Jasa Terapi Wicara ke Rumah Profesional di Indonesia – Wicaraku

Header Wicaraku
🎉 Promo Spesial! Wicaraku × Blibli — Diskon Rp200.000 & Rp300.000  Pesan Sekarang →

Mengenal Mutisme, Faktor Genetik dan Penanganannya

Ditulis oleh Penulis Wicaraku

Sejauh ini patofisiologi mutisme selektif masih belum diketahui pasti, namun diduga melibatkan jalur serotonin. Jalur serotonin ini adalah mediator kecemasan serta pikiran obsesif yang dapat dipengaruhi oleh hiperkortisolisme karena meningkatnya aktivitas.

Kondisi ini mengakibatkan seseorang sulit bicara atau memilih diam dalam situasi tertentu walaupun sebenarnya fisiknya tidak ada gangguan bicara. Pada anak-anak biasanya muncul sebagai respon kecemasan sosial atau adanya tekanan emosional.

Sayangnya masih ada masyarakat menyalahpahami kondisi ini sehingga membuat penderitanya mengalami penurunan kepercayaan diri. Aka penting mencari tahu awal mula penyebabnya dan cara mengatasinya agar dapat menjalani kehidupan sehari-hari dengan nyaman.

Sumber gambar: Freepik

Stigma Sosial tentang Penderita Mutisme dan Interaksinya

Selective Mutism (SM) merupakan gangguan kecemasan yang melumpuhkan sehingga mencegah penderitanya untuk berbicara dalam situasi tertentu, kebanyakan di luar rumah. Beberapa penelitian mengungkapkan orang tua banyak yang tidak menyadarinya.

Pandangan lainnya muncul bahwa penderita SM ini tidak cukup mendapatkan atau diajarkan rangsangan sosial dari orang tuanya. Penting sekali bagi penderitanya agar mendapatkan bantuan memadai untuk mencegah penderitaan mutism terus berlanjut.

Mutism sendiri awalnya dianggap sebagai varian awal dari gangguan kecemasan dengan ciri-ciri gangguan interaksi sosial dan komunikasi. Mirip dengan gangguan sprektrum autisme di mana keduanya menunjukkan kemungkinan adanya kesamaan patofisiologi.

Tingkat kecemasan sosial bisa meningkat tajam pada anak-anak mutisme dengan gangguan sprektrum autisme tadi. Kondisi tersebut lebih dari sekadar rasa malu atau tidak ingin berbicara, tapi merupakan kondisi psilogis yang signifikan.

Mutism ini dapat mempengaruhi interaksi sosial, kesejahteraan emosional, dan prestasi akademis. Dampak mutism sendiri sering melewati masa kanak-kanak dan memengaruhi perkembangan sosial, harga dirinya, serta kemampuan individu.

Selective mutism masih kurang relatif dan disalahpahami di ruang publik. Kesadaran serta pemahaman umum orang lain mengenai kondisi ini masih terbatas sehingga sering menimbulkan kesalahpahaman hingga kesalahan stereotip.

Pemahaman orang-orang tentang gangguan ini masih terbatas, sehingga banyak yang masih salah paham. Misalnya mengira bahwa penderita mutism adalah orang-orang pemalu ekstrem karena sikap diamnya disengaja.

Kesalahpahaman tentang mutism yang tidak segera diatasi bisa semakin memperlebar stigma masyarakat dan menambah tantangan bagi para penderitanya. Tapi seiring berkembangnya pemahaman masyarakat diharapkan penderita SM dapat bersosialisasi tanpa ketakutan.

Baca juga artikel: Mengenal Selektif Mutisme Adalah, Definisi dan Gejalanya

Peran Genetik dalam Mutisme, Adakah Faktor Turunan yang Mempengaruhi?

SM dapat terjadi pada seseorang karena 3 faktor yaitu genetik, psikologis, atau lingkungan (selama orang tersebut bertumbuh). Faktor genetik sendiri berasal dari riwayat keluarga dengan kemungkinan gangguan berikut.

1. Keterkaitan dengan Gangguan Kecemasan

Genetik memainkan peran dalam kecenderungan mengembangkan gangguan kecemasan atau anxiety. Anak-anak yang lahir dalam keluarga dengan riwayat tersebut rentan mengalami selective mutism kemudian berdampak pada perilaku berbicaranya.

