Daftar Isi
ToggleSusu Formula Untuk Balita Telat Bicara, Banyak orang tua mencari “jalan cepat” saat balita telat bicara, dan susu formula sering ikut disebut-sebut sebagai solusinya. Pertanyaannya sederhana: apakah susu formula benar-benar bisa membantu perkembangan bicara, atau ini hanya mitos yang kebetulan viral? Jawabannya tidak hitam-putih. Nutrisi memang penting untuk perkembangan otak, tetapi tidak ada satu jenis susu yang bisa “menyembuhkan” keterlambatan bicara.

Artikel ini membantu Anda menilai fakta secara tenang. Kita bahas kapan susu formula bisa bermanfaat, kapan justru tidak perlu, dan langkah yang lebih tepat agar anak mendapat bantuan yang benar.
Telat Bicara pada Balita: Patokan yang Realistis
Istilah telat bicara sering dipakai untuk kondisi yang sebenarnya berbeda-beda. Ada anak yang kosa katanya sedikit, ada yang paham tapi sulit mengucap, ada yang jarang merespons, ada yang bicara tetapi sulit dipahami. Jadi, sebelum menyimpulkan, Anda perlu patokan dasar.
Sebagai gambaran, di usia 2 tahun anak umumnya sudah bisa menggabungkan minimal dua kata, misalnya “mau susu”, dan mampu menunjuk atau merespons permintaan sederhana. Di usia 3 tahun, anak biasanya sudah bisa melakukan percakapan bolak-balik sederhana dan lebih sering dipahami orang lain.
Kalau anak Anda belum mendekati kemampuan tersebut, itu sinyal untuk evaluasi. Bukan untuk panik, tetapi untuk bergerak lebih cepat dengan langkah yang tepat.
Baca juga artikel: Terapi Panggilan Wicara Dewasa Terdekat Jawa Tengah, Program Terarah untuk Pulih Bicara
Susu Formula dan Perkembangan Bicara: Apa Hubungannya?
Nutrisi berperan sebagai “bahan bakar” perkembangan otak dan saraf. Kekurangan zat gizi tertentu bisa mengganggu perhatian, energi, dan kemampuan belajar. Dalam konteks bahasa, anak yang kurang energi atau kurang zat besi misalnya, bisa terlihat mudah lelah, kurang fokus, dan kurang responsif saat diajak interaksi. Penelitian juga menunjukkan hubungan antara defisiensi besi/anemia dan gangguan perkembangan kognitif, termasuk area yang berkaitan dengan belajar dan bahasa.
Namun ini poin penting: susu formula bukan “obat telat bicara”. Bicara adalah keterampilan yang tumbuh dari kombinasi pematangan otak, kualitas interaksi, stimulasi, pendengaran, dan kondisi perkembangan lain. Kalau masalah utamanya ada pada pendengaran, pemahaman bahasa, atau hambatan neurologis, mengganti susu saja tidak cukup.
Jadi, susu formula bisa membantu hanya jika memang ada masalah nutrisi atau asupan yang mendasari. Kalau nutrisi sudah baik, menambah formula biasanya tidak memberi efek besar pada kemampuan bicara.
Mitos yang Paling Sering Muncul Tentang Susu dan Speech Delay
Mitos pertama: “Pakai susu tertentu, anak langsung cepat bicara.” Klaim seperti ini biasanya tidak didukung bukti kuat. Yang sering terjadi, anak memang sedang masuk fase perkembangan bahasa sehingga kebetulan membaik setelah orang tua mengganti susu.
Mitos kedua: “Kalau anak telat bicara, berarti kurang DHA, jadi harus susu tinggi DHA.” DHA memang nutrisi penting untuk otak, tetapi efeknya tidak instan dan bukan satu-satunya faktor. Anak butuh pola makan dan stimulasi yang konsisten, bukan hanya menambah satu kandungan.
Mitos ketiga: “Semakin mahal susunya, semakin cepat progres.” Ini tidak otomatis benar. Kunci justru ada di kecukupan gizi total, kebiasaan makan, tidur, kesehatan, serta latihan komunikasi yang rutin.
Kalau Anda ingin pendekatan yang lebih aman, anggap susu sebagai pendukung nutrisi, bukan sebagai terapi utama keterlambatan bicara.
