Daftar Isi
ToggleCara Menghilangkan Cadel R Pada Anak, Cadel R pada anak biasanya terjadi karena lidah belum menemukan posisi dan gerakan yang tepat untuk membentuk bunyi R. Ini cukup umum, terutama pada usia prasekolah, karena bunyi R termasuk salah satu bunyi yang paling “menantang” di banyak bahasa. Kabar baiknya, banyak anak bisa membaik dengan latihan singkat yang konsisten, selama penyebabnya bukan masalah medis atau hambatan struktur mulut tertentu.

Artikel ini membahas cara menghilangkan cadel R pada anak dengan latihan simpel yang sering direkomendasikan terapis. Fokusnya latihan yang aman, mudah dilakukan di rumah, dan membantu anak lebih cepat “menangkap” gerakan R tanpa dipaksa.
Kenali Dulu “Cadel R” Itu Seperti Apa
Cadel R tidak selalu berarti anak “tidak bisa”. Kadang anak bisa mengucapkan R di kata tertentu, tetapi hilang di kata lain. Ada juga anak yang mengganti R dengan L (misalnya “roti” jadi “loti”), mengganti R dengan Y (“roti” jadi “yoti”), atau menghilangkan R sama sekali (“kru” jadi “ku”). Pola ini penting karena memberi petunjuk jenis latihan yang dibutuhkan.
Bunyi R dalam bahasa Indonesia umumnya membutuhkan getaran ujung lidah di belakang gigi depan bagian atas. Kalau ujung lidah terlalu lemas, terlalu tegang, atau posisinya salah, getarannya tidak terjadi. Jadi latihan yang efektif biasanya tidak langsung memaksa anak mengucap “R”, melainkan menyiapkan otot dan posisi dulu.
Di sisi lain, Anda juga perlu membedakan cadel R dengan kebiasaan bicara yang terbawa dari lingkungan. Jika di rumah ada anggota keluarga yang juga mengganti R, anak bisa meniru. Dalam kasus seperti ini, latihan tetap membantu, tetapi konsistensi contoh bicara di rumah juga berpengaruh.
Baca juga artikel: Terapi Panggilan Dewasa Terdekat Daerah Jakarta, Terapis Datang ke Rumah Tanpa Antre dan Hemat Waktu
Usia Berapa Cadel R Masih Bisa Dibilang Wajar
Setiap anak berkembang berbeda. Namun secara umum, bunyi R sering muncul lebih belakangan dibanding bunyi seperti M, P, atau T. Banyak anak mulai “menemukan” R secara bertahap, mulai dari satu dua kata, lalu makin stabil.
Yang perlu diwaspadai bukan sekadar usia, tetapi dampaknya pada keterpahaman. Jika anak sudah cukup besar tetapi orang di luar keluarga sering tidak paham ucapan anak, atau anak jadi malu bicara, itu tanda latihan perlu lebih terarah. Semakin lama anak mempertahankan pola pengganti (misalnya selalu L), semakin “menempel” kebiasaan itu.
Karena itu, Anda bisa memulai latihan ringan dari sekarang. Kalau dalam beberapa minggu tidak ada perubahan atau anak menolak keras, sebaiknya evaluasi dengan profesional agar penyebabnya jelas.
Penyebab Umum Anak Sulit Mengucapkan R
Ada beberapa penyebab yang paling sering membuat R sulit muncul. Pertama, koordinasi lidah dan aliran udara belum matang. R butuh aliran udara yang cukup dan ujung lidah yang bisa bergetar, jadi anak perlu kontrol yang spesifik.
Kedua, anak belum punya “peta posisi” lidah. Banyak anak tidak tahu ujung lidah harus berada di mana. Mereka mencoba menekan lidah terlalu keras, atau justru lidahnya jatuh ke bawah sehingga tidak ada getaran.
Ketiga, ada faktor struktur atau kebiasaan oromotor. Misalnya, lidah terlalu kaku, napas pendek, kebiasaan mulut terbuka, atau kebiasaan menggigit bibir. Pada sebagian anak, frenulum (tali lidah) yang ketat bisa membatasi gerak ujung lidah. Ini bukan selalu penyebab, tetapi perlu dicek jika lidah sulit sekali naik atau menjulur dengan baik.
Keempat, ada faktor pendengaran atau pemrosesan bunyi. Anak yang tidak mendengar bunyi dengan jelas cenderung sulit menirukan bunyi secara tepat. Jika anak sering otitis atau riwayat telinga, ini patut dipertimbangkan.
