Skip to main content

Jasa Terapi Wicara ke Rumah Profesional di Indonesia – Wicaraku

Header Wicaraku
Promo Terbaru Wicaraku × Playtopia sebesar Rp 150.000  Lihat Sekarang →

Apa Itu Speech Delay? Tanda, Penyebab, dan Penanganannya pada Anak

Ditulis oleh Penulis Wicaraku

Terapis wicara anak sedang mengajar kepada anak speech delay

Speech delay adalah kondisi ketika kemampuan bicara seorang anak berkembang lebih lambat dibandingkan anak lain seusianya. Istilah ini sering diterjemahkan sebagai keterlambatan bicara, dan merupakan salah satu keluhan perkembangan yang paling sering dibawa orang tua ke dokter anak.

Kondisi ini tidak jarang terjadi. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebut keterlambatan bicara dan bahasa dialami sekitar 5–8% anak usia prasekolah. Masalahnya, banyak keterlambatan bicara terlambat ditangani karena anggapan “nanti juga bisa sendiri”. Padahal semakin cepat penyebabnya diketahui, semakin besar peluang kemampuan bicara anak dioptimalkan.

Pengertian Speech Delay Secara Lebih Tepat

Pengertian speech delay merujuk pada keterlambatan pada kemampuan anak memproduksi bunyi dan kata. Anak mungkin paham perintah dan tahu apa yang ia inginkan, tetapi kesulitan mengucapkannya.

Perlu dibedakan dari language delay (keterlambatan bahasa), yaitu kesulitan memahami atau menyusun makna, bukan sekadar mengucapkan. Dalam praktik sehari-hari keduanya sering muncul bersamaan, sehingga tenaga kesehatan biasanya menyebutnya “keterlambatan bicara dan bahasa”.

Perbedaan ini penting karena arah penanganannya berbeda. Anak yang hanya sulit melafalkan kata membutuhkan pendekatan yang tidak sama dengan anak yang belum memahami instruksi sederhana.

Satu hal lagi yang kerap salah dipahami, speech delay adalah gejala, bukan diagnosis akhir. Ia menandakan ada sesuatu yang perlu ditelusuri, mulai dari pendengaran hingga perkembangan otak.

Baca Juga: Terapi Wicara Speech Delay Cegah Dampak Jangka Panjang

Tahapan Bicara Normal dan Tanda Waspada Menurut Usia

Untuk tahu apakah seorang anak benar-benar terlambat, kita perlu tahu dulu patokan normalnya. Berikut rangkuman tahapan perkembangan bicara beserta tanda waspada versi IDAI.

Usia 0–6 bulan Bayi mulai mengeluarkan bunyi seperti “aah” atau “uuh” (cooing) pada usia 2–3 bulan, lalu berkembang menjadi babbling atau mengoceh suku kata seperti “bababa” dan “mamama” menjelang 6 bulan. Waspada bila: tidak menoleh saat namanya dipanggil dari belakang, dan tidak ada babbling.

Usia 6–12 bulan Anak mulai mengerti nama orang dan benda, mengucapkan “mama” atau “papa” dengan arti di usia 9–12 bulan, serta menggunakan isyarat seperti menunjuk atau melambaikan tangan. Pada usia 12 bulan, bayi umumnya sudah memahami sekitar 70 kata. Waspada bila: belum menunjuk dengan jari di usia 12 bulan, atau ekspresi wajahnya kurang.

Usia 12–18 bulan Anak biasanya sudah mengucapkan 3–6 kata bermakna, bisa mengikuti perintah satu langkah, dan kosakatanya melonjak menjadi 5–50 kata pada usia 18 bulan. Waspada bila belum ada satu pun kata bermakna pada usia 16 bulan.

Usia 18–24 bulan Ini fase ledakan bahasa. Anak mulai menggabungkan dua kata seperti “mama mandi” dan mengikuti perintah dua langkah. Di usia dua tahun, sekitar 50% ucapannya sudah bisa dimengerti orang lain. Waspada bila belum ada kalimat dua kata yang dapat dimengerti pada usia 24 bulan.

Usia 2–5 tahun Anak mulai menggunakan kalimat 2–3 kata, lalu kalimat panjang lebih dari empat kata. Pada usia 4 tahun, bicaranya sudah sepenuhnya dapat dimengerti orang lain.

Di luar daftar di atas, ada satu tanda yang berlaku pada usia berapa pun kemunduran kemampuan. Jika anak tadinya sudah bisa mengucapkan beberapa kata lalu hilang, atau kemampuan sosialnya menurun, itu alasan untuk segera memeriksakannya.