SM juga berkaitan dengan riwayat gangguan lain dari keluarga. Misalnya ADHD, mood disorders, atau PTSD sehingga bentuk responnya adalah dengan tidak berbicara di lingkungan tertentu.

2. Peran Genetik dalam Regulasi Emosi dan Stres

Variasi genetik juga mempengaruhi sistem neurotransmiter seperti serotonin dan dopamin yang mempengaruhi kemampuan penderitanya dalam mengatur emosi. Jika ada kecenderungan genetik pada mood disorders, maka rentan mengarah pada kondisi mutisme.

3. Komponen Neurobiologis

Area otak seperti amigdala (mengatur emosi, kecemasan) dan korteks prefontal (mengatur perilaku, mengambil keputusan) mempengaruhi terjadinya mutism. Misalnya pada SM, aktivitas berlebihan terjadi di amigdala sehingga anxiety penderitanya meningkat.

Pada dasarnya peran biologis atau genetik dalam SM sangat kompleks dan berinteraksi dengan faktor lainnya seperti psikologis atau lingkungan. Perlu mencari tahu penyebab terjadinya mutism oleh profesional medis.

Sumber gambar: Freepik

Rehabilitasi Kognitif dan Motorik bagi Penderita Mutisme

Program rehabilitas kognitif atau perilaku bagi penderita mutism dilakukan melalui sesi terapi tatap muka dan berbasis komputer (bisa juga mengombinasikan keduanya). Fokusnya adalah meningkatkan kepercayaan diri penderitanya.

Dalam sesi terapi kognitif tersebut, pasien akan dibantu mengembangkan keterampilan regulasi emosi, mengurangi kecemasan, dan hidup tanpa harus merasa ketakutan. Salah satu pendekatan umum adalah CBT.

Terapi ini akan memperkenalkan pasien SM secara perlahan pada situasi yang menimbulkan kecemasan. Mulai dari situasi aman kemudian bertahap ke situasi menantang, sehingga melatih kenyamanannya dalam berbicara di lingkungan sosial.

Sedangkan dalam program rehabilitasi motorik biasanya terjadi pada kasus-kasus mutisme yang disertai dengan masalah kontrol otot. Maka jenis rehabilitasi ini dilakukan untuk memperbaiki kontrol vokal maupun koordinasi motorik ketika berbicara.

Beberapa komponen rehabilitasi tersebut antara lain latihan vokal, terapi wicara, latihan motorik untuk koordinasi fisik, terapi sensori, integrasi sensori. Rehabilitasi motorik bertujuan agar anak-anak merasa nyaman dan percaya diri mengeluarkan suaranya.

Apalagi perkembangan teknologi semakin memungkinkan perawatan yang lebih berorientasi dan disesuaikan dengan kebutuhan pasien. Intinya kedua jenis rehabilitasi tersebut perlu pendekatan multidisipliner.

Pendekatan tersebut mencakup kolaborasi antara terapis dengan psikolog dan penyesuaian terapi sesuai kemajuan/perkembangan pasiennya. Misalnya pasien lebih nyaman berbicara di rumah, maka fokus terapi adalah memperkenalkan ke lingkungan yang lebih luas.

Baik rehabilitasi kognitif maupun motorik, keduanya perlu dukungan pihak keluarga. Sebab keluarga berperan penting dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi pasien sekaligus mampu memberi umpan balik positif untuk membangun kepercayaan diri.

Baca juga artikel: Diagnosis Gangguan Kecemasan Mutisme dan Penyembuhannya

Pengaruh Terapi Wicara terhadap Penyembuhan Mutisme

Terapi wicara disediakan oleh ahli patologi wicara bahasa yang berkualifikasi dan berlisensi. Walaupun terapi ini bisa fokus pada berbagai kondisi, tapi salah satu tujuan utamanya adalah meningkatkan komunikasi fungsional.

Upaya terapi wicara untuk membantu pasien mutism hidup dengan percaya diri adalah dengan mengembangkan keterampilan komunikasi. Intervensi komunikasi hanya fokus di bagian-bagian kecil seperti artikulasi dan lain-lain.

Upaya lainnya adalah belajar membangun hubungan serta berinteraksi dengan orang lain. intervensi dapat berupa terapi bermain strategi adaptif, cerita sosial, hingga pendidikan pengasuh untuk menciptakan percakapan yang sehat.

