Wicaraku | Jasa Terapi Wicara ke Rumah

Makanan Yang Tidak Boleh Dikonsumsi Anak Speech Delay Waspada Bisa Hambat Perkembangan Bicara

Ditulis oleh Penulis Wicaraku

Makanan Yang Tidak Boleh Dikonsumsi Anak Speech Delay

Makanan Yang Tidak Boleh Dikonsumsi Anak Speech Delay, Saat anak mengalami speech delay, banyak orang tua langsung fokus pada latihan bicara dan stimulasi harian. Itu benar, tetapi ada satu hal yang sering ikut memengaruhi prosesnya dan kadang luput diperhatikan: pola makan. Bukan karena makanan tertentu “menyebabkan” keterlambatan bicara, melainkan karena asupan yang kurang tepat bisa membuat anak mudah lelah, sulit fokus, tidurnya berantakan, gampang rewel karena perut tidak nyaman, atau malah kekurangan nutrisi penting untuk perkembangan otak dan saraf.

Makanan Yang Tidak Boleh Dikonsumsi Anak Speech Delay
Sumber gambar: Freepik

Di sisi lain, ada juga kondisi yang terkait langsung dengan kemampuan berbicara, seperti gangguan mengunyah, sensori oral yang sensitif, atau kebiasaan minum susu dan cairan manis berlebihan sampai anak malas makan. Pada kasus seperti ini, pilihan makanan dan kebiasaan makan bisa ikut memperlambat kesiapan anak untuk memproduksi bunyi dan kata dengan jelas.

Karena itu, pembahasan tentang makanan yang tidak boleh dikonsumsi anak speech delay sering dicari orang tua. Yang perlu diluruskan, “tidak boleh” di sini lebih tepat dimaknai sebagai makanan yang sebaiknya dibatasi atau dihindari karena berpotensi menghambat proses belajar bicara secara tidak langsung. Jika Anda tahu pemicunya, Anda bisa mengatur strategi makan yang lebih mendukung tumbuh kembang komunikasi anak.

Makanan Yang Tidak Boleh Dikonsumsi Anak Speech Delay Waspada Bisa Hambat Perkembangan Bicara

Speech delay adalah kondisi ketika kemampuan bicara dan bahasa anak tertinggal dibandingkan tahapan usia yang umumnya. Penyebabnya bisa beragam, mulai dari kurang stimulasi, gangguan pendengaran, perbedaan perkembangan, hingga faktor medis tertentu. Pola makan bukan penyebab utama, tetapi pola makan yang kurang mendukung dapat membuat proses terapi dan latihan bicara menjadi lebih berat.

Otak anak berkembang pesat di usia dini dan sangat bergantung pada kualitas nutrisi. Selain itu, kemampuan bicara juga terkait dengan energi, perhatian, kualitas tidur, dan kenyamanan tubuh. Jika anak sering mengalami gangguan pencernaan, mudah ngantuk karena lonjakan gula, atau cenderung rewel karena lapar tapi pilih-pilih makanan, latihan bicara jadi sulit konsisten. Di sinilah peran orang tua menjadi penting, karena Anda bisa mengatur lingkungan makan yang membuat anak lebih siap belajar berkomunikasi.

Baca juga artikel: Biaya Terapi Wicara Anak Terbaru Berapa Sih Tarifnya Sekarang Yuk Cek Di Sini

Mengapa Ada Makanan yang Sebaiknya Dihindari

Beberapa jenis makanan tidak mendukung perkembangan bicara karena dua jalur utama. Jalur pertama adalah jalur nutrisi, yaitu makanan yang membuat anak kenyang cepat tetapi minim zat gizi, sehingga anak kehilangan kesempatan mendapatkan protein, zat besi, zinc, omega-3, dan vitamin yang membantu kerja otak. Jalur kedua adalah jalur kebiasaan dan sensori, yaitu makanan atau minuman yang membuat anak terbiasa menelan tanpa mengunyah, malas makan tekstur, atau justru lebih memilih minum daripada berlatih makan padat.

Selain itu, pada sebagian anak, makanan tertentu bisa memicu alergi atau intoleransi yang menimbulkan hidung tersumbat, gatal, atau gangguan pencernaan. Ketika napas dan kenyamanan tubuh terganggu, anak cenderung lebih sulit fokus, lebih rewel, dan lebih enggan mencoba bicara. Karena itu, Anda tidak perlu panik, tetapi Anda juga tidak perlu menunggu sampai masalahnya menumpuk.