Apa Penyebab Speech Delay pada Anak?

Penyebabnya beragam, dan inilah alasan pemeriksaan tidak bisa dilewati. IDAI menyebutkan beberapa penyebab utama keterlambatan bicara:

1. Gangguan pendengaran. Anak yang tidak mendengar dengan baik akan kesulitan menirukan bunyi. Ini salah satu penyebab yang paling penting disingkirkan lebih dulu.

2. Gangguan pada otak, termasuk gangguan bahasa spesifik reseptif maupun ekspresif.

3. Autisme atau gangguan spektrum autisme.

4. Gangguan pada organ mulut, yang membuat anak sulit melafalkan kata dengan jelas. Kondisi ini dikenal sebagai gangguan artikulasi.

Selain kondisi medis, faktor lingkungan juga berperan. Kosakata anak berbanding lurus dengan jumlah kata yang ia dengar pada masa kritis perkembangan bicaranya, sehingga minimnya interaksi verbal bisa memperlambat perkembangan bahasa.

Paparan layar yang berlebihan pada usia dini juga menjadi perhatian. WHO merekomendasikan tidak ada waktu layar untuk anak di bawah 2 tahun, dan maksimal satu jam per hari untuk anak usia 2 tahun, dengan catatan lebih sedikit lebih baik. Sebagai gantinya, WHO menganjurkan membaca dan bercerita bersama pengasuh.

Perlu dicatat, mengetahui daftar penyebab bukan berarti kita bisa menebak sendiri penyebab pada anak tertentu. Penentuannya tetap memerlukan pemeriksaan.

Kapan Anak Perlu Dibawa ke Dokter?

Jawaban singkatnya, begitu salah satu tanda waspada di atas muncul. Tidak perlu menunggu sampai anak masuk usia sekolah.

Menunda pemeriksaan berarti menunda kemungkinan menemukan penyebab yang sebenarnya bisa ditangani, misalnya gangguan pendengaran. Pemeriksaan dini juga membantu orang tua mendapat kepastian, termasuk ketika hasilnya ternyata masih dalam batas normal.

Jika ragu, konsultasi tetap pilihan yang aman. Risiko memeriksakan anak yang ternyata baik-baik saja jauh lebih kecil daripada risiko melewatkan kondisi yang butuh intervensi.

Bagaimana Speech Delay Diperiksa dan Ditangani?

Untuk menegakkan penyebab keterlambatan bicara, dibutuhkan pemeriksaan teliti oleh dokter. IDAI menyebut prosesnya terkadang memerlukan pendekatan multidisiplin yang melibatkan dokter anak, dokter THT, serta psikolog atau psikiater anak.

Tata laksananya bergantung pada penyebab. Artinya tidak ada satu program yang cocok untuk semua anak. Penanganan umumnya melibatkan kerja sama dokter anak, dokter spesialis terkait, terapis wicara, dan orang tua.

Peran orang tua di sini bukan pelengkap. Anak menghabiskan sebagian besar waktunya di rumah, sehingga stimulasi harian sangat menentukan hasil.

Yang Bisa Dilakukan Orang Tua di Rumah

Beberapa langkah yang direkomendasikan IDAI untuk mengoptimalkan perkembangan bicara anak:

1. Rajin mengajak anak bicara sejak bayi. Ceritakan apa yang sedang terjadi dan sebutkan nama benda di sekitar, meski anak belum bisa membalas.

2. Bacakan cerita secara rutin. Cerita berima biasanya menarik bagi anak kecil. Sambil membaca, ajak anak menunjuk gambar dan menyebutkan namanya.

3. Kurangi distraksi saat berinteraksi, termasuk TV yang menyala di latar belakang.

4. Utamakan komunikasi dua arah dengan kontak mata dan ekspresi wajah, bukan tontonan satu arah.

Langkah-langkah ini bermanfaat untuk semua anak. Namun untuk anak yang sudah menunjukkan tanda waspada, stimulasi di rumah adalah pendamping pemeriksaan medis, bukan penggantinya.

Apakah Speech Delay Bisa Diperbaiki?

Ini pertanyaan yang paling sering muncul, dan jawabannya jujur saja, tergantung penyebab dan kondisi masing-masing anak.

Yang bisa dikatakan dengan cukup pasti adalah tujuan penanganannya. IDAI menegaskan bahwa keterlambatan bicara sebaiknya dikenali sedini mungkin agar tata laksana yang diberikan dapat memaksimalkan kapasitas bicara dan bahasa yang dimiliki anak.

