Palilalia atau sindrom tourette merupakan salah satu gangguan bicara yang sebenarnya langka. Kondisi ini membuat pembicara tanpa disadari mengulang kata, frasa atau kalimat yang baru saja diucapkan. Pengulangan dilakukan biasanya lebih dari sekali pada kalimat atau kata yang diucapkan secara spontan.
Sindrom ini bisa dialami oleh semua kalangan mulai dari orang dewasa, lansia, remaja hingga anak-anak. Penyebabnya juga bisa bermacam-macam, salah satu faktor penyebab anak bisa mengidap kelainan bicara ini adalah Austism Spectrum Disorder (ASD).

Faktor Penyebab Palilalia Pada Anak
Orang tua diminta untuk mengenali gejala-gejala dan faktor penyebab sindrom tourette pada buah hati. Salah satu fenomena kelainan bicara yang bisa terjadi pada anaknya bisa disebabkan dari berbagai kondisi. Berikut ini beberapa kondisi buah hati dapat memicu gangguan bicara sindrom tourette.
1. Gangguan Bahasa
Palilalia merupakan salah satu tanda pasien mengalami gangguan bahasa. Beberapa tanda yang dapat diperhatikan oleh orang tua adalah cara berbicara buah hati dengan gagap atau disfasia.
Pengulangan kata akibat berbicara dengan gagap ini merupakan gejala yang menunjukan anaknya merasa kesulitan dan mengekspresikan dirinya sendiri secara verbal.
2. Cedera Otak
Cedera otak baik bawaan atau terjadi karena kecelakaan juga dapat mempengaruhi kelancaran berbahasa. Buah hati Anda yang mengalami cedera otak memiliki potensi alami kelainan berbahasa.
Keparahannya akan tergantung pada lokasi cedera dan tingkat keparahan lesi, penderita sindrom akan terus mengulang kata-katanya dapat menjadi salah satu gejala yang menunjukkan anak-anak alami palilalia.
3. Austism Spectrum Disorders (ASD)
Faktor penyebab terakhir adalah ASD (Austism Spectrum Disorders. Buah hati dengan ASD lebih rentan alami sindrom kelainan bahasa ini. Gejala muncul antara lain sering mengulang-ulang kata, gejala ini juga menjadi salah satu khas dari gangguan ini.
Baca juga tentang : Beberapa Metode Terapi Palilalia yang Biasanya Dilakukan
Tanda-tanda Anak ASD Alami Palilalia
Untuk memberikan penanganan dan perlakuan yang tepat, orang tua wajib mengenali tanda atau gejala yang diperlihatkan. Dengan mengenali tanda-tanda lebih dini akan membuat orang tua lebih cepat memberikan pengobatan hingga terapi yang tepat.
1. Mengulang kata
Mengulang kata adalah salah satu gejala yang sering diperlihatkan oleh buah hati dengan gangguan bahasa. Pengulangan kata diucapkan tidak hanya sekali tetapi berulang terus menerus tanpa disadari.
Pengulangan seperti ini akan terjadi pada kata kata awal maupun di tengah-tengan percakapan dengan orang lain. Berikut contoh paling banyak terjadi “Aku mau… aku mau… aku mau… aku mau makan nasi.”
Pengulangan kata ini sering disebut juga palilalia langsung karena pasien mengucapkan “aku mau” berulang kali sebelum menyelesaikan kalimatnya.
2. Mengulang bunyi atau suku kata
Sedangkan gajala yang memperlihatkan buah hati Anda mengulang bunyi atau suku kata saja disebut dengan gejala tidak langsung. Contohnya saat anak-anak berbicara “aku gambar… gambar… gambar bunga”.
Contoh lain dalam pengulangan suara adalah berbicara “terimakasih”. Dirinya akan mengulang kembali “ter” dalam terimakasih.
3. Mengalami gangguan komunikasi
Seorang dengan ASD yang alami sindrom ini akan kesulitan untuk berkomunikasi dengan orang lain, termasuk kepada keluarga dan orang tuanya sendiri. Sindrom ini secara signifikasi bisa menganggu komunikasi sehari-hari antara orang tua dan pasien.
Jika tidak ditangani dengan serius gangguan bahasa ini akan terus dialami oleh anak-anak sampai menganggu cara mereka berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari.

Cara Menghadapi Anak ASD dengan Palilalia
Mengenai cara menghadapi seorang ASD dengan sindrom gangguan berbahasa tentu bukan hal yang mudah. Namun, orang tua bisa menggunakan beberapa cara ini untuk membantu memahami anak-anak ASD alami gangguan berbicara.
1. Menghadapi dengan kesabaran
Seorang pasien ASD dengan palilalia akan lebih mudah frustasi karena baginya membutuhkan banyak usaha untuk bisa mengutarakan keinginannya. Apalagi keinginannya tersebut tidak dapat dimengerti oleh orang lain.
Orang tua harus bisa sabar dan membiarkannya menyelesaikan kata, frasa kalimatnya terlebih dahulu. Dengan cara ini pasien akan merasa lebih di dengar dan senang karena dapat merasakan dukungan dari orang sekitarnya.
2. Melakukan Pemodelan
Orang tua juga bisa menggunakan bahasa yang sederhana namun tetap jelas sehingga akan lebih mudah dimengerti. Anda juga bisa melakukan model berbicara positif saat didengar sehingga secara perlahan anaknya akan meniru.
