Skip to main content

Jasa Terapi Wicara ke Rumah Profesional di Indonesia – Wicaraku

Header Wicaraku
Promo Terbaru Wicaraku × Playtopia sebesar Rp 150.000  Lihat Sekarang →

Ciri Anak Speech Delay per Usia dan Kapan Harus Diperiksa

Ditulis oleh Penulis Wicaraku

Seorang terapis sedang berbicara dengan anak speech delay

Banyak orang tua mencari tahu ciri anak speech delay setelah membandingkan anaknya dengan anak seusianya di keluarga atau lingkungan bermain. Kekhawatiran itu wajar, dan sebaiknya tidak buru-buru ditepis dengan anggapan “nanti juga bisa sendiri”.

Masalahnya, terlambat bicara tidak selalu berarti ada gangguan, dan sebaliknya, keterlambatan yang nyata sering luput karena dianggap normal. Artikel ini menguraikan tanda per kelompok usia mengacu pada panduan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), kapan anak perlu diperiksa, serta apa yang bisa dilakukan orang tua di rumah.

Apa Itu Speech Delay dan Seberapa Sering Terjadi?

Speech delay adalah keterlambatan kemampuan bicara dan bahasa dibandingkan tahapan perkembangan yang umum pada usia tertentu. Angkanya tidak kecil: sekitar 5–8% anak usia prasekolah mengalaminya, dan khusus di Jakarta tercatat sekitar 21%.

Ada dua hal berbeda yang sering disamakan. Bicara menyangkut kemampuan melafalkan bunyi dan kata, sedangkan bahasa menyangkut pemahaman dan kemampuan menyusun maksud. Seorang anak bisa saja memahami banyak hal tetapi sulit melafalkannya, atau sebaliknya. Perbedaan ini penting karena menentukan arah pemeriksaan.

Baca Juga: Apa Itu Speech Delay? Tanda, Penyebab, dan Penanganannya pada Anak

Ciri Anak Speech Delay Berdasarkan Kelompok Usia

Cara paling andal untuk menilai adalah membandingkan anak dengan tahapan perkembangan, bukan dengan anak tetangga. Berikut tahapan normalnya beserta tanda waspada di tiap rentang usia.

1. Usia 0–6 bulan

Bayi mulai mengeluarkan bunyi seperti “aah” atau “uuh” pada usia 2–3 bulan. Menjelang 6 bulan, ia merespons namanya dan mulai mengoceh suku kata berulang seperti “bababa” atau “mamama”.

Waspada bila: tidak menoleh ketika namanya dipanggil dari belakang, dan tidak muncul ocehan berulang sama sekali.

2. Usia 6–12 bulan

Pada 9–12 bulan, anak biasanya sudah mengucapkan “mama” atau “papa” dengan arti, menoleh saat dipanggil, dan memahami perintah sederhana. Ia juga mulai memakai isyarat: menunjuk, melambaikan tangan, atau merentangkan tangan minta digendong. Pada usia 12 bulan, anak umumnya sudah memahami sekitar 70 kata.

Waspada bila: belum menunjuk dengan jari pada usia 12 bulan, atau ekspresi wajahnya kurang hidup pada usia tersebut.

3. Usia 12–18 bulan

Anak mulai mengucapkan beberapa kata bermakna, mengangguk atau menggeleng untuk menjawab, serta menunjuk anggota tubuh yang disebutkan. Kosakatanya bertambah cepat: sekitar 3–6 kata pada usia 15 bulan, dan berkembang menjadi 5–50 kata pada usia 18 bulan.

Waspada bila: belum ada satu pun kata bermakna pada usia 16 bulan.

4. Usia 18–24 bulan

Ini masa ledakan bahasa. Anak mulai menyusun kalimat dua kata seperti “mama mandi” dan bisa mengikuti perintah dua langkah. Pada usia dua tahun, sekitar 50% ucapannya sudah dapat dimengerti orang lain di luar keluarga.

