Wicaraku | Jasa Terapi Wicara ke Rumah

Makanan Keras untuk Latihan Mengunyah

Ditulis oleh Penulis Wicaraku

Makanan Keras untuk Latihan Mengunyah

Makanan Keras untuk Latihan Mengunyah,Banyak orang tua mungkin berpikir bahwa mengunyah hanyalah kebiasaan makan biasa. Padahal, kemampuan mengunyah merupakan bagian penting dari perkembangan motorik oral yang sangat memengaruhi kemampuan bicara dan koordinasi otot wajah anak. Dalam dunia terapi wicara, latihan mengunyah memiliki peran vital untuk memperkuat otot-otot mulut dan rahang yang nantinya mendukung kemampuan anak dalam berbicara dengan lebih jelas dan percaya diri.

Gambar seorang anak kecil sedang makan
Sumber gambar : Freepik

Salah satu pendekatan yang mulai sering digunakan oleh terapis adalah memberikan makanan keras yang aman dan sesuai usia sebagai media latihan mengunyah. Artikel ini akan membahas secara lengkap jenis-jenis makanan keras untuk latihan mengunyah, mengapa penting bagi anak dengan keterlambatan bicara, serta bagaimana Anda bisa mulai menerapkannya di rumah.

Makanan Keras untuk Latihan Mengunyah

Proses mengunyah bukan sekadar aktivitas fisik saat makan, tetapi juga melibatkan koordinasi kompleks antara otot rahang, pipi, lidah, dan bibir. Kemampuan mengunyah yang baik akan membantu memperkuat otot-otot tersebut, yang sangat berperan dalam produksi suara dan artikulasi kata. Anak yang jarang diberi tantangan untuk mengunyah makanan keras cenderung memiliki otot mulut yang lemah, sehingga berdampak pada kejelasan pelafalan dan kestabilan suara. Hal ini terutama terjadi pada anak-anak dengan keterlambatan bicara atau kondisi lain seperti gangguan oral motorik. Oleh karena itu, latihan mengunyah bisa menjadi strategi tidak langsung dalam meningkatkan kemampuan bicara anak.

Latihan mengunyah juga membantu anak melatih pola gerakan rahang dan lidah, dua elemen penting dalam pembentukan suara saat berbicara. Anak yang terbiasa mengunyah makanan dengan tekstur bervariasi biasanya lebih siap dalam melakukan transisi ke kemampuan bicara yang lebih kompleks. Ini karena struktur otot yang terbentuk melalui proses mengunyah akan membantu dalam menghasilkan suara-suara fonem yang membutuhkan kekuatan dan fleksibilitas otot mulut. Maka tak heran jika banyak terapis wicara merekomendasikan latihan mengunyah sebagai bagian dari rutinitas terapi motorik oral yang komprehensif.

Kapan Waktu yang Tepat untuk Memulai Latihan Mengunyah?

Pertanyaan umum yang sering diajukan orang tua adalah kapan sebaiknya anak mulai diperkenalkan dengan makanan keras sebagai bagian dari latihan mengunyah. Jawabannya adalah saat anak sudah siap secara fisiologis dan telah menunjukkan minat terhadap makanan padat, biasanya setelah usia 6 bulan dan saat sudah mampu duduk dengan stabil. Pada tahap awal, makanan keras tidak selalu berarti makanan yang benar-benar keras, tetapi makanan yang memiliki tekstur lebih padat dibandingkan puree atau bubur. Misalnya, potongan buah yang tidak terlalu lunak, biskuit khusus bayi, atau sayuran kukus yang masih punya resistensi saat dikunyah.

Untuk anak yang lebih besar, terutama yang mengalami keterlambatan bicara, waktu terbaik untuk memulai latihan ini adalah setelah berkonsultasi dengan terapis wicara atau terapis okupasi. Mereka akan menilai kekuatan otot rahang, kontrol lidah, dan kemampuan menelan anak untuk memastikan bahwa latihan ini aman dilakukan. Menggunakan makanan keras sebagai alat bantu terapi tentu harus disesuaikan dengan kemampuan anak agar tidak menimbulkan risiko tersedak. Latihan ini sebaiknya dilakukan secara bertahap dan diawasi penuh oleh orang tua atau pendamping terapi.

Jenis-Jenis Makanan Keras yang Aman untuk Latihan Mengunyah

Makanan keras yang digunakan untuk latihan tidak harus berupa makanan yang sulit dikunyah atau keras secara ekstrem. Yang terpenting adalah tekstur dan resistensi makanan tersebut dapat menstimulasi otot-otot rahang untuk bekerja lebih aktif. Beberapa contoh makanan yang direkomendasikan untuk latihan mengunyah antara lain wortel kukus, apel potong, jagung rebus, potongan keju padat, roti kering, atau biskuit gandum. Semua pilihan ini perlu disesuaikan dengan usia dan kemampuan motorik oral anak.

