Ada beberapa orang yang kerap kali mengulangi perkataan orang lain disebabkan karena kondisi medis atau biasa disebut Ekolalia. Seperti kita tau, mungkin sebagian besar orang yang sehat.
Dapat dengan sengaja mengulangi perkataan orang lain dengan maksud dan juga tujuan tertentu. Tetapi berbeda dengan mereka, para penderita echolalia, mereka mengulang perkataan orang lain sebab penyakit yang dideritanya.
Sebenarnya apa echolalia itu? Apa yang menyebabkan penyakit ini bisa menyerang seseorang? Kali ini kita akan bahas semuanya secara tuntas lengkap dengan tanda-tanda dan juga cara menyembuhkannya.

Mengenal Seputar Apa Itu Ekolalia
Penyakit satu ini sebetulnya sangat umum terjadi pada anak-anak berumur di bawah 3 tahun atau mereka yang tengah belajar bicara. Tetapi apabila setelah anak berumur 3 tahun kondisi tersebut.
Masih terus berlanjut bahkan hingga dewasa, hal tersebut bisa jadi tanda adanya suatu kondisi medis tertentu. Echolalia sendiri merupakan kondisi medis atau gangguan yang terjadi pada saat orang tersebut.
Mengulang frasa, kata atau suara yang dia dengar dari orang lain, hal tersebut membuat orang itu kesulitan dalam berkomunikasi secara efektif. Perlu dipahami, sebetulnya echolalia jadi bagian dari perkembangan anak.
Yakni saat si anak belajar untuk berbicara, ketika belajar berbicara, dia akan cenderung meniru perkataan guru atau orangtuanya. Perkataan yang sama berulang kali atau mengulang dari video yang sering didengarnya.
Tetapi ketika dia sudah masuk usia 2 hingga 3 tahun, Ekolalia ini mulai mengalami penurunan. Dan akan hilang-hilang sendiri seiring bertambahnya kemampuan berbicara anak, namun walaupun begitu, pada anak autisme.
Gangguan tersebut tidak hilang dan akan terus jadi cara khas mereka dalam berkomunikasi. Yang membedakan mereka dengan orang lain pada umumnya, bahkan, para ahli juga menyebutkan bahwa echolalia.
Jadi cara normal bagi anak-anak penderita autisme untuk mematangkan kemampuan bahasa dan juga kognitifnya. Tidak hanya anak autis, gangguan ini juga dapat terjadi pada orang dewasa atau anak.
Dengan cacat perkembangan tertentu atau gangguan saraf, biasanya mereka akan kesulitan untuk bisa berbicara dengan orang lain secara normal. Jadi mereka memakai echolalia sebagai bentuk respon terhadap sesuatu.
Baca juga artikel: Kenali Gangguan Artikulasi Anak Akibat Pola Asuh Permisif
Ketahui Penyebab Terjadinya Ekolalia
Seperti sudah dijelaskan di awal, gangguan satu ini sebenarnya memang normal terjadi sebagai bagian dari perkembangan bahasa. Nantinya akan hilang dengan sendirinya sesudah anak tersebut berumur 3 tahun.
Tetapi ekolalia yang menetap pada anak sesudah dirinya berumur 3 tahun atau pada orang dewasa. Pada umumnya terjadi disebabkan karena gangguan atau kerusakan yang terjadi di sistem saraf khususnya otak.
Gangguan ini mungkin ada hubungannya dengan lobus frontal yang tidak dapat berfungsi dengan baik. Untuk penyebabnya masih belum diketahui secara pasti, tetapi sebuah penelitian menunjukkan.
Bahwa kondisi medis yang satu ini diduga terjadi disebabkan karena gangguan pada lobus frontal. Sementara itu, Lobus frontal sendiri ialah bagian dari otak besar yang bertugas dalam mengelola keterampilan kognitif.
Bahasa, serta gerakan sadar termasuk pengucapan kalimat atau kata, ekolalia dapat terjadi seumur hidup. Atau dalam jangka waktu tertentu, kondisi ini kerap jadi salah satu tanda autisme pada anak.
Selain terjadi pada anak autis, gangguan satu ini juga dapat dialami oleh orang-orang dewasa yang punya kondisi medis tertentu. Antara lain seperti Afasia, delirium atau kebingungan, kelumpuhan, Demensia, Ensefalitis.
Serta Skizofrenia, Epilepsi, Gangguan neurodegenerative, Gangguan autoimun, Latah dan juga Gangguan intelektual. Gangguan ini beda dengan sindrom Tourette, penderita Tourette melakukan ucapan atau gerakan berulang di luar kendali.

Tanda-Tanda Ekolalia yang Perlu Diketahui
Gejala utama gangguan satu ini ialah pengulangan suara atau kata yang didengar, pengulangan itu dapat dilakukan begitu si pembicaraan selesai. Atau bisa saja dalam beberapa waktu sesudah si anak mendengarnya.
Tidak hanya pengulangan kata tersebut, terdapat juga beberapa tanda lain yang juga bisa terjadi. Pada anak autis, ekolalia ini kerap kali terjadi bersamaan dengan tanda-tanda autisme lain saat anak berkomunikasi.