Prinsip Latihan yang Benar Supaya Anak Tidak Kapok
Latihan R yang efektif itu pendek, rutin, dan menyenangkan. Banyak orang tua terlalu cepat mengejar hasil, sehingga latihan jadi terasa seperti ujian. Akibatnya anak menolak, dan progres justru melambat.
Gunakan prinsip berikut agar latihan lebih aman dan “nempel”:
Latihan 5–10 menit, 1–2 kali sehari, lebih baik daripada 30 menit sekali-sekali
Mulai dari gerakan dan suara yang paling mudah, baru naik level
Fokus pada usaha anak, bukan kesempurnaan bunyi
Berhenti sebelum anak lelah atau emosi naik
Ulangi di momen natural, misalnya sambil bermain atau membaca buku
Kalau anak mulai frustrasi, turunkan tingkat latihan. Anda mengejar konsistensi, bukan memaksa bunyi langsung jadi.
Latihan Dasar yang Sering Dipakai Terapis untuk Persiapan Bunyi R
Sebelum masuk ke kata, terapis biasanya menyiapkan “mesin”-nya dulu: napas, lidah, dan posisi mulut. Tujuannya agar anak merasakan sensasi yang benar.
Latihan yang bisa Anda coba:
Latihan hembus napas panjang lewat mulut, seperti meniup kertas kecil atau kapas agar bergerak stabil
Latihan “ketuk ujung lidah” di belakang gigi depan atas (seperti bunyi T berulang: ta-ta-ta) untuk membiasakan ujung lidah naik
Latihan “senyum tipis” saat bicara agar mulut tidak terlalu menutup, karena R sering lebih mudah keluar saat aliran udara lancar
Latihan getar bibir “brrr” seperti suara motor untuk melatih aliran udara dan ritme, ini bukan R tapi membantu kontrol napas
Latihan ini sederhana, tetapi efeknya besar jika dilakukan rutin. Banyak anak baru bisa R setelah lidahnya terbiasa naik dan udara bisa mengalir stabil.
Latihan Inti: Cara Memancing Bunyi R Muncul Pelan-Pelan
Setelah dasar terasa lebih mudah, Anda bisa masuk ke latihan yang lebih dekat ke bunyi R. Kunci utamanya adalah membuat ujung lidah berada di posisi benar dan memberi udara cukup agar terjadi getaran.
Tahap latihan yang sering dipakai:
Mulai dari bunyi D atau T yang cepat: da-da-da atau ta-ta-ta, lalu percepat sedikit agar ujung lidah “ringan”
Coba gabungkan dengan vokal yang biasanya lebih mudah, misalnya “ra, ri, ru, re, ro” tetapi jangan memaksa semua sekaligus, pilih satu dulu
Jika anak mengganti R jadi L, minta anak mengangkat ujung lidah ke belakang gigi atas tanpa menempel terlalu kuat, lalu hembuskan udara sambil coba “r”
Latihan di suku kata akhir kadang lebih mudah, misalnya “-ar, -ir, -ur” sebelum di awal kata
Kalau anak belum bisa bergetar, jangan langsung menyimpulkan gagal. Banyak anak awalnya menghasilkan bunyi mendekati R dulu, baru getarannya muncul setelah beberapa hari latihan.
Membawa Latihan ke Kata dan Kalimat Tanpa Terasa Belajar
Setelah anak mulai bisa mengeluarkan R di suku kata, Anda perlu memindahkannya ke kata. Tahap ini yang paling sering membuat anak “balik lagi” ke kebiasaan lama, jadi harus dilakukan pelan.
Cara yang biasanya efektif:
Pilih 3–5 kata yang sering dipakai anak setiap hari, misalnya “roti”, “rumah”, “merah”, lalu latihan dalam permainan
Gunakan permainan tebak gambar atau “minta barang” supaya anak punya alasan untuk mengucap kata, bukan mengulang kosong
Setelah kata stabil, pindah ke frasa pendek seperti “mau roti”, “warna merah”
Baru masuk ke kalimat pendek yang natural, misalnya “Aku mau roti itu”
Kalau Anda langsung memberi 20 kata, anak cepat bosan. Sedikit tetapi konsisten lebih cepat membentuk kebiasaan.
Hal yang Sering Membuat Latihan R Jadi Lama
Ada beberapa kesalahan kecil yang sering membuat latihan tidak maju. Pertama, terlalu sering mengoreksi di luar sesi latihan. Anak jadi tegang dan memilih diam. Koreksi cukup di sesi latihan singkat.

Kedua, latihan terlalu cepat naik level. Anak baru bisa “ra” sekali, lalu langsung diminta “kereta merah berlari”. Ini membuat anak kembali ke pola lama. Naikkan level setelah stabil, bukan setelah “sekali bisa”.
