Daftar Isi
ToggleLidah Normal Dan Tongue Tie, Banyak orang masih belum familiar dengan istilah tongue tie atau dalam dunia medis dikenal sebagai ankyloglossia. Tongue tie adalah kondisi bawaan di mana selaput tipis (frenulum linguae) di bawah lidah terlalu pendek atau tebal, sehingga membatasi gerakan lidah. Kondisi ini dapat berdampak langsung pada kemampuan bicara, proses menelan, hingga menyusui pada bayi. Padahal lidah memiliki peran penting dalam membantu pengucapan huruf, mengecap rasa, mengunyah, hingga membersihkan rongga mulut. Memahami perbedaan antara lidah normal dan tongue tie menjadi langkah awal agar penanganan tepat bisa diberikan.

Lidah normal memiliki frenulum yang cukup lentur dan panjang sehingga memungkinkan gerakan lidah bebas. Anak-anak dengan lidah normal umumnya tidak kesulitan menyebutkan konsonan tertentu atau melakukan gerakan menjilat dan mengisap dengan baik. Sebaliknya, pada tongue tie, gerakan lidah cenderung terbatas, misalnya sulit menjulurkan lidah atau mengangkat ujung lidah ke langit-langit. Hal ini kemudian memengaruhi pembentukan bunyi bicara tertentu seperti huruf “l”, “r”, “t”, dan “d”. Jika tidak ditangani dengan baik, tongue tie dapat berujung pada keterlambatan bicara dan masalah lain yang lebih kompleks.
Perbedaan Lidah Normal Dan Tongue Tie
Struktur Lidah Normal dan Kemampuannya
Secara anatomi, lidah normal terbentuk dari jaringan otot yang fleksibel dan kuat. Otot ini dikelilingi oleh selaput lendir yang membantu menjaga kelembapan dan kesehatannya. Pada lidah normal, frenulum tidak menahan bagian bawah lidah secara berlebihan, sehingga gerakan vertikal dan horizontal berjalan leluasa. Anak dengan lidah normal mampu menjulurkan lidah, mengarahkan lidah ke kiri atau kanan, dan membuat gerakan melingkar di sekitar rongga mulut. Semua fungsi ini berperan besar dalam proses bicara yang jelas dan koordinasi saat menelan.
Frenulum yang tidak terlalu pendek memungkinkan lidah naik ke langit-langit dengan mudah. Gerakan inilah yang penting untuk pelafalan berbagai fonem, termasuk bunyi /r/ yang memerlukan getaran lidah. Selain itu, lidah yang lentur juga berfungsi menyeimbangkan proses makan, mulai dari mengarahkan makanan ke gigi geraham, mengontrol posisi makanan, hingga membantu saat menelan. Fungsi lain lidah adalah membersihkan sisa makanan, yang jika tidak dilakukan dengan baik dapat menyebabkan masalah kebersihan gigi. Semua aspek ini menegaskan bahwa lidah normal bekerja selaras mendukung fungsi oral yang sehat.
Ciri Tongue Tie yang Perlu Diwaspadai
Tongue tie biasanya terlihat dari ujung lidah yang berbentuk seperti hati atau berlekuk ketika anak mencoba menjulurkan lidah. Ini terjadi karena frenulum yang terlalu pendek menarik bagian tengah lidah ke bawah. Anak-anak dengan tongue tie sering tidak bisa mengangkat lidah hingga menyentuh langit-langit, padahal gerakan ini sangat penting untuk mengucapkan beberapa huruf. Pada bayi, tongue tie juga memengaruhi pola menyusu karena lidah tidak mampu melakukan gerakan menghisap yang efektif. Bayi bisa menjadi cepat lelah saat menyusu, menelan banyak udara, dan akhirnya rewel atau sulit naik berat badan.
Ketika tongue tie tidak segera ditangani, masalahnya dapat berlanjut hingga fase balita atau anak usia sekolah. Kesulitan mengucapkan kata menjadi kendala saat anak bersosialisasi. Kadang orang tua mengira anak hanya terlambat bicara padahal ternyata akar masalahnya adalah tongue tie. Oleh sebab itu, deteksi dini sangat penting agar terapi wicara atau tindakan medis bisa dilakukan sebelum muncul masalah yang lebih besar. Evaluasi oleh dokter gigi anak atau terapis wicara menjadi langkah awal yang bijak.
Perbedaan Gerakan Lidah Normal dan Tongue Tie
Salah satu perbedaan mendasar antara lidah normal dan tongue tie adalah kemampuan gerak. Lidah normal bisa terangkat tinggi, menjulur ke depan dengan baik, dan fleksibel bergerak ke segala arah. Gerakan ini penting untuk membentuk suku kata, menelan air liur, dan membersihkan rongga mulut. Pada tongue tie, gerakan ini terbatas dan terlihat kaku. Ujung lidah sulit bergerak ke atas, sehingga anak biasanya hanya dapat menggerakkan bagian belakang lidah.
