Skip to main content

Jasa Terapi Wicara ke Rumah Profesional di Indonesia – Wicaraku

Header Wicaraku
🎉 Promo Spesial! Wicaraku × Blibli — Diskon Rp200.000 & Rp300.000  Pesan Sekarang →

Kenali Gangguan Artikulasi Omisi, Jangan Dianggap Remeh

Ditulis oleh Penulis Wicaraku

Anak kecil berteriak dengan ekspresi penuh semangat sambil menggunakan gestur tangan, menggambarkan energi dan interaksi aktif.

Ada beberapa jenis gangguan artikulasi misalnya saja Omisi ini di mana tidak boleh dianggap remeh begitu saja. Sebab jika tidak ditangani dengan baik ternyata dapat mengakibatkan pasiennya dapat kesulitan untuk berkomunikasi.

Gangguan ini sebenarnya dapat menyerang siapapun, tetapi anak-anak lebih berisiko terkena masalah tersebut. Sehingga apabila dibiarkan begitu saja maka kebiasaan tersebut dapat dibawa hingga dewasa.

Sebagai informasi tambahan articulation disorder sendiri merupakan sebuah gangguan dalam berbicara yang mengakibatkan pasiennya kesulitan untuk mengucapkan kata dengan jelas. Tidak heran jika lawan bicara kemungkinan besar akan kesulitan untuk memahaminya.

Anak kecil tersenyum sambil melambaikan tangan, menunjukkan keceriaan dan keramahan. Ideal untuk tema pendidikan, perkembangan anak, atau kebahagiaan keluarga.
Sumber gambar : Freepik

Perlu diketahui juga bahwa jenis gangguan ini ternyata terdiri dari beberapa jenis termasuk omisi ini. Masalah ini lebih sering dialami oleh anak dan tidak boleh dibiarkan begitu saja sehingga harus segera mendapatkan penanganan.

Untuk penanganan dari masalah ini biasanya dapat dilakukan dengan mengikuti program terapi wicara. Nah sebelum membawa mereka ke pusat terapi, maka lebih baik memahami lebih jauh mengenai gangguan artikulasi dengan baik.

Mengenal Gangguan Artikulasi dari Omisi

Agar dapat memahami dengan baik, maka perlu mengetahui pengertian dari gangguan artikulasi terlebih dahulu. Jadi ini merupakan sebuah gangguan berbicara yang biasanya dapat dialami oleh anak-anak.

Pada kondisi tersebut akan membuat mereka kesulitan dalam mengucapkan suatu kata atau bunyi secara jelasnya. Sebagai informasi tambahan, gangguan itu juga termasuk ke dalam masalah terlambat bicara alias speech delay.

Kondisi tersebut sebenarnya dapat terjadi saat anak menghasilkan suara dengan koordinasi, tekanan, penempatan dan waktu tidak tepat. Ada beberapa jenis gangguan ini termasuk keberadaan dari omisi ini.

Untuk gangguan ini biasanya dapat dikenali ketika anak mengurangi 1 huruf pada kata yang diucapkan tersebut. Sebagai contohnya ketika hendak mengucapkan mobil, mereka justru akan mengucapkannya mobi atau kata minum diucapkan minu saja.

Sebenarnya adanya pengurangan 1 huruf dalam kata yang hendak diucapkan merupakan hal cukup normal. Namun jika ternyata terjadi dalam jangka panjang bahkan ketika sudah memasuki usia anak-anak, maka orang tua harus mewaspadainya.

Sebab bisa jadi anak justru mengidap masalah omisi sehingga harus segera mendapatkan penanganan dengan baik. Jika dibiarkan begitu saja, jelas anak akan kesulitan untuk berkomunikasi kepada orang lain.

Sebagai informasi tambahan, gangguan ini sebenarnya lebih sering terjadi pada anak laki-laki dibandingkan perempuan. Sedangkan penyebabnya masih belum diketahui dengan baik, tetapi terdapat sejumlah faktor risikonya.

Untuk menangani masalah tersebut, ada beberapa cara yang diambil termasuk mengikuti adanya program terapi wicara. Melalui program itulah, anak akan dilatih dapat berbicara dengan baik menggunakan berbagai metode.