Ketiga, memberi contoh yang kurang jelas. Saat Anda mencontohkan R, pastikan bicara tidak terburu-buru dan mulut cukup terbuka. Anak perlu mendengar dan melihat contoh yang jelas.
Keempat, latihan saat anak capek. Banyak anak lebih mudah latihan saat mood baik dan energi cukup, misalnya setelah makan atau sebelum tidur siang, tergantung rutinitas anak.
FAQ – Tanya Jawab Cadel R pada Anak
Q: Anak saya umur 4 tahun masih cadel R, harus panik?
A: Tidak perlu panik, tapi ini waktu yang bagus untuk mulai latihan rutin. Di usia ini anak biasanya sudah lebih bisa mengikuti instruksi sederhana dan meniru bunyi. Kalau sudah latihan 3–4 minggu tapi tidak ada perubahan sama sekali, baru pertimbangkan evaluasi profesional agar penyebabnya jelas.
Q: Anak saya kalau disuruh “rrrr” malah jadi “llll”, gimana?
A: Itu umum. Jangan langsung memaksa “rrrr”. Mulai dari latihan posisi ujung lidah dan aliran udara dulu. Coba latihan ta-ta-ta cepat, lalu masuk ke “ra” pelan-pelan. Fokus dulu pada satu suku kata yang paling mudah untuk anak.
Q: Latihan berapa lama biar hasilnya kelihatan?
A: Biasanya orang tua mulai melihat perubahan kecil dalam 2–4 minggu kalau latihan singkat dilakukan rutin. Tapi stabil di semua kata bisa butuh waktu lebih lama. Yang penting, konsistensi dan naik level secara bertahap.
Q: Apakah cadel R bisa karena lidah pendek (tali lidah)?
A: Bisa berpengaruh pada sebagian anak, terutama jika ujung lidah sulit naik atau sulit menjulur. Tapi tidak semua cadel R karena itu. Kalau Anda curiga, evaluasi profesional membantu memastikan apakah gerak lidah memang terbatas atau hanya butuh latihan koordinasi.
Q: Anak jadi malas bicara karena sering dikoreksi, harus bagaimana?
A: Kurangi koreksi spontan sepanjang hari. Pisahkan waktu latihan 5–10 menit, lalu di luar itu fokus pada komunikasi yang menyenangkan. Anak perlu merasa aman dulu. Setelah mood dan percaya diri membaik, latihan biasanya lebih lancar.
Q: Kapan sebaiknya konsultasi ke terapis wicara?
A: Jika cadel R mengganggu keterpahaman, anak jadi malu bicara, latihan di rumah tidak maju, atau ada tanda lain seperti sulit mengikuti instruksi, tidak responsif, atau ada dugaan masalah pendengaran. Konsultasi lebih cepat biasanya menghemat waktu karena latihan jadi tepat sasaran.
Baca juga artikel: Susu Formula Untuk Balita Telat Bicara, Benarkah Bisa Membantu atau Cuma Mitos
Informasi Pemesanan
Untuk Anda yang membutuhkan layanan terapi wicara anak atau dewasa ke rumah di daerah Jabodetabek, pemesanan dapat dilakukan melalui Wicaraku. Layanan tersedia setiap hari Senin hingga Minggu pukul 09:00–18:00. Anda bisa menghubungi telepon di +62 855-9216-4058 atau WhatsApp di +62 895-4151-54575 untuk informasi lebih lanjut. Konsultasi juga dapat dilakukan melalui email di info@wicaraku.id. Kantor kami berlokasi di QP Office, Perkantoran Tanjung Mas Raya, Blok B1 No. 44, Jakarta Selatan, 12530.
Terakhir diperbarui : Selasa, 24 Februari 2026
Referensi penulisan:
Institute of Educational, Research, and Community Service. “Analisis Fonem / R / Terhadap Anak Yang Mengalami Gangguan Mekanisme Berbicara Seperti Cadel Di Desa Baja Dolok“, https://journal.institercom-edu.org/index.php/multiple/article/download/466/319/1658, diakses 24 Februari 2026.
Hello Sehat. “Cadel pada Anak: Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya“, https://hellosehat.com/parenting/anak-6-sampai-9-tahun/perkembangan-anak/melatih-agar-anak-tidak-cadel/, diakses 24 Februari 2026.
Universitas Lampung. “ANALISIS GEJALA FONOLOGIS PADA MAHASISWA DENGAN GANGGUAN CADEL: KAJIAN PSIKOLINGUISTIK“, https://jurnal.pbs.fkip.unila.ac.id/index.php/Kata/article/view/746, diakses 24 Februari 2026.
