Beberapa makanan tradisional Indonesia seperti emping, singkong goreng, atau tahu isi yang agak padat juga bisa digunakan untuk variasi latihan mengunyah, tentu dengan pengawasan ketat agar tidak terlalu keras untuk anak-anak yang baru belajar. Kombinasi antara makanan lokal dan makanan modern justru akan memperluas pengalaman sensorik anak. Selain makanan, ada juga alat bantu khusus seperti chewable tubes atau chew toys yang aman digunakan untuk melatih kekuatan rahang secara bertahap. Alat ini bisa digunakan secara alternatif atau saat anak belum siap mengunyah makanan padat dalam porsi besar.

Dampak Latihan Mengunyah pada Perkembangan Bicara

Manfaat langsung dari latihan mengunyah terlihat pada perkembangan kekuatan dan koordinasi otot-otot mulut, terutama rahang dan lidah. Dalam terapi wicara, kekuatan ini sangat penting untuk menghasilkan suara yang jelas dan konsisten. Anak-anak yang rutin melakukan latihan mengunyah biasanya menunjukkan kemajuan signifikan dalam pelafalan bunyi-bunyi konsonan, terutama bunyi yang membutuhkan tekanan otot seperti /p/, /b/, /t/, dan /d/. Selain itu, anak juga menjadi lebih nyaman dengan pergerakan lidah yang diperlukan untuk artikulasi yang tepat.

Latihan mengunyah juga memperkuat refleks oral dan membantu anak lebih siap untuk melakukan latihan fonetik yang lebih kompleks dalam terapi wicara. Refleks ini sangat penting dalam produksi suara dan juga dalam proses menelan yang efisien. Anak yang memiliki kekuatan otot mulut yang baik juga cenderung memiliki pola makan yang lebih baik dan lebih mampu mengelola berbagai tekstur makanan, yang pada akhirnya meningkatkan kualitas gizi mereka. Maka dari itu, latihan mengunyah memiliki manfaat jangka pendek dan jangka panjang dalam mendukung komunikasi verbal yang efektif dan kebiasaan makan yang sehat.

Baca juga artikel: Biaya Terapi Wicara Di Surabaya

Apakah Semua Anak Bisa Melakukan Latihan Mengunyah?

Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah apakah semua anak dengan keterlambatan bicara atau gangguan bicara cocok untuk melakukan latihan mengunyah. Jawabannya adalah tergantung pada kondisi individu dan diagnosis yang menyertainya. Anak-anak dengan gangguan neuromuskular, gangguan motorik parah, atau disfagia (gangguan menelan) mungkin memerlukan pendekatan yang sangat hati-hati atau alternatif lain sebelum diberikan makanan keras. Konsultasi dengan terapis wicara dan dokter anak sangat penting untuk menilai kesiapan anak dan menentukan strategi yang paling aman dan efektif.

Pada anak yang sudah mendapatkan lampu hijau dari profesional, latihan mengunyah bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat. Dengan pengawasan yang tepat, orang tua bisa menjadikan kegiatan ini sebagai bagian dari rutinitas makan sehari-hari. Misalnya, menyajikan makanan dalam potongan kecil yang bisa digenggam sendiri oleh anak, memberikan pilihan rasa dan tekstur yang bervariasi, serta memberikan pujian ketika anak mencoba mengunyah dengan baik. Pendekatan positif ini akan membuat anak lebih percaya diri dan tidak takut mencoba makanan baru.

Peran Orang Tua dalam Mendukung Latihan Mengunyah

Orang tua memiliki peran yang sangat besar dalam mendukung latihan mengunyah anak di rumah. Peran ini tidak hanya sebatas menyediakan makanan, tetapi juga menjadi motivator dan pengawas selama proses latihan berlangsung. Anak-anak yang merasa didukung dan diajak bermain dalam proses latihan cenderung lebih cepat menunjukkan perkembangan. Mengajak anak berbicara saat makan, memberi contoh cara mengunyah yang benar, dan menciptakan suasana makan yang tenang dan menyenangkan adalah strategi yang bisa diterapkan di rumah.

Konsistensi juga merupakan kunci keberhasilan. Latihan mengunyah sebaiknya dilakukan secara rutin, minimal satu kali dalam sehari dengan durasi yang cukup. Jika anak belum menunjukkan kemajuan, jangan langsung berkecil hati. Beberapa anak membutuhkan waktu lebih lama untuk beradaptasi dengan tekstur makanan tertentu. Yang terpenting adalah memastikan bahwa proses ini tidak membuat anak merasa tertekan atau dipaksa. Dengan pendekatan yang lembut dan menyenangkan, latihan ini justru bisa memperkuat hubungan emosional antara anak dan orang tua.