3. Menggunakan alat bantu visual
Dengan alat bantu visual akan mengasah komunikasi verbalnya dan mengurangi ketergantungannya dalam mengucapkan kata-kata secara berulang lagi. Anda bisa membuat alat bantu visual sendiri, siapkan waktu khusus untuk anak bermain sambil belajar sehingga dirinya akan lebih relaks dan nyaman.
4. Mendapatkan bantuan dari professional
Cara terakhir yang bisa Anda lakukan untuk atasi ASD dengan palilalia antara lain mendapatkan bantuan dari profesional. Profesional akan membantu melakukan beberapa pengobatan salah satunya adalah terapi wicara.
Dengan hadirnya terapis profesional, diharapkan akan memberikan dampak positif dalam mendukung perkembangan bahasanya. Terapis akan menyusun strategi dan intervensi yang tepat sehingga anak ASD alami kelainan berbicara.
Baca juga tentang : Mengenal Gangguan Mutisme dan Penyebabnya
Terapi Wicara Palilalia untuk Anak ASD
Perawatan paling tepat yang harus diterima oleh ASD dengan gangguan berbicara adalah terapi wicara. Dengan mengikuti terapi wicara yang dilakukan oleh terapis profesional, anak-anak akan didampingi untuk meningkatkan komunikasinya.
Salah satu tempat terapi yang memiliki terapis profesional adalah Wicaraku. Wicaraku adalah penyedia layanan terapis home visit. Dengan kehadiran Wicaraku diharapkan Anda mendapatkan pelayanan cepat bebas antri.
Terapis kami akan gunakan berbagai teknik yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap pasiennya. Apalagi setiap anak dengan Austism Spectrum Disorder (ASD) akan berbeda-beda karena setiap individu memiliki sifat dan perilaku masing-masing. Berikut ini beberapa pengobatan yang akan dijalani selama sesi terapi bersama terapis profesional.
1. Melakukan Diagnosis dan Penilaian
Sebelum memulai terapinya, ahli akan melakukan evaluasi secara menyeluruh terlebih dahulu. Evaluasi ini dilakukan untuk mengetahui sifat dan tingkat keparahan dari sindrom yang diidapnya.
Tidak hanya itu, ahli juga akan menilai kondisi bicara, bahasa bahkan neurologis sehingga dapat menentukan program terapi apa yang paling cocok.
2. Melakukan Konseling dan Pendidikan
Kami juga akan melakukan sesi konseling dan memberikan pemahaman tentang cara menghadapinya kepada pihak keluarga atau orang tua. Peran keluarga juga sangat penting untuk bisa membantu meningkatkan kemampuannya dalam berkomunikasi.
3. Melatih Kemampuan Berbicara dengan Beberapa Teknik
Ada beberapa teknik akan diterapkan sesuai dengan kondisi pasien. Mulai dari teknik bicara lambat yang disengaja, teknik distraksi, teknik dengan strategi perilaku, dan masih banyak lagi.
Tidak hanya melayani terapi untuk anak ASD dengan palilalia saja, Wicaraku juga menerima pasien dari berbagai kalangan dan bermacam kondisi. Terapis kami selalu memberikan pelayanan terbaik sesuai dengan standar yang telah kami tetapkan.
Apalagi terapi akan dilakukan di rumah sehingga pasien ditanganinya merasa lebih aman dan nyaman karena tetap berada di lingkungan paling familiar menurutnya. Kami juga telah menyediakan alat-alat terapi untuk menunjang jalannya terapi tetap efisien dan efektif.
Untuk mendapatkan informasi atau melakukan pemesanan Anda bisa langsung hubungi kami melalui nomor +62 895-4151-54575. Berikan pengobatan terbaik untuk anak ASD dengan palilalia bersama Wicaraku, tempat layanan perawatan home visit terbaik di Indonesia.
Referensi Penulisan:
Golden care Therapy. “Understanding Palilalia and Echolalia in Children with ASD”, https://goldencaretherapy.com/understanding-palilalia-and-echolalia-in-children-with-autism/, diakses pada 20 Desember 2024.
Great Speech. “Unlocking Palilalia: Understanding Symptoms, Causes, and Examples”, https://www.greatspeech.com/unlocking-palilalia-understanding-symptoms-causes-and-examples/, diakses pada 20 Desember 2024.
Mentes Abiertas Psicología. “PALILALIA: SYMPTOMS, CAUSES AND TREATMENT”, https://www.mentesabiertaspsicologia.com/blog-psicologia/palilalia-symptoms-causes-and-treatment, diakses pada 20 Desember 2024.
National Institute on Deafness and Other Communication Disorders. “Autism Spectrum Disorder: Communication Problems in Children”, https://www.nidcd.nih.gov/health/autism-spectrum-disorder-communication-problems-children, diakses pada 20 Desember 2024.
Osmosis. “Palilalia”, https://www.osmosis.org/answers/palilalia, diakses pada 20 Desember 2024.
Alodokter. “Mengenali Ciri-Ciri Anak Autis Sejak Dini”, https://www.alodokter.com/mengenali-ciri-ciri-anak-autis-sejak-dini, diakses pada 20 Desember 2024.















