Fluency Disorder, Gangguan Bicara yang Diwaspadai!

Wicaraku Writer

December 28, 2023

Wicaraku

Wicaraku Writer

December 28, 2023

Wicaraku

Bagikan Artikel

Fluency Disorder: Gangguan Bicara yang Patut Diwaspadai!

Pernahkah Anda mendengar seseorang yang tidak bisa berbicara dengan lancar? Orang-orang biasa menyebutnya dengan gagap. Nah, gejala semacam itu biasanya disebut sebagai Fluency Disorder. Namun, apakah sebenarnya Fluency Disorder itu dan apa saja gejala serta bagaimana cara mengatasinya? simak selengkapnya dengan membaca tulisan ini!

Pengertian Fluency Disorders

Gangguan kelancaran wicara merupakan gejala yang menimpa seseorang dan menyebabkannya terhambat dalam berkomunikasi. Ada dua jenis utama fluency disorders yaitu gagap dan berantakan. Tanda dan gejala gangguan kefasihan bervariasi dari orang ke orang. Seorang ahli patologi wicara-bahasa dapat mendiagnosis kondisi tersebut dan mengajari Anda cara untuk mengontrol ucapan Anda dengan lebih baik.

Kefasihan adalah alur bicara seseorang. Seseorang dikatakan fasih apabila berbicara secara terus menerus dan lancar. Gangguan kefasihan melibatkan interupsi kronis dan berulang pada aliran bicara. Gangguan kelancaran wicara dapat mempengaruhi siapa saja, tetapi mereka sering dimulai pada masa kanak-kanak. Mereka lebih sering terjadi pada anak-anak yang ditakdirkan laki-laki saat lahir daripada anak-anak yang ditakdirkan sebagai perempuan saat lahir.

Penyebab Fluency Disorders

Sampai saat ini, penyebab pasti penyakit ini belum ditemukan. Namun, jika mengidentifikasi berbagai macam organ yang berperan dalam proses berbicara, maka ada beberapa penyebab sebagai berikut. Pertama, gangguan pemrosesan pendengaran. Gangguan ini merujuk pada kemampuan telinga untuk menangkap frekuensi suara. Telinga seseorang yang mengalami fluency disorders cenderung lebih lemah daripada yang normal. Selain itu, penyebab lainnya adalah adanya terlalu banyak distraksi. Sebab yang satu ini terjadi pada otak dalam menerima informasi. Adanya terlalu banyak aktivitas membuat perhatian tidak bisa terfokuskan dan pada waktu yang bersamaan, akan ada miskonsepsi yang diucapkan. Selain itu, ada juga penyebab lainnya, yaitu spektrum autisme.

Tanda dan Gejala Fluency Disorders

Setelah mengetahui beberapa penyebab dari fluency disorders, yang selanjutnya perlu dan penting untuk diketahui adalah tanda dan gejala penyakit yang satu ini. Sebagaimana penyakit lainnya, gangguan kefasihan ini memiliki beberapa gejala. Ini dia beberapa gejala yang muncul pada orang yang terkena fluency disorders.

  • Jeda dalam Berbicara

Ketika seseorang berbicara, mereka pasti berharap bahwa pada saat berbicara, mereka tidak mengalami kendala suatu apapun. Nah, jeda dalam berbicara ini dapat menghambat seseorang yang sedang berbicara sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama dari biasanya ketika seseorang ingin menyampaikan pesan. Proses jeda ini biasanya disebut gagap.

  •  Suara Lebih Panjang

Gejala lainnya yang dialami oleh penderita penyakit ini adalah suara terdengar lebih panjang. Peristiwa semacam ini akan serupa seperti seseorang yang berbicara dengan terseret-seret. Kadang-kadang, gejala semacam ini sangat mengganggu keutuhan kata atau kalimat yang hendak disampaikan. Tidak jarang juga seseorang kesal dengan apa yang diucapkannya sendiri.

  • Pengulangan Bunyi

Kegiatan mengulang bunyi, baik berupa kata atau frasa, merupakan suatu tanda bahwa terjadi asinkron antara otak dan mulut. Dengan demikian, pesan yang akan disampaikan membutuhkan waktu yang lebih lama daripada biasanya.

  • Kecepatan dan Ritme Bicara yang Tidak Biasa

Pernahkah Anda mendengar orang yang tanpa sebab yang jelas berbicara dengan terbata-bata? Nah, mungkin Anda pernah melihat siaran televisi dan ada reporter yang sedang membawakan acara. Mereka biasanya menggunakan tempo yang cepat. Meskipun dengan tempo yang cepat, mereka tidak pernah atau jarang sekali mengucapkan kata yang salah. 

