Apraksia merupakan gangguan neurologis yang membuat penderitanya tidak memiliki kemampuan untuk melakukan gerakan atas perintah. Kondisi ini bisa terjadi akibat disfungsi belahan otak, khususnya pada bagian lobus parietal.
Kondisi gangguan neurologis ini bisa terjadi ketika beberapa area di belahan otak tidak berfungsi dengan baik. Disfungsi bisa terjadi saat terjadi lesi atau cedera di otak pada sepanjang jalur saraf yang menyimpan ingatan mengenai gerakan.
Tidak hanya disebabkan karena cedera otak saja, apraksia juga bisa terjadi karena adanya penyakit yang mempengaruhi organ tubuh vital ini. Beberapa penyakit penyebab gangguan neurologis ini seperti stroke, dementia, tumor, dan lainnya.
Apraxia sendiri terbagi menjadi beberapa jenis tergantung dengan ketidakmampuan seseorang dalam menggerakkan anggota tubuh. Seseorang bisa mengalami satu atau beberapa jenis gangguan neurologis ini secara bersamaan.

Jenis-jenis Apraksia dan Penjelasannya
Ada beberapa jenis apraksia yang dibedakan dari timbulnya gejala-gejala berbeda pada penderitanya. Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai jenis-jenis salah satu penyakit gangguan neurologis ini.
1. Buccofacial Apraxia
Buccofacial apraxia atau BFA adalah ketidakmampuan melakukan gerakan sukarela pada otot tertentu. BFA umum terjadi pada penderita stroke dan gangguan neurodegeneratif seperti alzheimer, gangguan neuron motorik, dan demensia frontotemporal.
Penderita dengan kondisi tersebut umumnya tidak bisa menggerakkan otot-otot wajah seperti laring, faring, lidah, bibir, dan pipi. Meskipun otot-otot tersebut tidak bisa digerakkan secara sukarela, namun gerakan otomatis otot yang sama bisa tetap terjaga.
Seseorang dengan kondisi BFA tersebut akan kesulitan untuk mengkoordinasikan wajah maupun bibir seperti bersiul mengedipkan mata batuk dan lainnya. Gejala lainnya termasuk kesulitan untuk berbicara yang mungkin menjadi gangguan paling umum.
2. Conceptual Apraxia
Conceptual apraxia merupakan kondisi ketika seseorang tidak bisa menggunakan sebuah alat dengan benar. Tidak hanya itu saja seseorang yang menderita jenis apraksia ini juga tidak bisa memahami fungsi sebuah benda.
Misalnya saja pasien diberi obeng namun mencoba menulis menggunakan obeng tersebut seolah-olah seperti pena. Contoh lainnya pasien dengan kondisi ini akan memilih palu ketika diminta menggunakan obeng.
Cukup banyak orang menganggap kondisi ini sama dengan apraxia ideational, namun sebenarnya keduanya cukup berbeda. Salah satu jenis gangguan neurologis ini memiliki kondisi yang lebih spesifik jika dibandingkan dengan apraxia ideational.
Baca juga tentang : Apraksia Pada Anak Bisa Disembuhkan dengan Terapi Wicara
3. Constructional Apraxia
Constructional apraxia adalah sebuah gangguan neurologis yang menyebabkan seseorang tidak bisa melakukan gerakan tertentu. Padahal pasien memahami gerakannya, bersedia melakukannya, dan memiliki kemampuan fisik untuk bergerak.
Seseorang yang menderita jenis apraksia ini tidak mampu atau kesulitan membangun merakit maupun menggambar objek. Selain itu pasien juga tidak bisa menyalin maupun menggambar sebuah objek gambar dengan benar.
Constructional apraxia sendiri disebabkan oleh cedera pada lobus parietal karena stroke atau merupakan indikator alzheimer. Penderita dengan lasi di belahan otak kiri, otak kanan, maupun alzheimer memiliki gejala berbeda
Lasi yang berada di bagian otak kiri menyebabkan seseorang kesulitan menyusun gambar mereka secara sistematis. Sedangkan lasi pada sebelah kanan membuat penderita kesulitan menggambar sehingga cenderung menghasilkan gambar asimetris atau terdistorsi.

4. Ideational Apraxia
Ideational apraxia merupakan gangguan neurologis yang menyebabkan penderita kehilangan kemampuan untuk menggunakan alat atau objek tertentu. Hal ini karena penderita kehilangan persepsi mengenai tujuan dari objek tersebut.
Penyebab apraksia ini masih belum diketahui karena tidak ada titik fokus pada otak yang kerusakannya bisa mengakibatkan gangguan ini. Meski demikian umumnya cedera atau penyakit parah pada otak bisa menjadi penyebab kondisi ini.
Seseorang yang menderita alzheimer juga memiliki potensi lebih besar mengalami jenis gangguan neurologis ini. Kelompok lain yang sering mengalami disfungsi ini adalah penderita stroke, cedera otak traumatis, dan demensia.
5. Ideomotor Apraxia
Jenis apraksia selanjutnya ideomotor apraxia merupakan kelainan neurologis yang membuat penderita tidak bisa meniru gerakan tangan dengan benar. Selain itu penderita juga tidak bisa menirukan saat menggunakan alat dengan sukarela, misalnya saja ketika diminta untuk menyisir rambut.