Selain itu, anak dengan tongue tie umumnya kesulitan menjulurkan lidah melewati bibir. Mereka mungkin berusaha keras menirukan bunyi tertentu tetapi hasilnya tetap tidak jelas. Dari luar, posisi lidah juga terlihat lebih rendah di dalam rongga mulut. Ini menyebabkan bunyi seperti /r/ atau /l/ terdengar samar atau tidak terbentuk sempurna. Kebiasaan menggigit makanan juga dapat terganggu karena lidah tidak mampu membantu mengarahkan makanan ke sisi geraham dengan benar.
Baca juga artikel: Speech Pathologist Dewasa
Dampak Tongue Tie Terhadap Perkembangan Bicara
Tongue tie dapat berdampak besar pada perkembangan fonologi anak. Bunyi-bunyi yang membutuhkan posisi lidah tinggi, seperti /t/, /d/, atau /l/, sulit diproduksi. Anak jadi terbiasa menggantinya dengan bunyi lain atau menghilangkan bunyi tersebut sama sekali. Akibatnya, banyak orang di sekitar yang tidak memahami perkataan anak, sehingga menimbulkan frustrasi dan rasa minder. Hal ini berdampak pada interaksi sosial dan menurunkan kepercayaan diri anak di lingkungan bermain atau sekolah.
Masalah lain yang muncul adalah kecepatan bicara yang lebih lambat karena anak harus mencari cara memproduksi suara alternatif. Beberapa anak bahkan mengembangkan pola kompensasi yang salah, seperti menekan bibir berlebihan atau menggerakkan rahang berlebih. Jika terus dibiarkan, pola salah ini bisa bertahan sampai dewasa. Terapi wicara dengan stimulasi latihan lidah akan lebih sulit jika tongue tie belum diatasi melalui tindakan medis yang sesuai.
Apakah Tongue Tie Selalu Perlu Dioperasi?
Tidak semua tongue tie harus dioperasi. Banyak faktor yang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan tindakan frenotomi atau frenuloplasty, misalnya seberapa besar hambatan fungsi bicara, menelan, atau menyusu. Jika tongue tie ringan dan anak tetap bisa berbicara jelas, tindakan operasi tidak selalu menjadi pilihan utama. Namun, jika sudah mempengaruhi nutrisi, pertumbuhan, atau perkembangan bicara, dokter biasanya menyarankan tindakan pemotongan frenulum.
Prosedur frenotomi relatif sederhana dan aman dilakukan oleh dokter gigi anak atau spesialis THT. Pemulihan pasca tindakan juga cukup cepat, biasanya anak hanya perlu waktu beberapa hari untuk beradaptasi. Setelah prosedur, terapi wicara tetap diperlukan untuk melatih otot lidah agar fungsi bicara optimal. Orang tua perlu mendampingi proses ini agar anak merasa nyaman dan berani mencoba pola gerakan lidah baru.
Bagaimana Proses Pemeriksaan Tongue Tie?
Pemeriksaan tongue tie bisa dilakukan sejak bayi baru lahir. Dokter akan melihat bentuk lidah, panjang frenulum, serta kemampuan gerakan lidah. Pada anak yang lebih besar, terapis wicara akan mengevaluasi fungsi bicara, posisi lidah saat mengucapkan huruf, dan pola menelan. Jika perlu, tes penilaian fungsi makan juga ditambahkan untuk melihat bagaimana lidah berperan dalam mengatur makanan.
Penilaian ini bersifat menyeluruh agar tidak hanya fokus pada bentuk lidah, tetapi juga mempertimbangkan kemampuan fungsional. Terapis biasanya bekerja sama dengan dokter anak atau dokter gigi anak untuk menentukan langkah intervensi. Pemeriksaan berkala juga penting untuk memastikan fungsi lidah berkembang sesuai usia anak. Jika ditemukan hambatan, rencana terapi akan dibuat secara individual.
Peran Terapi Wicara Setelah Prosedur Tongue Tie
Setelah prosedur frenotomi, anak perlu menjalani terapi wicara agar gerakan lidahnya terlatih optimal. Tujuannya untuk memulihkan pola gerak lidah, memperbaiki artikulasi, dan membantu proses bicara lebih lancar. Terapi ini juga melatih koordinasi otot oral lain, seperti bibir dan rahang, supaya proses menelan dan mengunyah berjalan lebih baik. Dengan stimulasi yang rutin, anak akan terbiasa memanfaatkan kemampuan lidahnya secara maksimal.
Sesi terapi bisa berlangsung beberapa minggu hingga bulan tergantung kebutuhan. Biasanya, latihan akan dimulai dari gerakan lidah dasar, kemudian dilanjutkan ke latihan produksi bunyi yang lebih kompleks. Orang tua dianjurkan terlibat agar latihan juga bisa dilakukan di rumah. Kolaborasi ini terbukti mempercepat progres anak untuk berbicara lebih jelas.