Integrasi Latihan Mengunyah dengan Terapi Wicara Profesional

Latihan mengunyah akan lebih efektif jika dijalankan bersamaan dengan sesi terapi wicara profesional. Terapis akan membantu menilai kebutuhan motorik oral anak secara menyeluruh dan memberikan panduan latihan yang sesuai. Selain itu, mereka juga bisa merekomendasikan alat bantu khusus atau jenis makanan tertentu berdasarkan kondisi anak. Integrasi ini membuat proses terapi menjadi lebih komprehensif dan hasilnya lebih maksimal.

Gambar seorang anak sedang makan dengan kedua orangtuanya
Sumber gambar : freepik

Beberapa pusat terapi kini bahkan menyediakan program khusus motorik oral yang mengombinasikan latihan mengunyah, pengucapan bunyi, dan aktivitas menyenangkan lainnya. Pendekatan ini terbukti efektif dalam membantu anak-anak dengan speech delay atau gangguan artikulasi. Anak tidak hanya belajar bicara, tetapi juga belajar menikmati prosesnya. Kolaborasi antara orang tua, terapis, dan anak akan menciptakan lingkungan yang ideal untuk perkembangan kemampuan komunikasi yang lebih baik.

Baca juga artikel: Terapi Wicara Wilayah Palembang

Informasi Pemesanan

Untuk informasi lebih lanjut atau pemesanan layanan terapi wicara yang terintegrasi dengan latihan motorik oral dan rekomendasi makanan keras untuk latihan mengunyah, Anda dapat menghubungi:

Telepon: +62 856-5790-1160
WhatsApp: +62 895-4151-54575
Email: info@wicaraku.id
Alamat: QP Office, Perkantoran Tanjung Mas Raya, Blok B1. No. 44, Jakarta Selatan, 12530
Jam Layanan: Senin – Minggu | 09:00 – 18:00

Wicaraku siap membantu Anda dengan pendekatan terapi yang menyeluruh, aman, dan menyenangkan bagi anak Anda.

Terakhir diperbarui : Senin, 16 Juni 2025

Referensi penulisan:

Universitas Islam Indonesia. “MENGUNYAH MAKANAN SECARA PERLAHAN SEPERTI ANJURAN RASULULLAH, APA MANFAATNYA?“, https://fk.uii.ac.id/mengunyah-makanan-secara-perlahan-seperti-anjuran-rasulullah-apa-manfaatnya/, diakses 16 Juni 2025.

ARK Therapeutic. “Not Chewing Soft Foods?“, https://www.arktherapeutic.com/blog/not-chewing-soft-foods/?srsltid=AfmBOorprASf6njqFVOFKPN2QtLegnfwWcoxlFIeScooGuBsXzJXSGhl, diakses 16 Juni 2025.

Nature. “Effect of attention on chewing and swallowing behaviors in healthy humans“, https://www.nature.com/articles/s41598-019-42422-4, diakses 16 Juni 2025.

Berlangganan Berita Terbaru Kami

Dapatkan pembaruan dan belajar dari yang terbaik

Segera Pesan Layanan Terapi Wicara untuk Hasil Terbaik!

Dapatkan layanan terapi wicara profesional untuk anak maupun dewasa. Bantu tingkatkan kemampuan komunikasi sejak dini.

Segera Pesan Layanan Terapi Wicara untuk Hasil Terbaik!

Dapatkan layanan terapi wicara profesional untuk anak maupun dewasa. Bantu tingkatkan kemampuan komunikasi sejak dini.

Layanan Kami

Konsultasi Gratis

Konsultasi via WhatsApp gratis untuk selamanya.

Earl Package

  • 6x Kunjungan
  • 45 – 60 Menit/Kunjungan
  • Menggunakan talk tools
  • Pesan Hari ini, bisa langsung datang

King Package

  • 8x Kunjungan
  • 45 – 60 Menit/Kunjungan
  • Menggunakan talk tools
  • Pesan Hari ini, bisa langsung datang

Emperor Package

  • 12x Kunjungan
  • 45 – 60 Menit/Kunjungan
  • Menggunakan talk tools
  • Pesan Hari ini, bisa langsung datang

Crown Package

  • 15x Kunjungan
  • 45 – 60 Menit/Kunjungan
  • Menggunakan talk tools
  • Pesan Hari ini, bisa langsung datang

Royal Package

  • 30x Kunjungan
  • 45 – 60 Menit/Kunjungan
  • Menggunakan talk tools
  • Pesan Hari ini, bisa langsung datang