Waspada bila: belum ada kalimat dua kata yang dapat dimengerti pada usia 24 bulan.

5. Usia 2–3 tahun

Hampir semua kata yang diucapkan sudah dipahami orang lain. Anak menggunakan kalimat 2–3 kata, mulai bertanya, mengenal warna, dan menyebutkan kegunaan benda sehari-hari.

Perlu diperhatikan bila anak masih berkomunikasi dominan dengan isyarat atau tarikan tangan, bukan dengan kata.

6. Usia 3–5 tahun

Anak dapat menyebutkan nama, umur, dan jenis kelaminnya, serta memakai kalimat panjang lebih dari empat kata. Pada usia 4 tahun, bicaranya seharusnya sudah sepenuhnya dapat dimengerti orang lain.

Bila di usia ini orang asing masih kesulitan memahami ucapan anak, itu alasan yang cukup untuk melakukan pemeriksaan.

Tanda yang Perlu Diperiksa di Usia Berapa Pun

Di luar daftar per usia, ada satu pesan yang berlaku umum: bawa anak ke dokter jika ia menunjukkan kemunduran dalam kemampuan berbicara atau kemampuan sosialnya.

Kemunduran berbeda dari keterlambatan. Anak yang tadinya sudah bisa memanggil “mama” lalu berhenti, atau dulu suka menatap mata lalu menghindar, adalah situasi yang perlu penilaian segera, bukan ditunggu.

Perhatikan juga bila anak tampak tidak konsisten merespons suara. Gangguan pendengaran adalah salah satu penyebab keterlambatan bicara yang paling sering terlewat karena anak terlihat sehat dan aktif.

Terlambat Bicara Belum Tentu Speech Delay

Ini bagian yang perlu disampaikan secara jujur. Rentang perkembangan anak memang lebar, dan sebagian anak memang mulai bicara lebih lambat lalu mengejar ketertinggalannya.

Namun menunggu tanpa pemeriksaan juga bukan pilihan yang netral. Keterlambatan bicara dan bahasa yang tidak ditangani dapat menetap pada sekitar 40–60% anak, dengan risiko lebih tinggi mengalami masalah sosial, emosional, perilaku, dan kognitif di kemudian hari.

Jalan tengahnya sederhana: jika ada satu saja tanda waspada di atas, periksakan. Pemeriksaan yang ternyata menunjukkan hasil normal tetap berguna karena memberi kepastian.

Apa Saja Penyebab Keterlambatan Bicara?

Keterlambatan bicara dapat disebabkan oleh gangguan pendengaran, gangguan pada otak, autisme, atau gangguan pada organ mulut yang menyulitkan anak melafalkan kata. Menegakkan penyebabnya memerlukan pemeriksaan teliti, kadang dengan pendekatan multidisiplin oleh dokter anak, dokter THT, serta psikolog atau psikiater anak.

Kementerian Kesehatan RI mengelompokkan faktor risiko lainnya menjadi dua:

– Faktor medis: asfiksia saat lahir, riwayat kejang, dan kelainan orofaringeal.

– Faktor keluarga dan lingkungan: stimulasi yang tidak memadai, riwayat keluarga dengan keterlambatan bicara, serta lingkungan multibahasa.

Perlu ditegaskan, faktor risiko bukan penyebab pasti. Banyak anak dengan faktor risiko tetap berkembang normal, dan sebaliknya.

Screen Time dan Speech Delay: Apa yang Benar-benar Diketahui

Gadget hampir selalu disebut sebagai penyebab, tetapi klaim itu perlu ditempatkan secara proporsional. WHO dalam pedoman 2019 untuk anak di bawah lima tahun merekomendasikan tidak ada waktu layar untuk bayi di bawah 1 tahun, tidak dianjurkan untuk anak usia 1 tahun, dan maksimal satu jam per hari untuk usia 2 hingga 4 tahun, dengan catatan lebih sedikit lebih baik. Waktu tenang anak dianjurkan diisi kegiatan membaca dan bercerita bersama pengasuh.