Kondisi ini diduga terjadi karena adanya gangguan pada sistem yang berguna untuk menghasilkan gerakan motorik secara tepat. Umumnya area otak paling sering rusak berada pada bagian lobus parietal kiri dan korteks premotor.
Kondisi ini sering terjadi pada seseorang yang menderita stroke karena kurangnya pasokan darah pada bagian otak atau lasi iskemik unilateral. Selain itu gangguan pada beberapa area lain juga berkemungkinan menjadi penyebab kondisi ini.
6. Limb-Kinetic Apraxia
Limb-kinetic apraxia merupakan kondisi ketika seseorang tidak bisa melakukan atau memahami gerakan yang sebelumnya dapat dilakukan. Gejalanya berupa ketidakmampuan menggunakan anggota tubuh seperti lengan jari maupun kaki untuk gerakan terkoordinasi
Apraksia berkemungkinan terjadi karena adanya lesi frontal, cukup sering terjadi pada pasien neurodegeneratif. Beberapa penyakit yang bisa menyebabkan kondisi ini seperti kelumpuhan supranuklear progresif dan parkinson.
7. Oculomotor Apraxia
Oculomotor apraxia merupakan gangguan pada alat penglihatan yang menyebabkan pasien tidak bisa menggerakkan mata secara terkendali, sukarela, dan bertujuan. Pasien dengan gangguan ini kesulitan menggerakkan mata secara horizontal maupun secara cepat.
Kondisi pada alat penglihatan ini membuat pasien harus menoleh sehingga dapat mengimbangi kurangnya gerakan mata. Cara ini dilakukan agar pasien bisa mengikuti atau melihat objek dalam penglihatan di sisi atau tepi mata.
Oculomotor apraxia umumnya terjadi karena bawaan lahir sehingga disebut juga dengan idiopatik. Seorang yang lahir dengan kondisi ini memiliki bagian otak untuk pengendalian mata tidak berfungsi.
Terdapat perdebatan dari para ahli mengenai oculomotor termasuk jenis abstraksi atau bukan. Sebab gangguan neurologis ini merupakan ketidakmampuan tindakan motorik sedangkan inisiasi mata bukan tindakan yang dipelajari.
Baca juga tentang : Ketahui Faktor Pemicu Disartria untuk Penderita Usia Dewasa
8. Verbal Apraxia
Apraxia of speech atau disebut juga dengan apraxia verbal merupakan gangguan yang mempengaruhi kemampuan seseorang untuk berbicara. Seorang dengan kondisi ini memiliki kondisi bicara yang terbatas dan kesulitan melakukannya.
Apraksia jenis ini membuat seseorang mengalami kesulitan untuk menghubungkan pesan ucapan yang berasal dari otak ke mulut. Umumnya terjadi pada seseorang yang mengalami cedera otak seperti stroke maupun penyakit progresif.
Kondisi ini bisa terjadi ketika ada gangguan pada bagian otak yang berfungsi untuk mengendalikan gerakan otot dan bicara. Umumnya hal ini karena lesi vaskular, meskipun ada beberapa pasien yang mengalami hal tersebut karena adanya tumor atau trauma.
Berbagai jenis gangguan neurologis ini bisa diatasi dengan cara tepat, salah satunya menggunakan terapi di Wicaraku. Terapi yang dilakukan menggunakantenaga kerja profesional dan ahli dalam bidangnya sehingga hasilnya lebih optimal.
Wicaraku memberikan banyak layanan termasuk untuk mengatasi speech delay dan gangguan lainnya. Konsultasi bisa dilakukan gratis dengan menghubungi nomor kami di +62 895-4151-54575.
Gangguan neurologis bisa membuat penderitanya tidak mampu menggerakkan anggota badan sesuai perintah. Ada beberapa jenis apraksia dengan gejala berbeda-beda sehingga membutuhkan penanganan yang tepat untuk mengatasinya.
Referensi penulisan:
IDN Times. “Apraxia: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Pengobatan”, https://www.idntimes.com/health/medical/indri-yani-4/apraxia-c1c2?page=all, diakses pada 06 Agustus 2024.
National Organization for Rare Disorders (NORD). “Apraxia”, https://rarediseases.org/rare-diseases/apraxia/, diakses pada 06 Agustus 2024.
Physiopedia. “Apraxia”, https://www.physio-pedia.com/Apraxia, diakses pada 06 Agustus 2024.
ScienceDirect. “Buccofacial apraxia in primary progressive aphasia”, https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0010945222002994, diakses pada 06 Agustus 2024.
Wikipedia. “Constructional apraxia”, https://en.wikipedia.org/wiki/Constructional_apraxia, diakses pada 06 Agustus 2024.
Wikipedia. “Ideational apraxia”, https://en.wikipedia.org/wiki/Ideational_apraxia, diakses pada 06 Agustus 2024.
ScienceDirect. “Limb Apraxia”, https://www.sciencedirect.com/topics/psychology/limb-apraxia, diakses pada 06 Agustus 2024.
Wikipedia. “Oculomotor apraxia”, https://en.wikipedia.org/wiki/Oculomotor_apraxia, diakses pada 06 Agustus 2024.
Wikipedia. “Apraxia of speech”, https://en.wikipedia.org/wiki/Apraxia_of_speech, diakses pada 06 Agustus 2024.