Kapan Susu Formula Bisa Membantu
Ada situasi di mana susu formula atau susu pertumbuhan memang bisa berguna sebagai bagian dari strategi nutrisi. Bukan untuk “mengobati telat bicara”, tetapi untuk memperbaiki kondisi tubuh yang memengaruhi kesiapan anak belajar.
Contohnya:
Anak sangat picky eater, asupan protein dan mikronutrien sering kurang
Berat badan sulit naik, nafsu makan rendah, atau sering jatuh sakit
Ada dugaan kekurangan zat besi, vitamin tertentu, atau asupan energi kurang
Anak sulit memenuhi kebutuhan gizi dari makanan padat, sehingga perlu dukungan sementara
Pada kondisi seperti ini, susu dapat membantu menutup celah gizi sambil Anda memperbaiki pola makan dan rutinitas harian. Namun tetap perlu penilaian tenaga kesehatan, terutama bila ada masalah pertumbuhan, alergi, diare kronis, atau muntah berulang.
Kapan Susu Formula Tidak Banyak Membantu
Jika anak telat bicara tetapi status gizinya baik, pertumbuhan sesuai, dan pola makannya cukup seimbang, mengganti susu biasanya tidak memberi perubahan berarti pada bahasa. Di fase ini, langkah yang lebih “mengubah permainan” biasanya adalah evaluasi penyebab dan latihan komunikasi yang terarah.
Selain itu, beberapa produk “toddler formula” dipromosikan seolah wajib untuk balita, padahal organisasi pediatri seperti American Academy of Pediatrics menilai sebagian besar balita tidak membutuhkannya dan beberapa produk bisa menyesatkan dari sisi pemasaran.
Artinya, keputusan memakai susu tambahan sebaiknya berbasis kebutuhan, bukan karena iklan atau tren.
Checklist Cepat: Jika Anda Tetap Ingin Mengecek Faktor Nutrisi
Anda tidak perlu menebak-nebak. Fokus pada indikator yang bisa diamati dan ditanyakan ke dokter.
Hal yang bisa Anda cek:
Apakah kurva pertumbuhan anak stabil atau menurun?
Apakah anak tampak cepat lelah, sulit fokus, atau nafsu makan sangat rendah?
Apakah anak jarang makan protein hewani/ sumber zat besi?
Apakah anak sering sembelit atau diare setelah konsumsi susu tertentu?
Apakah ada kebiasaan minum susu berlebihan sehingga anak malas makan?
Jika jawaban Anda “iya” pada beberapa poin, nutrisi memang layak dievaluasi. Tetapi jika tidak, prioritasnya sebaiknya pindah ke evaluasi perkembangan dan stimulasi bahasa.
Yang Lebih Berdampak daripada Ganti Susu
Kalau targetnya meningkatkan kemampuan bicara, ada tiga hal yang sering lebih berdampak daripada mengganti susu.
Pertama, pastikan pendengaran aman. Anak yang mengalami gangguan pendengaran ringan pun bisa tampak “telat bicara” karena input bahasa kurang jelas. Evaluasi THT atau tes pendengaran sering jadi langkah awal yang sangat masuk akal.
Kedua, ubah cara komunikasi di rumah menjadi lebih “mengundang bicara”. Misalnya, beri pilihan dua opsi (“mau pisang atau roti?”), tunggu respons beberapa detik sebelum membantu, dan ulang kata kunci dengan kalimat pendek. Kebiasaan kecil ini membantu anak belajar bahwa bicara punya fungsi.
Ketiga, lakukan intervensi dini jika perlu. Bila milestone jauh tertinggal atau ada red flag lain (misalnya tidak merespons nama, kontak mata minim, kehilangan kemampuan yang sudah pernah ada), Anda perlu evaluasi profesional lebih cepat. Panduan milestone dari CDC juga menekankan pentingnya bertindak lebih awal saat orang tua merasa khawatir.
Cara Memilih Susu yang Lebih Bijak Jika Memang Dibutuhkan
Jika dokter atau ahli gizi menyarankan dukungan susu, Anda tetap bisa memilih dengan pendekatan yang rasional, bukan emosional.