Baca juga artikel: Inilah Sejumlah Faktor yang Mempengaruhi Artikulasi Disorder

Penyebab dari Gangguan Artikulasi Ini

Sesudah mengetahui bagaimana pengertian omisi, maka berikutnya harus memahami penyebabnya. Seperti sudah disinggung sebelumnya jika penyebab dari masalah tersebut memang masih belum diketahui pastinya, tetapi ada sejumlah faktornya berikut ini.

1. Adanya Gangguan Pendengaran

Seorang anak yang mengalami masalah seperti gangguan pada pendengaran atau kehilangan fungsinya, maka berisiko terkena masalah ini. Sebagai contohnya jika mereka mengalami masalah infeksi telinga, kerusakan pada saraf hingga akibat cedera yang telah dialaminya.

2. Bentuk Fisik dari Bagian Mulut

Selain disebabkan karena adanya gangguan pada pendengaran, faktor penyebab lainnya adalah bentuk fisik dari mulut sekaligus wajah pasien. Misalnya saja jika bentuk mulutnya kurang atau tidak normal ternyata juga akan mengakibatkan mereka kesulitan untuk bicara.

Di samping itu, pasien yang mengalami masalah di mana langit-langit pada mulut menyempit juga menjadi faktornya. Sebab kondisi itu akan mengakibatkan lidah menjadi kesulitan untuk bergerak.

3. Mengalami Masalah Disabilitas

Faktor penyebab masalah omisi lainnya adalah pasien ternyata mengalami masalah disabilitas seperti autisme. Autisme ini sendiri merupakan kondisi kelainan pada fungsi otak dan saraf di mana cukup kompleks sehingga akan berpengaruh terhadap berbagai hal termasuk kemampuan berbicara.

4. Adanya Masalah Bibir Sumbing

Bibir sumbing merupakan kondisi di mana terdapat belahan pada bibir bagian atas atau langit-langit mulut. Penyebabnya sendiri adalah karena jaringan pada wajah sekaligus mulut bayi saat berada di dalam kandungan tidak menyatu dan kondisi inipun dapat mengakibatkan masalah bicara.

5. Gangguan Pada Bagian Saraf

Masih terdapat faktor lainnya yang mengakibatkan masalah ini yakni adanya gangguan pada bagian saraf. Saraf tersebut biasanya berkaitan dengan kemampuan bicara dari seseorang.

Anak kecil sedang berteriak sambil menggunakan tangannya untuk mengekspresikan emosi, menggambarkan antusiasme atau komunikasi aktif.
Sumber gambar: Freepik

Ini Dampak Jika Tidak Segera Diatasi

Kendati masalah omisi ini terdengar cukup sepele, tetapi ternyata tidak boleh dianggap remeh begitu saja. Sebab akan menimbulkan sejumlah dampak bagi pasien terutama bagi anak-anak diantaranya adalah sebagai berikut.

1. Berbicara Tidak Bisa Jelas

Dampak paling utama jika kondisi tersebut tidak segera di atasi tentu anak tidak akan bisa berbicara dengan jelas. Hal itulah yang memungkinkan lawan bicaranya kesulitan untuk memahami setiap kata ataupun konteks di mana sedang dibicarakan.

Sebab kehilangan 1 huruf saja pada sebuah kata kemungkinan besar akan mengakibatkan maknanya berbeda. Itulah pentingnya agar jangan sampai membiarkan masalah tersebut terjadi dalam jangka waktu lama.

2. Dapat Jadi Kebiasaan Saat Sudah Dewasa

Dampak dari omisi lainnya ternyata dapat dijadikan sebagai kebiasaan ketika sudah memasuki usia dewasa. Pastinya kondisi tersebut dapat terjadi ketika pasien tidak segera mendapatkan penanganan dengan segera.

3. Menjadi Pemalu dan Pendiam

Dampak ini biasanya dapat terjadi ketika sudah ada orang lain yang memberikan komentar pada pasien mengenai kemampuan dalam berbicara. Akibatnya tidak jarang membuat pasien cenderung lebih pemalu dan pendiam ketika bertemu dengan orang lain.