Makanan Tinggi Gula yang Bikin Anak Sulit Fokus

Makanan tinggi gula seperti permen, biskuit manis, kue, cokelat berlebihan, dan minuman manis kemasan sering menjadi “penyelamat cepat” saat anak rewel. Masalahnya, gula bisa memicu lonjakan energi singkat yang diikuti rasa lemas atau cranky. Anak jadi lebih mudah terdistraksi dan sulit bertahan dalam aktivitas yang membutuhkan perhatian, termasuk latihan meniru bunyi dan kata.

Selain itu, kebiasaan ngemil manis dekat jam makan utama sering membuat anak kenyang palsu. Akibatnya, ia menolak makanan bergizi saat makan utama, padahal nutrisi dari makan utama jauh lebih dibutuhkan untuk perkembangan otak dan kemampuan belajar bahasa. Jika Anda ingin anak lebih siap berlatih bicara, Anda bisa mulai dengan memperbaiki pola camilan agar tidak “menggagalkan” makan utamanya.

Minuman Manis dan Jus yang Mengurangi Nafsu Makan

Banyak orang tua merasa jus buah itu sehat, padahal jika terlalu sering, jus bisa membuat anak terbiasa dengan rasa manis dan menurunkan minat pada makanan padat. Ketika anak kenyang minuman, ia jadi malas mengunyah. Padahal, proses mengunyah membantu melatih koordinasi rahang, lidah, dan bibir yang sangat penting untuk artikulasi.

Minuman manis kemasan juga sering mengandung tambahan gula yang tinggi. Selain membuat anak cepat kenyang, minuman ini dapat mengganggu rutinitas makan, membuat anak menolak air putih, dan pada jangka panjang berpotensi mengganggu kesehatan gigi. Anak yang tidak nyaman pada area mulut biasanya jadi lebih rewel saat latihan motorik oral dan lebih enggan mencoba bunyi baru.

Makanan Ultra-Proses yang Rendah Nutrisi

Makanan ultra-proses seperti sosis, nugget, mie instan, snack asin, dan fast food memang praktis, tetapi jika terlalu sering menjadi menu utama, anak berisiko kekurangan zat gizi penting. Zat besi, zinc, dan omega-3 adalah contoh nutrisi yang sering dibutuhkan untuk mendukung fungsi kognitif, perhatian, dan pembelajaran bahasa.

Anda tidak harus meniadakan total, tetapi Anda perlu mengatur frekuensi dan porsi. Jika makanan ultra-proses terlalu dominan, anak cenderung “aman” di satu rasa dan satu tekstur, lalu menolak variasi. Padahal, variasi tekstur membantu anak melatih kemampuan mengunyah dan toleransi sensori di area mulut, yang pada beberapa anak speech delay justru menjadi tantangan besar.

Makanan Tekstur Lunak Terus-Menerus yang Menghambat Mengunyah

Ada anak yang terbiasa makan bubur, nasi lembek, atau makanan yang nyaris tidak perlu dikunyah. Kebiasaan ini memang memudahkan makan cepat, tetapi jika berlangsung terlalu lama, anak kehilangan kesempatan melatih otot-otot mulut. Sementara itu, kemampuan mengunyah yang matang biasanya berjalan seiring dengan kesiapan artikulasi yang lebih jelas.

Saat anak jarang mengunyah, gerakan rahang menjadi kurang kuat dan kurang terkoordinasi. Lidah pun cenderung pasif karena tidak sering “bekerja” mengatur makanan di mulut. Akhirnya, beberapa bunyi yang butuh kontrol lidah dan bibir bisa terasa lebih sulit. Di titik ini, memperbaiki tekstur makanan secara bertahap sering membantu, tentu dengan mempertimbangkan keamanan dan kemampuan anak.

Makanan yang Berisiko Tersedak dan Membuat Anak Trauma Makan

Walau topiknya tentang speech delay, keamanan makan tetap penting karena pengalaman tersedak bisa membuat anak trauma. Anak yang trauma makan sering menghindari tekstur tertentu, menolak mengunyah, atau memilih minum saja. Kondisi ini secara tidak langsung menghambat latihan oromotor yang berkaitan dengan bicara.

Makanan yang terlalu keras, bulat licin, atau mudah nyangkut perlu diberikan dengan cara yang aman sesuai usia. Fokusnya bukan melarang secara mutlak, tetapi menyesuaikan bentuk potongan, cara masak, dan pendampingan saat makan. Ketika anak merasa aman, ia lebih berani mengeksplorasi tekstur dan lebih siap untuk latihan koordinasi mulut yang juga membantu artikulasi.