Adapun sesi terapi wicara pada penderita mutisme dapat difokuskan pada pemberian mekanisme dan strategi menanggulangi rasa takut maupun kecemasan mereka. Khususnya jika hal tersebut terjadi pada situasi-situasi tak terduga.

Selective mutism dapat menjadi gangguan yang melemahkan sehingga mempengaruhi kemampuan anak dalam mengembangkan keterampilan sosialnya. Sebagai orang tua, Anda perlu mencari wadah bimbingan profesional untuk evaluasi.

Terapi Wicara untuk Atasi Gejala Mutism

Wicaraku adalah terapi wicara yang tepat untuk menangani anak-anak dengan gejala selective mutism. Kami menggunakan pendekatan multidisipliner, terpersonalisasi, aman, dan ramah anak karena berfokus pada kesejahteraan mereka.

Karena itulah kami membantu anak-anak mutisme dalam mengelola emosi mereka dengan beragam teknik sesuai kebutuhan. kami juga mengedukasi pentingnya pengaturan emosi hingga terapi seni maupun musik yang dipersonalisasikan.

Wicaraku memungkinkan pendekatan bertahap dan fleksibel, bisa dimulai dari lingkungan paling aman menurut mereka seperti rumah. Kemudian perlahan kami perkenalkan ke lingkungan publik sambil memberi waktu untuk beradaptasi.

Kami menyediakan sistem evaluasi juga monitoring berkala untuk memantau kemajuan pasien dalam terapi. Tentunya dengan kolaborasi bersama profesional lain, kami ingin menjadi wadah tempat anak Anda sembuh.

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Wicaraku di nomor +62895415154575. Segera dapatkan bantuan terapi wicara efektif bagi penderita mutisme untuk meraih kualitas komunikasi yang lebih baik.

Referensi penulisan:

Halodoc. “Apakah Terapi Wicara Ampuh Atasi Mutisme?”, https://www.halodoc.com/artikel/apakah-terapi-wicara-ampuh-atasi-mutisme, diakses pada 16 Januari 2025.

Alodokter. “Selective Mutism, Gangguan Kecemasan yang Ditandai dengan Kesulitan Berbicara”, https://www.alodokter.com/selective-mutism-gangguan-kecemasan-yang-ditandai-dengan-kesulitan-berbicara, diakses pada 16 Januari 2025.

Hellosehat. “Hal yang Perlu Diketahui dari Selective Mutism, Saat Seseorang Bisu Mendadak”, https://hellosehat.com/mental/gangguan-kecemasan/selective-mutism/, diakses pada 16 Januari 2025.

Berlangganan Berita Terbaru Kami

Dapatkan pembaruan dan belajar dari yang terbaik

Segera Pesan Layanan Terapi Wicara untuk Hasil Terbaik!

Dapatkan layanan terapi wicara profesional untuk anak maupun dewasa. Bantu tingkatkan kemampuan komunikasi sejak dini.

Segera Pesan Layanan Terapi Wicara untuk Hasil Terbaik!

Dapatkan layanan terapi wicara profesional untuk anak maupun dewasa. Bantu tingkatkan kemampuan komunikasi sejak dini.

Layanan Kami

Konsultasi Gratis

Konsultasi via WhatsApp gratis untuk selamanya.

Earl Package

  • 6x Kunjungan
  • 45 – 60 Menit/Kunjungan
  • Menggunakan talk tools
  • Pesan Hari ini, bisa langsung datang

King Package

  • 8x Kunjungan
  • 45 – 60 Menit/Kunjungan
  • Menggunakan talk tools
  • Pesan Hari ini, bisa langsung datang

Emperor Package

  • 12x Kunjungan
  • 45 – 60 Menit/Kunjungan
  • Menggunakan talk tools
  • Pesan Hari ini, bisa langsung datang

Crown Package

  • 15x Kunjungan
  • 45 – 60 Menit/Kunjungan
  • Menggunakan talk tools
  • Pesan Hari ini, bisa langsung datang

Royal Package

  • 30x Kunjungan
  • 45 – 60 Menit/Kunjungan
  • Menggunakan talk tools
  • Pesan Hari ini, bisa langsung datang