Yang perlu dipahami, pedoman itu disusun terutama dalam konteks aktivitas fisik dan perilaku sedentari, bukan sebagai kesimpulan bahwa layar menyebabkan speech delay. Sebagian ahli bahkan menilai ambang waktu tersebut belum didukung bukti yang kuat.

Cara berpikir yang lebih berguna: masalah utamanya bukan layar itu sendiri, melainkan interaksi dua arah yang tergantikan. Anak belajar bicara dari percakapan bolak-balik, bukan dari mendengar suara satu arah.

Yang Bisa Orang Tua Lakukan di Rumah

Kosakata anak berbanding lurus dengan jumlah kata yang ia dengar pada masa kritis perkembangan bicaranya. Beberapa langkah yang dianjurkan:

1. Ajak bicara sepanjang hari. Ceritakan apa yang sedang Anda lakukan dan sebutkan nama benda di sekitar, bahkan sejak anak belum bisa menjawab.

2. Bacakan cerita rutin. Ajak anak menunjuk gambar dan menyebut namanya.

3. Beri jeda untuk menjawab. Tunggu beberapa detik setelah bertanya, jangan langsung diisi sendiri.

4. Jangan langsung menuruti isyarat. Saat anak menunjuk mainan, sebutkan namanya dan beri kesempatan ia menirukan.

5. Hindari ikut memakai bahasa bayi. Membiarkan atau malah menirukan pelafalan keliru karena dianggap lucu justru memperlambat perbaikan artikulasi.

6. Batasi waktu layar dan ganti dengan permainan yang melibatkan percakapan.

Langkah-langkah ini bersifat menstimulasi, bukan mengobati. Jika tanda waspada sudah muncul, stimulasi di rumah tetap perlu didampingi pemeriksaan profesional.

Kapan Anak Perlu Terapi Wicara?

Terapi wicara umumnya menjadi bagian dari tata laksana setelah penyebab keterlambatan dinilai oleh dokter. Penanganannya bergantung pada penyebab itu, dan biasanya melibatkan kerja sama antara dokter anak, dokter spesialis terkait, terapis wicara, dan orang tua. Artinya, terapis wicara bukan pengganti pemeriksaan dokter, melainkan pelaksana program setelah arah penanganannya jelas.

Wicaraku adalah layanan terapi wicara anak yang terapisnya datang langsung ke rumah. Format kunjungan rumah membantu pada dua hal yang sering jadi hambatan anak berlatih di lingkungan yang sudah ia kenal, dan orang tua bisa ikut menyaksikan sehingga latihan dapat dilanjutkan di luar sesi terapi. Jika Anda ingin menanyakan kesesuaian layanan untuk kondisi anak, konsultasi awal bisa dilakukan melalui WhatsApp Wicaraku.

Baca Juga: Terapi Wicara Anak Jakarta Barat untuk Speech Delay & Gangguan Bicara

FAQ

1. Apakah anak yang tumbuh dengan dua bahasa pasti terlambat bicara? Lingkungan multibahasa memang kerap disebut sebagai salah satu faktor risiko, tetapi bukan penyebab pasti. Banyak anak bilingual berkembang sesuai tahapan. Yang perlu diwaspadai tetap tanda per usia di atas, bukan sekadar jumlah bahasa yang didengar anak.

2. Perlukah tes pendengaran meskipun anak terlihat merespons suara? Sangat dianjurkan, karena gangguan pendengaran termasuk penyebab keterlambatan bicara dan gangguan derajat ringan sampai sedang sulit dikenali dari pengamatan sehari-hari. Dokter akan menentukan jenis pemeriksaan yang sesuai.