Prinsip praktis:
Utamakan toleransi pencernaan anak (tidak bikin diare, muntah, atau kembung berat)
Perhatikan kandungan gula tambahan; terlalu manis bisa mengganggu nafsu makan
Jangan jadikan susu pengganti makanan utama; susu adalah pelengkap
Pantau total asupan harian, bukan hanya “berapa gelas susu”
Jika anak dicurigai alergi protein susu sapi atau intoleransi tertentu, jangan ganti-ganti sendiri tanpa arahan tenaga medis. Salah pilih bisa memperburuk pencernaan dan membuat anak makin sulit makan, yang akhirnya berdampak ke energi dan fokus.
FAQ – Tanya Jawab Seputar Susu Formula dan Balita Telat Bicara
Q: Jadi susu formula bisa bikin balita cepat bicara atau tidak?
A: Kalau anak telat bicara karena masalah utama ada pada stimulasi, pendengaran, atau perkembangan, susu tidak akan jadi “penyelesai utama”. Susu baru terasa membantu jika ada masalah asupan atau kekurangan gizi yang membuat anak lemas, sulit fokus, atau pertumbuhannya terganggu.
Q: Anak saya picky eater. Apakah susu pertumbuhan boleh jadi solusi?
A: Boleh sebagai dukungan sementara, terutama jika sulit memenuhi kebutuhan gizi dari makanan. Namun tetap perlu strategi makan yang konsisten supaya anak tidak makin bergantung pada susu. Idealnya, susu membantu menutup celah gizi sambil pelan-pelan memperbaiki variasi makanan.
Q: Balita minum susu banyak tapi tetap telat bicara, kenapa?
A: Karena keterampilan bicara tidak hanya ditentukan oleh nutrisi. Anak butuh interaksi, latihan komunikasi, dan input bahasa yang cukup. Selain itu, jika susu terlalu banyak, anak bisa jadi kenyang dan makan padat berkurang, padahal makanan padat memberi variasi zat gizi yang penting.
Q: Kapan saya harus konsultasi kalau anak telat bicara?
A: Kalau anak jauh tertinggal dari milestone usianya, jarang merespons, tidak ada perkembangan bertahap, atau ada kekhawatiran lain seperti tantrum berat dan kesulitan memahami instruksi. Anda juga bisa konsultasi lebih cepat bila ragu, karena intervensi dini biasanya lebih efektif.
Q: Apakah ada tanda telat bicara yang harus segera diperiksa?
A: Jika anak tidak merespons suara/namanya, kehilangan kemampuan yang sebelumnya sudah ada, atau tampak tidak memahami komunikasi sederhana. Kondisi ini sebaiknya dievaluasi lebih cepat untuk memastikan penyebabnya tidak terlewat.
Baca juga artikel: Terapi Panggilan Dewasa Terdekat Daerah Jakarta, Terapis Datang ke Rumah Tanpa Antre dan Hemat Waktu
Informasi Pemesanan
Untuk Anda yang membutuhkan layanan terapi wicara anak atau dewasa ke rumah di daerah Jabodetabek, pemesanan dapat dilakukan melalui Wicaraku. Layanan tersedia setiap hari Senin hingga Minggu pukul 09:00–18:00. Anda bisa menghubungi telepon di +62 855-9216-4058 atau WhatsApp di +62 895-4151-54575 untuk informasi lebih lanjut. Konsultasi juga dapat dilakukan melalui email di info@wicaraku.id. Kantor kami berlokasi di QP Office, Perkantoran Tanjung Mas Raya, Blok B1 No. 44, Jakarta Selatan, 12530.
Terakhir diperbarui : Senin, 23 Februari 2026
Referensi penulisan:
Jurnal STKIPMB. “Ketahui 24 Manfaat Susu Soya untuk Anak Telat Bicara, Dukung Otak Bicara“, https://jurnal.stkipmb.ac.id/manfaat-susu-soya-untuk-anak-telat-bicara-jurnal-repository/, diakses 23 Februari 2026.
National Institutes of Health (NIH). “Soy Infant Formula may be Associated with Autistic Behaviors“, https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC4229689/, diakses 23 Februari 2026.
Jurnal ANTASARI. “Ketahui 19 Manfaat Susu Soya untuk Anak Telat Bicara, Stimulasi Optimal“, https://jurnal.iain-antasari.ac.id/manfaat-susu-soya-untuk-anak-telat-bicara-jurnal-antasari/, diakses 23 Februari 2026.

