Karena itu, berhati-hatilah terhadap janji kesembuhan dalam waktu tertentu. Perkembangan bicara dipengaruhi banyak faktor, dan hasil setiap anak berbeda.

Baca Juga: Mari Mengenal Apa Itu Speech Delay dan Faktor Penyebabnya

FAQ Seputar Speech Delay

1. Apakah anak yang tumbuh dua bahasa lebih berisiko mengalami speech delay? Membesarkan anak dengan dua bahasa umumnya tidak menyebabkan keterlambatan bicara. Anak bilingual bisa saja mencampur kosakata di awal, tetapi total kemampuan bahasanya dihitung dari kedua bahasa tersebut. Jika ada tanda waspada, jangan diatribusikan ke faktor bilingual tanpa pemeriksaan.

2. Apakah speech delay berarti anak mengalami autisme? Tidak selalu. Autisme hanya salah satu dari beberapa kemungkinan penyebab. Banyak anak dengan keterlambatan bicara tidak berada dalam spektrum autisme, dan pembedaannya hanya bisa dilakukan lewat pemeriksaan profesional.

3. Benarkah anak laki-laki wajar bicara lebih lambat? Secara rata-rata sering terlihat perbedaan kecil, tetapi ini bukan alasan untuk menunda pemeriksaan. Tanda waspada berdasarkan usia berlaku sama untuk anak laki-laki maupun perempuan.

4. Apakah terapi wicara harus dilakukan di klinik? Tidak harus. Yang terpenting adalah program yang sesuai dengan hasil pemeriksaan dan dijalankan konsisten. Layanan terapi di rumah bisa menjadi pilihan bagi keluarga yang kesulitan datang rutin ke fasilitas kesehatan.

5. Apa dampaknya jika keterlambatan bicara dibiarkan? Kesulitan berbahasa dapat berpengaruh pada kemampuan belajar dan interaksi sosial anak. Ini salah satu alasan deteksi dan penanganan dini lebih dianjurkan dibanding menunggu.

Apa itu speech delay pada akhirnya bisa dirangkum begini, keterlambatan kemampuan bicara dibanding anak seusianya, yang berfungsi sebagai sinyal, bukan vonis.

Patokan paling praktis bagi orang tua adalah tanda waspada per usia tidak ada babbling di bawah 6 bulan, belum menunjuk di usia 12 bulan, belum ada kata bermakna di usia 16 bulan, dan belum ada kalimat dua kata di usia 24 bulan.

Jika salah satu muncul, langkah berikutnya sederhana, periksakan ke dokter anak. Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan langsung oleh tenaga kesehatan.

Referensi: 

– Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), “Keterlambatan Bicara” https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/keterlambatan-bicara diakses 13 September 2026.

– World Health Organization, Guidelines on Physical Activity, Sedentary Behaviour and Sleep for Children under 5 Years of Age (2019) https://www.who.int/publications/i/item/9789241550536 diakses 13 September 2026.

– Kementerian Kesehatan RI, “Speech Delay pada Anak Jaman Now” https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/3925/speech-delay-pada-anak-jaman-now diakses 13 September 2026.



Segera Pesan Layanan Terapi Wicara untuk Hasil Terbaik!

Dapatkan layanan terapi wicara profesional untuk anak maupun dewasa. Bantu tingkatkan kemampuan komunikasi sejak dini.

 

Segera Pesan Layanan Terapi Wicara untuk Hasil Terbaik!

Dapatkan layanan terapi wicara profesional untuk anak maupun dewasa. Bantu tingkatkan kemampuan komunikasi sejak dini.

Layanan Kami

Konsultasi Gratis

Konsultasi via WhatsApp gratis untuk selamanya.

Earl Package

  • 6x Kunjungan
  • 45 – 60 Menit/Kunjungan
  • Menggunakan talk tools
  • Pesan Hari ini, bisa langsung datang

King Package

  • 8x Kunjungan
  • 45 – 60 Menit/Kunjungan
  • Menggunakan talk tools
  • Pesan Hari ini, bisa langsung datang

Emperor Package

  • 12x Kunjungan
  • 45 – 60 Menit/Kunjungan
  • Menggunakan talk tools
  • Pesan Hari ini, bisa langsung datang

Crown Package

  • 15x Kunjungan
  • 45 – 60 Menit/Kunjungan
  • Menggunakan talk tools
  • Pesan Hari ini, bisa langsung datang

Royal Package

  • 30x Kunjungan
  • 45 – 60 Menit/Kunjungan
  • Menggunakan talk tools
  • Pesan Hari ini, bisa langsung datang