri umum autisme. Tapi juga bisa terjadi pada demensia, afasia, cedera otak traumatis, skizofrenia.
Ekolalia sendiri merupakan ciri-ciri suatu kondisi atau gangguan, bukan gangguan itu sendiri. Ini adalah tahap normal perkembangan bahasa anak usia dini, tapi mereka akan berhenti melakukannya saat menginjak usia 3 tahun.
Balita usia 1-2 tahun seharusnya banyak menirukan orang di sekitarnya terutama orang tua karena itu adalah cara mereka belajar. Memasuki usia 2 tahun, orang tua perlu memantau.
Apakah mereka masih sudah bisa menggunakan ucapannya sendiri atau belum. Sebenarnya tidak masalah jika di usia tersebut anak-anak masih meniru, tapi seharusnya juga sudah banyak mengucapkan kalimat mereka sendiri.
Di usia 3 tahun, barulah orang tua seharusnya melihat bahwa echolalia mereka mulai berkurang banyak. Umumnya mereka sudah bisa membuat kalimat sederhana sendiri untuk berkomunikasi dengan lingkungan sekitarnya.
Sementara anak-anak autis banyak menggunakan ekolalia sebagai cara untuk belajar berkomunikasi yang disebut dengan “pemrosesan bahasa Gestalt.” Situasi ini terjadi saat anak mengulang frasa bahkan seluruh kalimat untuk berbicara dengan sekitarnya.
Mereka tidak mengucapkan kata-kata tunggal yang kemudian dapat meningkatkan kemampuan berbicaranya. Justru anak-anak autis mulai berbicara dengan kalimat lengkap, lalu memecah-mecahkan kalimat tersebut kemudian mengatur ulang kata-katanya untuk menciptakan kalimat baru.
Menurut pandangan medis, hal itu adalah cara yang bagus bagi penderita autis untuk belajar bahasa. Perlu ada dorongan jika memang itu adalah cara alami mereka dalam mengembangkan bahasanya.

Ketahui Bagaimana Echolalia dapat Didiagnosis dan Diobati
Ekolalia didiagnosis lewat tinjauan pengalaman dan riwayat medis masa lalu penderitanya. Dokter ataupun ahli patologi wicara bahasa juga bisa memeriksa ekolalia lewat observasi langsung maupun rekaman video.
Jika kondisi ini terjadi pada anak-anak, dokter akan menanyakan bagaimana komunikasinya sehari-hari, apakah sering mengulang ucapan orang lain. melewati usia 3 tahun, biasanya jadi tanda bahwa anak tersebut mengalami autisme.
Hal ini dapat terjadi pada balita dengan gangguan spektrum autisme. Penderita ekolalia membutuhkan waktu lebih untuk memproses dunia sekitarnya serta apa yang orang katakan pada mereka.
Sedangkan pada orang dewasa, kondisi ini dapat dikaitkan dengan masalah neurologis atau kejiwaan. Misalnya karena gangguan bahasa afasia, trauma cedera kepala, gangguan neurodegeneratif, delirium atau kebingungan, dan demensia (kehilangan memori).
Profesional medis dapat mendiagnosis echolalia dengan melalukan percakapan pada penderitanya. Jika kesulitan melakukan apapun selain mengulangi kalimat lawan bicara, maka artinya mereka menderita ekolalia.
Kondisi ini sendiri dapat berkisar dari ringan sampai berat. Seorang dokter dapat mengidentifikasi stadiumnya kemudian meresepkan pengobatan yang sesuai. Untuk pengobatannya sendiri tergantung dari etiologi apa yang mendasarinya.
Jika merupakan bagian dari ASD maka fokus pengobatannya pada penanganan ASD (perilaku, keterampilan sosial, terapi okupasi, terapi wicara, psikolog). Di luar itu dokter dapat meresepkan antidepresan atau obat kecemasan.
Tujuannya untuk melawan efek samping dari ekolalia itu sendiri sekaligus menjaga ketenangan penderitanya. Selain itu perawatan bisa dilakukan di rumah dengan mengembangkan keterampilan komunikasi lewat program pelatihan teks maupun online.
Home care dilakukan sebagai upaya mendorong anak-anak untuk menggunakan kosakata terbatas tapi memudahkan mereka belajar berkomunikasi secara efektif.
Baca juga artikel: Mengenal Echolalia Adalah, Tips dan Cara Menanganinya
Terapi Wicara untuk Penanganan Echolalia
Pengobatan ekolalia dapat dilakukan dengan beragam kombinasi pada penjelasan sebelumnya. Adapun terapi wicara merupakan penanganan paling umum dan harus dilakukan secara teratur untuk belajar bagaimana mengatakan apa yang menjadi pikiran mereka.
Dalam perawatan ini, terapis wicara akan meminta pasien untuk menjawab pertanyaan dengan benar. Ada intervensi yang disebut “jeda isyarat” di mana pasien punya waktu sejenak untuk memikirkan jawaban.
Misalnya ahli patologi wicara bahasa menanyakan “Siapa namamu?” maka ada jeda singkat, kemudian meminta pasien untuk menjawabnya. Terapi wicara sendiri merupakan cara efektif untuk mengobati echolalia apalagi jika berkaitan dengan autisme.
Ahli patologi wicara bahasa berperan penting dalam menangani kondisi ini dengan menggunakan teknik perilaku, isyarat verbal, visual, metode pembelajaran, sampai pemantauan diri.
Sebagai orang tua, Anda perlu mengonsultasikan pada terapis untuk meningkatkan kemampuan bahasa dan komunikasi si kecil. Anda dapat mencoba program home care untuk belajar berbicara dan membaca kosakata.
Wicaraku adalah layanan yang tepat sebagai wadah program terapi wicara bagi penderita ekolalia. Anak-anak akan mengikuti terapi wicara individual dengan alat bantu visual hingga pojok permainan edukatif.
Kami juga memahami bahwa keterlibatan keluarga sangat penting dalam menangani ekolalia. Maka kami menyediakan program yang melibatkan orang tua dengan memberikan pelatihan dari rumah untuk memperkuat sesi terapi.
Dengan dievaluasi secara berkala, kami percaya anak-anak ekolalia dapat meningkatkan kualitas komunikasi mereka. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi +62895415154575. Segera dapatkan bantuan terapi wicara efektif bagi penderita echolalia untuk meraih kualitas komunikasi yang lebih baik melalui Wicaraku.
Referensi penulisan:
Alodokter. “Kenali Gejala dan Penyebab Ekolalia Beserta Cara Mengobatinya”, https://www.alodokter.com/kenali-gejala-dan-penyebab-ekolalia-beserta-cara-mengobatinya#:~:text=Ekolalia%20adalah%20kondisi%20yang%20menyebabkan,kesulitan%20untuk%20berkomunikasi%20dengan%20efektif, diakses pada 16 Januari 2025.
Hellosehat. “Echolalia, Mengulang Perkataan Orang Lain Akibat Gangguan Saraf”, https://hellosehat.com/saraf/saraf-lainnya/echolalia/, diakses pada 16 Januari 2025.
“Terapi Wicara”, https://www.halodoc.com/kesehatan/terapi-wicara?srsltid=AfmBOopoFaozC-WR03-y_IHqbk4LslLxTp6oCuuObqjgphJGjP9lE0ms, diakses pada 16 Januari 2025.