Berbeda dengan penderita fluency disorders. Seseorang dengan gejala ini akan mengalami salah ucap ketika berbicara dengan tempo yang cepat. Tempo yang cepat ini didorong secara alami dan bukan untuk kepentingan durasi atau semacamnya sebagaimana apa yang terjadi pada reporter.

Jenis Fluency Disorders

Secara umum, ada dua jenis utama gangguan kelancaran wicara: gagap dan berantakan. Jika Anda gagap, mungkin gejalanya akan terdengar seperti mencoba mengucapkan suku kata atau kata, tetapi tidak keluar. Namun, jika Anda berantakan, Anda dapat berbicara dengan cepat, menggabungkan kata atau memotong bagian kata dan terkadang tidak terdengar jelas secara utuh kata atau kalimat apa yang hendak diucapkan. Jenis pertama, gagap, lebih umum dialami oleh orang-orang daripada berantakan. Meskipun demikian, tidak dapat dinafikan akan ada orang dapat mengalami keduanya secara bersamaan.

Cara Mencegah Fluency Disorders

Gangguan organ bicara ini merupakan gejala yang dibawa sejak lahir. Sampai sekarang, para ilmuwan tidak tahu pasti penyebab gangguan kelancaran bicara ini. Dengan demikian, sampai saat ini, belum diketahui pasti bagaimana cara mencegah atau kiat-kiat menghindarkan seorang anak agar tidak mengalami gangguan wicara.

Cara Mengobati Fluency Disorders

Mengatasi gangguan kefasihan tidaklah mudah. Butuh proses panjang yang memerlukan pembiasaan. Pembiasaan ini tidak terjadi pada sekali tahap, namun juga berbagai macam tahapan. Tahapan-tahapan tersebut disebut terapi. Terapi dapat membantu proses pembiasaan organ mulut. Meskipun nantinya sudah terbiasa, tapi tanda dan gejala gangguan kelancaran dapat muncul kembali, terutama pada saat stres. Berikut ini beberapa tahapan yang bisa dilakukan untuk mengobati gejala fluency disorders.

  1. Mulailah dengan mengendalikan pernapasan Anda. Hal ini bertujuan meningkatkan kemampuan berbicara Anda.
  2. Setelah itu, lanjutkan dengan mempelajari cara menyisipkan jeda alami saat Anda berbicara. Perhatikan jeda yang dapat membantu Anda berpindah ke bagian kata atau kalimat berikutnya.
  3. Sebisa mungkin, kurangi distraksi dengan meminimalisasi perilaku lain yang berpotensi mengganggu kelancaran berbicara seperti batuk dan berkedip.
  4. Terapkan pikiran yang berpusat agar rasa stres dapat berkurang dan perasaan negatif terkait dapat dihilangkan
  5. Mulailah dengan berbicara pelan-pelan, memperlambat dan berkonsentrasi pada suara individu, suku kata per suku kata.
  6. Jika mulai terbiasa, bicaralah dengan lebih cepat
  7. Bicaralah dengan orang lain tentang bagaimana mereka dapat membantu Anda berkomunikasi dengan lebih baik. Misalnya dengan memberi Anda waktu untuk menyelesaikan kalimat
  8. Yang terakhir, gunakan kalimat yang lebih pendek dan lebih jelas agar tidak kesusahan.

Subscribe To Our Newslater

Get updates and learn from the best

Subscribe To Our Newslater

Get updates and learn from the best

Dampak Kesehatan Akibat Cegukan Terus, Ini Perlu Diketahui

Manfaat Terapi Wicara di Rumah untuk Kemajuan Pasien

Berapa Biaya Terapi Wicara Anak? Ini Panduan untuk Orang Tua

Do You Want To Boost Your Business?

Meningkatkan client yang membutuhkan layanan Fisioterapis di klinik Anda, anda bisa bekerja sama
dengan kami!

Layanan Kami

Konsultasi Gratis

Konsultasi via WhatsApp gratis untuk selamanya.

Earl Package

  • 6x Kunjungan
  • 45 – 60 Menit/Kunjungan
  • Menggunakan talk tools
  • Pesan Hari ini, bisa langsung datang

King Package

  • 8x Kunjungan
  • 45 – 60 Menit/Kunjungan
  • Menggunakan talk tools
  • Pesan Hari ini, bisa langsung datang

Emperor Package

  • 12x Kunjungan
  • 45 – 60 Menit/Kunjungan
  • Menggunakan talk tools
  • Pesan Hari ini, bisa langsung datang

Crown Package

  • 15x Kunjungan
  • 45 – 60 Menit/Kunjungan
  • Menggunakan talk tools
  • Pesan Hari ini, bisa langsung datang

Royal Package

  • 30x Kunjungan
  • 45 – 60 Menit/Kunjungan
  • Menggunakan talk tools
  • Pesan Hari ini, bisa langsung datang