Wicaraku | Jasa Terapi Wicara ke Rumah

Echolalia Sampai Umur Berapa Normalnya Yuk Cari Tahu Di Sini

Ditulis oleh Penulis Wicaraku

Echolalia Sampai Umur Berapa Normalnya Yuk Cari Tahu Di Sini

Echolalia Sampai Umur Berapa? Kalau anak sering mengulang kata yang baru Anda ucapkan, jangan langsung panik. Banyak orang tua kaget saat anak menjawab “mau susu?” dengan “mau susu” alih-alih “iya”. Di rumah, ini sering dianggap lucu atau sekadar kebiasaan. Namun, ketika pengulangan itu makin sering dan terasa seperti menggantikan komunikasi yang spontan, wajar kalau muncul pertanyaan: echolalia sampai umur berapa normalnya, dan kapan harus mulai konsultasi?

Echolalia Sampai Umur Berapa Normalnya Yuk Cari Tahu Di Sini
Sumber gambar: Freepik

Echolalia memang bisa menjadi bagian dari proses belajar bahasa. Anak meniru bunyi, intonasi, dan pola kalimat sebagai “bahan baku” sebelum ia mampu merangkai kalimat sendiri. Karena itu, pada usia toddler, echolalia sering terlihat. Tetapi, beberapa sumber medis dan klinis menjelaskan bahwa echolalia biasanya berkurang dan menghilang seiring kemampuan bahasa yang meningkat, dan bila menetap setelah usia sekitar 3 tahun, kondisi ini bisa mengarah pada kebutuhan evaluasi lebih lanjut.

Artikel ini membahas echolalia secara lengkap dengan bahasa yang mudah dipahami: definisinya, batas usia yang umumnya masih normal, tanda yang perlu diwaspadai, serta cara membantu anak di rumah agar pengulangan bisa berubah menjadi komunikasi yang lebih bermakna.

Apa Itu Echolalia

Echolalia adalah kondisi ketika seseorang mengulang kata atau frasa yang diucapkan orang lain. Pengulangan bisa terjadi langsung setelah mendengar (immediate echolalia) atau muncul beberapa waktu kemudian (delayed echolalia), misalnya mengulang dialog kartun saat ia ingin sesuatu.

Yang sering luput dipahami, echolalia tidak selalu “kosong”. Pada banyak anak, echolalia justru punya fungsi. Anak mungkin sedang meminta, menolak, menenangkan diri, atau mencoba ikut terlibat dalam percakapan, hanya saja ia belum punya cara lain yang lebih spontan untuk menyusun kata-kata.

Karena itu, tujuan pendampingan bukan sekadar menghentikan echolalia, melainkan mengubahnya menjadi langkah menuju bahasa yang lebih fungsional dan mandiri.

Baca juga artikel: Apa Penyebab Palilalia Pada Orang Dewasa Yuk Kenali Faktor Dan Cara Mengatasinya

Echolalia Normal Sampai Umur Berapa

Secara umum, echolalia sering terlihat pada masa toddler sebagai bagian dari perkembangan bahasa. Beberapa rujukan klinis menyebutkan echolalia pada anak biasanya akan berkurang dan “umumnya” menghilang sekitar usia 3 tahun.

Rujukan medis lain menjelaskan bahwa echolalia merupakan bagian normal dari perkembangan bicara, membaik dalam dua tahun pertama kehidupan, dan echolalia yang menetap melampaui usia 3 tahun sering dianggap sebagai echolalia patologis yang perlu dievaluasi. Selain itu, sebuah artikel ilmiah di jurnal ASHA menyebutkan bahwa pada anak dengan perkembangan tipikal, echolalic speech paling sering muncul sampai sekitar 36 bulan dan kemudian berangsur menghilang seiring meningkatnya kemampuan bahasa.

Jadi, kalau anak Anda berusia 1–3 tahun dan masih sering mengulang, itu bisa saja termasuk fase belajar. Namun, jika setelah lewat 3 tahun echolalia tetap dominan atau menjadi cara utama anak “berkomunikasi”, Anda sebaiknya mempertimbangkan evaluasi perkembangan bahasa dan komunikasi.