Makanan Pemicu Alergi atau Intoleransi pada Anak Sensitif

Tidak semua anak punya alergi, tetapi jika anak Anda sering mengalami ruam, gatal, muntah, diare, perut kembung, atau hidung tersumbat setelah mengonsumsi makanan tertentu, Anda perlu curiga ada sensitivitas. Ketidaknyamanan tubuh bisa membuat anak lebih rewel dan kurang fokus, sehingga latihan bicara terasa lebih sulit.

Yang perlu Anda lakukan adalah mengamati pola, mencatat pemicunya, lalu konsultasi ke dokter untuk memastikan apakah benar alergi atau intoleransi. Menghindari makanan pemicu pada anak yang sensitif sering membuat kualitas tidur membaik, mood lebih stabil, dan anak lebih kooperatif untuk diajak berinteraksi. Dampaknya mungkin terasa tidak langsung, tetapi cukup besar untuk rutinitas komunikasi sehari-hari.

Kebiasaan Makan yang Membuat Anak Pasif Berkomunikasi

Selain jenis makanan, cara makan juga bisa menghambat perkembangan bicara. Misalnya, anak makan sambil menonton sehingga ia pasif dan jarang merespons percakapan. Atau, orang tua terlalu cepat menebak keinginan anak saat makan sehingga anak tidak perlu meminta dengan kata-kata.

Momen makan sebenarnya kesempatan emas untuk melatih bahasa. Saat Anda menyebut nama makanan, menanyakan “mau yang mana”, atau menunggu anak mencoba menyebut “mau” atau “lagi”, otak anak belajar menghubungkan kata dengan kebutuhan nyata. Jika momen ini hilang karena distraksi layar atau kebiasaan menuruti tanpa komunikasi, stimulasi bahasa jadi berkurang.

Cara Mengganti dengan Pola Makan yang Mendukung Bicara

Ketika Anda mulai mengurangi makanan yang kurang mendukung, Anda perlu menggantinya dengan pilihan yang membantu anak lebih siap belajar. Anak speech delay umumnya butuh pola makan yang menyeimbangkan energi dan nutrisi, termasuk protein, lemak baik, serta makanan yang melatih mengunyah sesuai tahap.

Makanan Yang Tidak Boleh Dikonsumsi Anak Speech Delay
Sumber gambar: Freepik

Anda bisa mulai dari perubahan kecil tetapi konsisten. Kurangi minuman manis, atur camilan agar tidak mendekati jam makan utama, dan tambah variasi tekstur secara bertahap. Di saat yang sama, buat waktu makan lebih interaktif. Anda bisa mengajak anak memilih, meminta, atau meniru kata sederhana yang terkait makanan. Ketika pola ini berjalan rutin, anak mendapatkan dua manfaat sekaligus, yaitu nutrisi yang lebih baik dan kesempatan latihan bahasa yang natural.

FAQ – Pertanyaan Seputar Makanan dan Anak Speech Delay

Apakah ada makanan yang benar-benar dilarang untuk anak speech delay?

Tidak ada satu makanan yang secara khusus “terlarang” dan pasti menyebabkan speech delay. Namun, ada makanan dan minuman yang sebaiknya dibatasi karena dapat menghambat proses belajar bicara secara tidak langsung, misalnya karena mengurangi asupan nutrisi penting, membuat anak sulit fokus, mengganggu tidur, atau menghambat kemampuan mengunyah. Fokus terbaik adalah mengatur pola makan yang mendukung energi stabil, kenyamanan pencernaan, serta latihan oromotor lewat tekstur makanan yang sesuai.

Kenapa gula dan minuman manis sering disebut menghambat perkembangan bicara?

Gula dan minuman manis bisa membuat energi anak naik turun dengan cepat. Saat anak terlalu “naik” ia sulit fokus, lalu ketika energi turun ia jadi rewel atau lemas. Kondisi ini membuat latihan bicara dan interaksi dua arah tidak konsisten. Selain itu, minuman manis atau jus yang terlalu sering bisa membuat anak kenyang duluan dan menolak makanan bergizi yang sebenarnya mendukung perkembangan otak dan kemampuan belajar.

Apakah susu membuat anak speech delay makin parah?

Susu tidak otomatis membuat speech delay memburuk. Pada banyak anak, susu adalah sumber nutrisi yang baik. Namun, jika anak minum susu berlebihan sehingga ia malas makan, atau jika anak memiliki alergi atau intoleransi yang membuatnya tidak nyaman, dampaknya bisa mengganggu fokus dan rutinitas latihan. Yang penting adalah porsi yang seimbang dan mengamati respons tubuh anak, lalu berkonsultasi bila ada gejala yang mengarah ke sensitivitas.

Bagaimana cara aman menaikkan tekstur makanan untuk anak yang sulit mengunyah?