4. Sering Menghindari Mengucapkan Kata Tertentu

Masih ada lagi dampaknya yakni mereka kemungkinan besar akan menghindari atau bahkan tidak pernah mengucapkan kata tertentu. Itu diakibatkan karena mereka takut jika lawan bicaranya kesulitan untuk memahami maksud dan tujuannya dengan baik.

Baca juga artikel: Bahaya Gangguan Artikulasi Jika Tidak Segera Ditangani

Segera Ikuti Program Terapi Wicara

Gangguan artikulasi berupa omisi sendiri sebenarnya dapat diatasi dengan berbagai cara. Selain diberikan obat oleh ahlinya, pasien mungkin juga akan disarankan untuk mengikuti program Terapi Wicara ini.

Jadi ini merupakan salah satu terapi yang berguna untuk membantu dan memperbaiki kemampuan bicara bagi mereka dengan gangguan artikulasi. Dengan mengikuti program tersebut jelas akan memberikan banyak manfaat bagi pasien gangguan bicara ini.

Bukan hanya dapat membantu anak untuk meningkatkan kemampuan dalam bicara saja, tetapi juga bisa memberikan kemudahan dalam mengekspresikan suatu bahasa. Baik bahasa non-verbal ataupun verbal dari pasiennya.

Adapun untuk jenis metode yang dilakukan biasanya adalah meningkatkan koordinasi mulut hingga pemahaman berbahasa dengan baik. Dengan begitu, dijamin berbagai gangguan bicara dapat diatasi termasuk juga masalah artikulasi ini.

Apabila Anda berencana menggunakan layanan terapi ini, maka Wicaraku dapat menjadi pilihan paling recommended. Ini merupakan layanan terapi wicara yang sudah berpengalaman dan profesional dalam menangani berbagai masalah.

Wicaraku mempunyai sejumlah program dan layanan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan setiap pasien. Agar masalah omisi ini dapat segera diatasi dengan baik segera kontak ke nomor WhatsApp di +62 895-4151-54575.

Referensi penulisan:

Alodokter. “Gangguan dalam artikulasi pada anak 8 tahun”, https://www.alodokter.com/komunitas/topic/gangguan-dalam-artikulasi, diakses pada 13 Januari 2025.

Halodoc. “Anak Alami Gangguan Artikulasi Atasi dengan Terapi Wicara”, https://www.halodoc.com/artikel/anak-alami-gangguan-artikulasi-atasi-dengan-terapi-wicara?srsltid=AfmBOoo96OuBoYPj6eHVNefkRNq0vyDH5wws_lJ_0eM9221WnfYl7wFb, diakses pada 13 Januari 2025.

Berlangganan Berita Terbaru Kami

Dapatkan pembaruan dan belajar dari yang terbaik

Segera Pesan Layanan Terapi Wicara untuk Hasil Terbaik!

Dapatkan layanan terapi wicara profesional untuk anak maupun dewasa. Bantu tingkatkan kemampuan komunikasi sejak dini.

Segera Pesan Layanan Terapi Wicara untuk Hasil Terbaik!

Dapatkan layanan terapi wicara profesional untuk anak maupun dewasa. Bantu tingkatkan kemampuan komunikasi sejak dini.

Layanan Kami

Konsultasi Gratis

Konsultasi via WhatsApp gratis untuk selamanya.

Earl Package

  • 6x Kunjungan
  • 45 – 60 Menit/Kunjungan
  • Menggunakan talk tools
  • Pesan Hari ini, bisa langsung datang

King Package

  • 8x Kunjungan
  • 45 – 60 Menit/Kunjungan
  • Menggunakan talk tools
  • Pesan Hari ini, bisa langsung datang

Emperor Package

  • 12x Kunjungan
  • 45 – 60 Menit/Kunjungan
  • Menggunakan talk tools
  • Pesan Hari ini, bisa langsung datang

Crown Package

  • 15x Kunjungan
  • 45 – 60 Menit/Kunjungan
  • Menggunakan talk tools
  • Pesan Hari ini, bisa langsung datang

Royal Package

  • 30x Kunjungan
  • 45 – 60 Menit/Kunjungan
  • Menggunakan talk tools
  • Pesan Hari ini, bisa langsung datang