Kapan Echolalia Jadi Tanda yang Perlu Diperhatikan

Echolalia menjadi lebih perlu diperhatikan ketika pengulangan tidak diikuti kemajuan bahasa yang jelas. Misalnya, anak terus mengulang pertanyaan Anda alih-alih menjawab, tetapi kosakata barunya tidak bertambah, kalimat spontan jarang muncul, dan anak sulit menyampaikan kebutuhan dengan cara yang bisa dipahami orang lain.

Anda juga perlu lebih waspada bila echolalia muncul bersamaan dengan tanda lain, seperti kontak mata yang sangat minim, kesulitan bermain interaktif, respons terhadap nama yang kurang konsisten, atau pola perilaku repetitif tertentu. CDC memasukkan “mengulang kata atau frasa berulang-ulang (echolalia)” sebagai salah satu tanda yang bisa muncul pada anak dengan autism spectrum disorder, sehingga bila ada kekhawatiran, langkah terbaik adalah konsultasi.

Penting juga untuk diingat: echolalia saja tidak otomatis berarti autisme. Banyak anak yang meniru kata pada fase belajar bahasa. Yang lebih menentukan adalah gambaran perkembangannya secara menyeluruh dan bagaimana anak menggunakan bahasa untuk berinteraksi.

Jenis Echolalia dan Kenapa Anak Melakukannya

Immediate echolalia sering muncul ketika anak belum bisa memproses pertanyaan dengan cepat. Anak mengulang pertanyaan sebagai “jembatan” untuk membeli waktu atau karena ia belum paham cara menjawabnya. Delayed echolalia sering terlihat saat anak memakai potongan kalimat yang ia simpan dari pengalaman sebelumnya, seperti dialog video, untuk menyampaikan maksud tertentu.

Kadang echolalia dipakai anak untuk meminta. Contohnya, ia mengulang iklan “ayo makan” setiap kali lapar. Kadang echolalia dipakai untuk menolak, misalnya mengulang “tidak dulu” yang pernah ia dengar. Ada juga anak yang mengulang untuk menenangkan diri saat cemas atau ketika lingkungan terasa terlalu ramai.

Ketika Anda memahami fungsinya, Anda bisa merespons dengan cara yang lebih tepat. Anda tidak hanya “mengoreksi”, tetapi membantu anak menemukan kalimat yang lebih sederhana dan lebih sesuai konteks.

Cara Membantu Anak di Rumah Agar Echolalia Lebih Fungsional

Langkah paling efektif biasanya dimulai dari cara Anda merespons. Saat anak mengulang, Anda bisa memodelkan jawaban yang benar dengan kalimat yang pendek dan jelas. Misalnya, Anda bertanya “mau susu?” lalu anak mengulang “mau susu?”. Anda bisa menjawab, “iya, aku mau susu” sambil memberi isyarat atau menunjukkan gelas. Setelah itu, Anda ulang lagi dengan versi lebih sederhana: “mau” atau “susu”, lalu beri kesempatan anak meniru.

Selain itu, Anda bisa mengurangi pertanyaan yang memancing anak mengulang, terutama pertanyaan panjang. Anda bisa menggantinya dengan pilihan dua opsi, misalnya “mau susu atau air?” Cara ini mendorong anak memilih kata yang relevan, bukan mengulang kalimat penuh.

Kemudian, Anda bisa menggunakan strategi “tunggu” beberapa detik sebelum membantu. Banyak anak butuh waktu memproses. Ketika Anda memberi jeda, anak punya peluang mencoba kata spontan. Namun, kalau anak terlihat bingung, Anda tetap bantu dengan prompt sederhana agar ia tidak frustrasi.

Yang tak kalah penting, Anda bisa memperbanyak komentar daripada instruksi. Komentar membuat percakapan terasa ringan dan mengundang respons. Misalnya, “wah dingin ya” atau “mobilnya cepat”. Anak sering lebih mudah meniru komentar, lalu perlahan belajar memodifikasinya menjadi kalimat sendiri.