Perbedaan Pengucapan Anak Dengan Lidah Normal dan Tongue Tie
Anak dengan lidah normal umumnya cepat meniru bunyi dari orang dewasa di sekitarnya. Mereka mampu memproduksi variasi bunyi dengan jelas, mulai dari vokal hingga konsonan yang rumit. Sedangkan anak dengan tongue tie sering kesulitan mengucapkan bunyi konsonan tertentu karena posisi lidah tidak ideal. Akibatnya, kalimat yang diucapkan terdengar samar atau kurang dimengerti lawan bicara. Ketika hal ini tidak diperbaiki, anak bisa menjadi ragu untuk berbicara di depan banyak orang.
Hal ini juga berdampak pada proses belajar membaca dan menulis di sekolah. Anak yang tidak bisa mengucapkan huruf tertentu berisiko kebingungan saat mengeja atau membaca kata. Kesulitan tersebut bisa menghambat prestasi akademik dan kemampuan bersosialisasi. Dengan terapi wicara yang tepat, hambatan ini dapat diminimalkan sedini mungkin. Anak pun lebih percaya diri menyampaikan pendapatnya.
Studi Penelitian Tentang Tongue Tie
Menurut penelitian Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga, tongue tie berpengaruh signifikan terhadap fungsi bicara dan pola menyusu bayi. Studi tersebut merekomendasikan evaluasi dini agar gangguan fungsi bicara tidak berlarut-larut. Hasil riset memperkuat fakta bahwa intervensi cepat di usia dini dapat meminimalkan gangguan perkembangan bahasa. (Sumber: Jurnal Kedokteran Gigi Unair).
Bukti ilmiah ini menjadi rujukan bagi dokter, terapis, dan orang tua untuk tidak menyepelekan kondisi tongue tie. Pemeriksaan sejak dini sangat disarankan, terutama jika anak menunjukkan tanda-tanda kesulitan berbicara. Dengan demikian, penanganan yang diberikan dapat lebih tepat sasaran dan tidak menunggu anak frustrasi karena tidak mampu berkomunikasi.
Tongue Tie Bukan Masalah Sepele
Perbedaan lidah normal dan tongue tie mungkin terlihat kecil secara anatomi, namun efeknya bisa sangat besar terhadap fungsi komunikasi dan nutrisi anak. Tongue tie memengaruhi banyak aspek mulai dari kemampuan mengisap susu, mengunyah, menelan, hingga berbicara. Dengan pemeriksaan dan terapi yang tepat, gangguan ini bisa ditangani sedini mungkin sebelum berdampak pada perkembangan sosial dan akademik anak. Orang tua diharapkan lebih waspada jika anak kesulitan mengucapkan kata atau tampak frustrasi saat berbicara.

Jangan ragu berkonsultasi dengan dokter atau terapis wicara jika muncul tanda-tanda tongue tie. Semakin cepat ditangani, semakin baik hasilnya untuk masa depan komunikasi anak. Pendekatan kolaboratif antara keluarga, dokter, dan terapis adalah kunci keberhasilan intervensi tongue tie. Dengan perawatan yang tepat, anak akan tumbuh lebih percaya diri dan memiliki kemampuan bicara yang optimal.
Baca juga artikel: Terapi Wicara Untuk Stroke Dewasa
Informasi Pemesanan
Jika Anda membutuhkan layanan terapi wicara setelah tindakan tongue tie atau evaluasi gangguan bicara lainnya, Anda dapat menghubungi Wicaraku. Tim profesional kami siap membantu anak maupun dewasa untuk mencapai kemampuan komunikasi yang lebih baik.
Telepon: +62 856-5790-1160
WhatsApp: +62 895-4151-54575
Email: info@wicaraku.id
Alamat: QP Office, Perkantoran Tanjung Mas Raya, Blok B1. No. 44, Jakarta Selatan, 12530
Jadwal: Senin – Minggu | 09:00 – 18:00
Terakhir diperbarui : Senin, 7 Juli 2025
Referensi penulisan:
KlikDokter. “Orang Tua Wajib Tahu, Ini Cara Deteksi Tongue-tie pada Bayi“, https://www.klikdokter.com/ibu-anak/kesehatan-bayi/perbedaan-lidah-normal-dan-tongue-tie?srsltid=AfmBOopSCc7Vx97588EUuqJfpCIjwky8gVh4mzWawRHihFzAzAtvp9V9, diakses 7 Juli 2025.
Haibunda. “Kenali Bedanya Lidah Normal dan Tongue Tie yang Bisa Hambat Bayi Menyusu“, https://www.haibunda.com/menyusui/20221106202350-54-288726/kenali-bedanya-lidah-normal-dan-tongue-tie-yang-bisa-hambat-bayi-menyusu, diakses 7 Juli 2025.
Liputan6. “Perbedaan Lidah Normal dan Tongue Tie, Ketahui Dampaknya terhadap Tumbuh Kembang Bayi“, https://www.liputan6.com/hot/read/5589430/perbedaan-lidah-normal-dan-tongue-tie-ketahui-dampaknya-terhadap-tumbuh-kembang-bayi, diakses 7 Juli 2025.

