3. Siapa yang berwenang mendiagnosis speech delay? Diagnosis ditegakkan dokter, kadang melibatkan dokter THT dan psikolog atau psikiater anak. Terapis wicara berperan dalam asesmen kemampuan bicara dan menjalankan program terapi, bukan menentukan diagnosis medis.

4. Apakah video edukatif bisa menggantikan interaksi langsung? Tidak. WHO justru menganjurkan agar waktu tenang anak diisi kegiatan membaca dan bercerita bersama pengasuh. Nilai utamanya ada pada percakapan dua arah, yang tidak bisa diberikan oleh tayangan satu arah.

5. Apakah speech delay bisa membaik tanpa terapi? Sebagian anak memang mengejar ketertinggalan tanpa intervensi khusus. Namun karena keterlambatan yang tidak ditangani dapat menetap pada 40–60% anak, mengandalkan kemungkinan itu tanpa pemeriksaan bukan pilihan yang aman.

Ciri anak speech delay paling mudah dikenali dengan membandingkan kemampuan anak terhadap tahapan perkembangan usianya: belum ada ocehan pada bayi, belum menunjuk di usia 12 bulan, belum ada kata bermakna di usia 16 bulan, dan belum ada kalimat dua kata di usia 24 bulan.

Satu prinsip yang berlaku di semua usia: kemunduran kemampuan bicara atau sosial selalu perlu diperiksa, tanpa menunggu. Stimulasi di rumah tetap penting, tetapi kepastian hanya bisa diperoleh dari pemeriksaan profesional dan semakin dini dilakukan, semakin luas pilihan penanganannya.

Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan diagnosis maupun anjuran tenaga medis. Tahapan perkembangan yang disebutkan adalah rujukan umum, bukan alat diagnosis mandiri. Konsultasikan kondisi anak Anda dengan dokter anak atau terapis wicara sebelum menyimpulkan adanya keterlambatan maupun memulai program terapi.

Referensi: 

– Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), “Keterlambatan Bicara” https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/keterlambatan-bicara diakses 13 September 2026.

– World Health Organization, Guidelines on Physical Activity, Sedentary Behaviour and Sleep for Children under 5 Years of Age (2019) https://www.who.int/publications/i/item/9789241550536 diakses 13 September 2026.

– Kementerian Kesehatan RI, “Speech Delay pada Anak Jaman Now” https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/3925/speech-delay-pada-anak-jaman-now diakses 13 September 2026.


Segera Pesan Layanan Terapi Wicara untuk Hasil Terbaik!

Dapatkan layanan terapi wicara profesional untuk anak maupun dewasa. Bantu tingkatkan kemampuan komunikasi sejak dini.

 

Segera Pesan Layanan Terapi Wicara untuk Hasil Terbaik!

Dapatkan layanan terapi wicara profesional untuk anak maupun dewasa. Bantu tingkatkan kemampuan komunikasi sejak dini.

Layanan Kami

Konsultasi Gratis

Konsultasi via WhatsApp gratis untuk selamanya.

Earl Package

  • 6x Kunjungan
  • 45 – 60 Menit/Kunjungan
  • Menggunakan talk tools
  • Pesan Hari ini, bisa langsung datang

King Package

  • 8x Kunjungan
  • 45 – 60 Menit/Kunjungan
  • Menggunakan talk tools
  • Pesan Hari ini, bisa langsung datang

Emperor Package

  • 12x Kunjungan
  • 45 – 60 Menit/Kunjungan
  • Menggunakan talk tools
  • Pesan Hari ini, bisa langsung datang

Crown Package

  • 15x Kunjungan
  • 45 – 60 Menit/Kunjungan
  • Menggunakan talk tools
  • Pesan Hari ini, bisa langsung datang

Royal Package

  • 30x Kunjungan
  • 45 – 60 Menit/Kunjungan
  • Menggunakan talk tools
  • Pesan Hari ini, bisa langsung datang