Kapan Sebaiknya Konsultasi dan Apa yang Biasanya Dinilai

Jika anak sudah melewati usia 3 tahun dan echolalia masih sering muncul sebagai cara utama berkomunikasi, banyak sumber menyarankan untuk berkonsultasi dengan tenaga profesional. Apalagi jika anak juga kesulitan menjawab pertanyaan sederhana, jarang memulai komunikasi, atau tidak menunjukkan perkembangan bahasa yang bertahap.

Dalam asesmen, terapis biasanya menilai beberapa hal: kemampuan memahami bahasa (misalnya mengikuti instruksi), kemampuan mengekspresikan kebutuhan, cara anak bermain dan berinteraksi, serta bagaimana echolalia muncul (immediate atau delayed) dan apa fungsinya. Terapis juga sering menyarankan skrining pendengaran bila ada kecurigaan anak kurang menangkap bunyi bahasa dengan jelas, karena pendengaran sangat berpengaruh pada perkembangan bicara dan bahasa.

Hasil asesmen kemudian dipakai untuk membuat rencana latihan yang realistis, misalnya mengubah skrip echolalia menjadi kalimat permintaan yang lebih tepat, memperluas kosakata fungsional, dan melatih percakapan dua arah.

Peran Terapi Wicara untuk Mengurangi Echolalia yang Menghambat

Terapi wicara bukan hanya soal “melatih anak bicara”. Terapis biasanya bekerja dengan tujuan yang sangat praktis: membuat anak lebih mudah menyampaikan kebutuhan, lebih paham percakapan, dan lebih bisa membangun respons spontan. Dalam konteks echolalia, terapi sering berfokus pada mengidentifikasi fungsi echolalia lalu mengajarkan alternatif kalimat yang lebih sesuai.

Echolalia Sampai Umur Berapa Normalnya Yuk Cari Tahu Di Sini
Sumber gambar: Freepik

Misalnya, jika anak mengulang kalimat panjang dari kartun saat ia ingin camilan, terapis dapat memecahnya menjadi kalimat permintaan yang lebih ringkas, lalu melatihnya dalam situasi nyata. Seiring waktu, pengulangan yang tadinya terasa “tidak nyambung” bisa berubah menjadi langkah komunikasi yang lebih tepat guna.

Selain itu, terapi biasanya melibatkan orang tua. Anda akan dibekali cara memodelkan bahasa di rumah, cara memberi prompt yang pas, dan cara membangun rutinitas komunikasi yang konsisten. Hasilnya cenderung lebih stabil karena latihan tidak hanya terjadi di sesi terapi, tetapi juga hidup di keseharian.

FAQ – Pertanyaan Seputar Echolalia

Echolalia sampai umur berapa normalnya?

Echolalia sering terlihat pada toddler sebagai bagian dari proses belajar bahasa. Beberapa sumber klinis menyebut echolalia biasanya berkurang dan umumnya menghilang sekitar usia 3 tahun. Literatur medis juga menyebut echolalia yang menetap setelah usia 3 tahun dapat dianggap tidak lagi sesuai perkembangan tipikal dan perlu evaluasi.

Apakah echolalia pasti tanda autisme?

Tidak selalu. Echolalia bisa muncul pada anak yang sedang belajar bahasa. Namun, echolalia juga dapat terlihat pada anak dengan ASD dan sering disebut sebagai salah satu tanda yang bisa muncul, terutama jika disertai ciri lain pada interaksi sosial dan perilaku. Karena itu, penilaian harus melihat gambaran perkembangan anak secara menyeluruh, bukan hanya satu gejala.

Apa bedanya echolalia immediate dan delayed?

Immediate echolalia terjadi ketika anak mengulang ucapan orang lain secara langsung, misalnya mengulang pertanyaan Anda. Delayed echolalia muncul beberapa waktu setelahnya, misalnya anak mengulang kalimat dari video atau percakapan lama pada situasi tertentu. Keduanya bisa punya fungsi komunikasi yang berbeda, sehingga cara menanganinya juga bisa disesuaikan.

Kapan orang tua sebaiknya konsultasi ke terapis wicara?