Ada juga beberapa tanda-tanda lainnya yang mungkin timbul, antara lain berbicara dengan ritme atau nada berbeda dari orang pada umumnya. Contohnya misal memakai nyanyian atau suara yang kaku seperti robot.
Tampak anak seperti tidak memahami ucapan atau pertanyaan ucapan orang lain, dapat bersikap agresif, pasif atau bisa mengganggu ketika berinteraksi dengan orang lain, kemudian tidak bisa menafsirkan.
Atau memahami ekspresi wajah atau postur tubuh dan juga nada suara orang lain, mereka juga tidak melakukan kontak mata. Serta tidak menampilkan ekspresi wajah ketika berhadapan dengan orang lain.
Mereka cenderung tidak melanjutkan percakapan, si anak hanya mengulangi pertanyaan atau ucapan yang didengarnya. Tidak hanya tanda-tanda di atas, gangguan yang satu ini juga dapat membuat.
Anak dengan autisme jadi merasa frustasi atau bahkan mereka juga bisa mengalami cemas dan juga depresi. Hal tersebut sebagai akibat dari kesulitan mereka dalam berkomunikasi dengan orang lain.
Baca juga artikel: Dampak Gangguan Artikulasi Anak Pada Perkembangan Sosial
Berikut Cara Menyembuhkan Ekolalia
Sebelum dokter atau tenaga ahli menentukan pengobatannya, mereka akan mendiagnosis echolalia terlebih dulu dengan melakukan pemeriksaan. Biasanya penanganan echolalia ini adalah kombinasi dari beberapa metode pengobatan, antara lain sebagai berikut :
1. Pemberian obat-obatan
Hal pertama yang akan dilakukan biasanya adalah melakukan tanya jawab, sesudah diketahui apa penyebab. Serta keparahan kondisi ekolalia, baru tenaga ahli atau dokter dapat memberikan rencana pengobatan sesuai kondisinya.
Pengobatan pertama yang bisa diberikan adalah dengan memberikan obat antiansietas atau antidepresan. Juga bisa diresepkan dokter untuk atasi gejala atau komplikasi yang terjadi karena echolalia.
Pemberian obat ini tidak untuk atasi echolalia, namun untuk mencegah kondisi jadi bertambah parah. Khususnya apabila si penderita gangguan ini tengah mengalami cemas, stress maupun depresi.
2. Perawatan di rumah
Pengobatan selanjutnya adalah dengan melakukan perawatan di rumah atau biasa disebut dengan home care. Home care ini dapat membantu mengembangkan keterampilan komunikasi si penderita echolalia.
Orang tua dianjurkan untuk bisa selalu ajarkan kosa kata yang sederhana kepada anak penderita gangguan ini. Hal tersebut dilakukan agar dia bisa belajar berbicara dengan lebih efektif.
Untuk mencegah echolalia permanen, orang tua dianjurkan untuk terus mengajak serta mendorong dia agar mau berkomunikasi tiap hari. Gangguan ini memang wajar terjadi pada anak yang tengah belajar bicara.
Tetapi jika gangguan tetap ada sesudah anak berumur lebih dari 3 tahun, lebih baik bawa saja si kecil ke dokter. Tujuannya tentunya untuk bisa mendapatkan pemeriksaan serta penanganan yang tepat.
3. Terapi wicara
Pengobatan terakhir adalah dengan terapi wicara, salah satu cara paling efektif untuk mengobati echolalia. Khususnya pada orang yang menderita autisme, dan salah satu teknik wicara yang sering digunakan ialah cues-pause-point.
Pada teknik cues-pause-point, si terapis akan meminta si anak untuk menjawab pertanyaan dengan benar sesudah dipersilakan. Jawabannya dapat diberi dengan menggenggam kartu yang berisi jawaban tepat.
Untuk masalah terapi wicara ini, Anda bisa mengandalkan terapis dari Wicaraku, yang memang sudah ahli menangani masalah ini. Wicaraku sendiri ialah startup dalam bidang kesehatan yang menjalankan platform layanan.
Terapi wicara dari Wicaraku dilakukan melalui kunjungan panggilan, sehingga Anda tidak perlu repot-repot pergi ke tempat terapis. Karena terapis Wicaraku yang nanti akan datang ke rumah Anda, jadi lebih praktis.
Apabila Anda tertarik menggunakan jasa Wicaraku, Anda bisa langsung hubungi nomor WA +62 895-4151-54575. Terapis dari Wicaraku akan bantu Anda menangani masalah Ekolalia pada anak dan juga orang dewasa.
Referensi penulisan:
Alodokter. “Kenali Gejala dan Penyebab Ekolalia Beserta Cara Mengobatinya”, https://www.alodokter.com/kenali-gejala-dan-penyebab-ekolalia-beserta-cara-mengobatinya, diakses pada 29 Desember 2024.
Hellosehat. “Echolalia, Mengulang Perkataan Orang Lain Akibat Gangguan Saraf”, https://hellosehat.com/saraf/saraf-lainnya/echolalia/, diakses pada 29 Desember 2024.
Wikipedia. “Ekolalia”, https://id.wikipedia.org/wiki/Ekolalia, diakses pada 29 Desember 2024.