Naikkan tekstur secara bertahap, mulai dari makanan lembut yang sedikit bertekstur menuju potongan kecil yang mudah dikunyah. Anda perlu menyesuaikan dengan usia, kemampuan, dan keamanan makan anak. Jika anak tampak sangat sensitif atau sering tersedak, sebaiknya konsultasi dengan profesional agar latihan makan dan oromotor berjalan aman. Tujuannya bukan memaksa cepat, tetapi membangun kemampuan mengunyah yang stabil karena ini sering membantu artikulasi bicara.

Kapan orang tua perlu konsultasi ke terapis terkait makan dan bicara?

Anda sebaiknya konsultasi jika anak sangat pilih-pilih makanan sampai mengganggu nutrisi, hanya mau tekstur tertentu dalam waktu lama, sering tersedak, sering muntah atau terlihat kesakitan saat makan, atau perkembangan bicaranya tampak tertinggal dan tidak banyak progres meski sudah distimulasi di rumah. Konsultasi membantu memetakan apakah ada hambatan oromotor, sensori, atau pola komunikasi yang perlu dibenahi bersamaan dengan terapi bicara.

Baca juga artikel: Biaya Terapi Wicara Dewasa Terbaru Ternyata Tidak Semahal Yang Anda Bayangkan

Informasi Pemesanan

Untuk Anda yang membutuhkan layanan terapi wicara anak atau dewasa ke rumah di daerah Jabodetabek, pemesanan dapat dilakukan melalui Wicaraku. Layanan tersedia setiap hari Senin hingga Minggu pukul 09:00–18:00. Anda bisa menghubungi telepon di +62 855-9216-4058 atau WhatsApp di +62 895-4151-54575 untuk informasi lebih lanjut. Konsultasi juga dapat dilakukan melalui email di info@wicaraku.id atau dengan mengisi formulir melalui tautan berikut Konsultasi: Klik Disini. Kantor kami berlokasi di QP Office, Perkantoran Tanjung Mas Raya, Blok B1 No. 44, Jakarta Selatan, 12530.

Terakhir diperbarui : Senin, 22 Desember 2025

Referensi penulisan:

Ners Unair. “Jenis Makanan yang Disarankan dan Dihindari untuk Anak ADHD“, https://ners.unair.ac.id/site/index.php/news-fkp-unair/30-lihat/1344-jenis-makanan-yang-disarankan-dan-dihindari-untuk-anak-adhd, diakses 22 Desember 2025.

uin malang. “VARIASI MENU SEHAT DAN ETIKA MAKAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ADHD) DALAM PROGAM DIET DI PAUD GRIYA ANANDA KARANGPLOSO“, https://urj.uin-malang.ac.id/index.php/jpaui/article/download/3753/1350, diakses 22 Desember 2025.

Jurnal Stikes Al-Ma`arif Baturaja. “ANALISIS STATUS GIZI DENGAN PERKEMBANGAN BICARA ANAK USIA 3-4 TAHUN“, https://jurnal.stikesalmaarif.ac.id/index.php/cendekia_medika/article/view/218/225, diakses 22 Desember 2025.

Berlangganan Berita Terbaru Kami

Dapatkan pembaruan dan belajar dari yang terbaik

Segera Pesan Layanan Terapi Wicara untuk Hasil Terbaik!

Dapatkan layanan terapi wicara profesional untuk anak maupun dewasa. Bantu tingkatkan kemampuan komunikasi sejak dini.

Segera Pesan Layanan Terapi Wicara untuk Hasil Terbaik!

Dapatkan layanan terapi wicara profesional untuk anak maupun dewasa. Bantu tingkatkan kemampuan komunikasi sejak dini.

Layanan Kami

Konsultasi Gratis

Konsultasi via WhatsApp gratis untuk selamanya.

Earl Package

  • 6x Kunjungan
  • 45 – 60 Menit/Kunjungan
  • Menggunakan talk tools
  • Pesan Hari ini, bisa langsung datang

King Package

  • 8x Kunjungan
  • 45 – 60 Menit/Kunjungan
  • Menggunakan talk tools
  • Pesan Hari ini, bisa langsung datang

Emperor Package

  • 12x Kunjungan
  • 45 – 60 Menit/Kunjungan
  • Menggunakan talk tools
  • Pesan Hari ini, bisa langsung datang

Crown Package

  • 15x Kunjungan
  • 45 – 60 Menit/Kunjungan
  • Menggunakan talk tools
  • Pesan Hari ini, bisa langsung datang

Royal Package

  • 30x Kunjungan
  • 45 – 60 Menit/Kunjungan
  • Menggunakan talk tools
  • Pesan Hari ini, bisa langsung datang