Sebaiknya konsultasi jika anak sudah lewat 3 tahun tetapi echolalia masih dominan, atau jika echolalia menggantikan jawaban dan anak jarang memakai kalimat spontan. Konsultasi juga penting bila Anda melihat hambatan lain seperti sulit mengikuti instruksi, jarang memulai komunikasi, atau interaksi sosial terasa sangat terbatas.

Apa yang bisa dilakukan orang tua agar echolalia berubah jadi komunikasi yang lebih bermakna?

Anda bisa memodelkan jawaban singkat, memberi pilihan, mengurangi pertanyaan panjang, memberi jeda tunggu, dan memperbanyak komentar yang mengundang respons. Konsistensi sangat membantu, karena anak belajar dari pola komunikasi yang ia dengar setiap hari. Jika Anda butuh strategi yang lebih spesifik sesuai profil anak, terapi wicara biasanya bisa membantu menyusun langkah yang lebih terarah.

Baca juga artikel: Apa Yang Dimaksud Dengan Omisi Dalam Terapi Wicara Ini Penjelasan Lengkapnya

Informasi Pemesanan

Untuk Anda yang membutuhkan layanan terapi wicara anak atau dewasa ke rumah di daerah Jabodetabek, pemesanan dapat dilakukan melalui Wicaraku. Layanan tersedia setiap hari Senin hingga Minggu pukul 09:00–18:00. Anda bisa menghubungi telepon di +62 855-9216-4058 atau WhatsApp di +62 895-4151-54575 untuk informasi lebih lanjut. Konsultasi juga dapat dilakukan melalui email di info@wicaraku.id atau dengan mengisi formulir melalui tautan berikut Konsultasi: Klik Disini. Kantor kami berlokasi di QP Office, Perkantoran Tanjung Mas Raya, Blok B1 No. 44, Jakarta Selatan, 12530.

Terakhir diperbarui : Kamis, 25 Desember 2025

Referensi penulisan:

National Institutes of Health (NIH). “Echolalia“, https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK565908/, diakses 25 Desember 2025.

ResearchGate. “The Role of Delayed Echolalia Produced by Children with Autism Spectrum Disorder“, https://www.researchgate.net/publication/372779938_The_Role_of_Delayed_Echolalia_Produced_by_Children_with_Autism_Spectrum_Disorder, diakses 25 Desember 2025.

Osmosis. “Echolalia: What Is It, Causes, Signs, Symptoms, and More“, https://www.osmosis.org/answers/echolalia, diakses 25 Desember 2025.

Berlangganan Berita Terbaru Kami

Dapatkan pembaruan dan belajar dari yang terbaik

Segera Pesan Layanan Terapi Wicara untuk Hasil Terbaik!

Dapatkan layanan terapi wicara profesional untuk anak maupun dewasa. Bantu tingkatkan kemampuan komunikasi sejak dini.

Segera Pesan Layanan Terapi Wicara untuk Hasil Terbaik!

Dapatkan layanan terapi wicara profesional untuk anak maupun dewasa. Bantu tingkatkan kemampuan komunikasi sejak dini.

Layanan Kami

Konsultasi Gratis

Konsultasi via WhatsApp gratis untuk selamanya.

Earl Package

  • 6x Kunjungan
  • 45 – 60 Menit/Kunjungan
  • Menggunakan talk tools
  • Pesan Hari ini, bisa langsung datang

King Package

  • 8x Kunjungan
  • 45 – 60 Menit/Kunjungan
  • Menggunakan talk tools
  • Pesan Hari ini, bisa langsung datang

Emperor Package

  • 12x Kunjungan
  • 45 – 60 Menit/Kunjungan
  • Menggunakan talk tools
  • Pesan Hari ini, bisa langsung datang

Crown Package

  • 15x Kunjungan
  • 45 – 60 Menit/Kunjungan
  • Menggunakan talk tools
  • Pesan Hari ini, bisa langsung datang

Royal Package

  • 30x Kunjungan
  • 45 – 60 Menit/Kunjungan
  • Menggunakan talk tools
  • Pesan Hari ini, bisa langsung datang