Gangguan Bicara pada Anak, Atasi dengan Terapi Wicara

Wicaraku Writer

December 28, 2023

Wicaraku

Wicaraku Writer

December 28, 2023

Wicaraku

Bagikan Artikel

Orang tua harus waspada dengan gangguan bicara pada anak. Banyak orang tua yang terlambat mengetahui bahwa anaknya mengalami gangguan bicara sehingga jika dibiarkan terlalu lama bisa menganggu tumbuh kembang anak.Seiring bertambahnya usia, kemampuan anak untuk berbicara akan semakin meningkat. Akan tetapi beberapa anak yang mengalami gangguan bicara sehingga membuatnya terlambat.Jika mengalami hal seperti ini maka cara mengatasinya adalah dengan terapi wicara. Di bawah ini beberapa jenis gangguan bicara yang sering terjadi pada anak untuk Anda waspadai:

Jenis-jenis Gangguan Bicara pada Anak

Ada banyak jenis gangguan bicara yang bisa dialami oleh anak-anak. Beberapa di antaranya seperti di bawah ini:

1. Gangguan Kelancaran Bicara

Gangguan kelancaran bicara sering disebut juga dengan gagap. Kondisi ini membuat anak kerap mengulangi ucapan atau mengalami penghentian ketika akan mengucapkan huruf-huruf tertentu dari suku kata. Gangguan bicara seperti ini membutuhkan terapi wicara untuk mengatasinya.Penyebab pasti gagap pada anak sebenarnya belum diketahui secara pasti. Akan tetapi anak-anak yang memiliki keluarga gagap memiliki risiko 3 kali lebih tinggi untuk mengalami gangguan bicara tersebut.Anak dengan kondisi gagap biasanya tidak kesulitan menghasilkan suara yang sebenarnya. Akan tetapi stres dan kegugupan yang menjadi pemicu banyak kasus gagap. Jadi, saat anak tidak merasa cemas, kegagapan mungkin tidak memengaruhi ucapannya.

2. Ketidakjelasan Resonansi atau Suara

Ketidakjelasan resonansi atau suara adalah kondisi yang menyebabkan timbulnya rasa sakit atau sensasi tidak nyaman saat sedang berbicara. Kondisi ini biasanya membuat lawan bicara tidak bisa memahami perkataan anak Anda dengan jelas.

3. Gangguan Artikulasi

Gangguan bicara pada anak yang selanjutnya adalah gangguan artikulasi. Kondisi ini membuat anak kesulitan untuk mengucapkan suku kata tertentu atau menghasilkan suara dengan jelas sehingga membuat lawan bicara tidak bisa memahami perkataan anak.

4. Gangguan Fungsi Kognitif

Gangguan fungsi kognitif pada anak biasanya akan membuat anak kesulitan untuk memahami perkataan lawan bicara. Tidak hanya itu, kondisi ini juga bisa membuat mengalami gangguan daya pikir, ataupun tidak mampu mengekspresikan pikirannya dalam bahasa dengan baik.

5. Gangguan Kosakata

Gangguan kosakata bisa membuat anak kesulitan dalam membentuk kalimat atau menempatkan kata-kata dengan tepat ketika berbicara. Hal ini bisa menyebabkan anak kesulitan dalam mengekspresikan dirinya serta lawan bicara juga kesulitan untuk memahami maksud anak.

6. Mutisme

Mutisme adalah gangguan bicara pada anak yang membuatnya enggan untuk berbicara saat berada di tempat umum, padahal bisa berbicara dengan normal saat di rumah. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh gangguan cemas, malu, dan susah bersosialisasi dengan orang lain.

Gangguan Bicara pada Anak yang Perlu Diwaspadai

Selain beberapa jenis gangguan bicara seperti di atas, masih ada gangguan bicara lainnya yang bisa dialami oleh anak-anak dan perlu diwaspadai oleh orang tua diantaranya:

1. Disartria

Disartria merupakan kelainan pada sistem saraf, yang memengaruhi fungsi otot untuk berbicara. Kondisi ini biasanya ditandai dengan gejala suara serak, nada bicara yang monoton, berbicara terlalu cepat atau terlalu lambat.Tidak hanya itu, anak yang mengalami kondisi ini umumnya bicara cadel, tidak mampu bicara dengan volume yang keras, kesulitan dalam menggerakkan lidah dan otot-otot wajah, serta kesulitan untuk menelan.Anak yang mengidap kondisi ini mengalami kesulitan dalam mengontrol otot-otot bicara, karena bagian otak serta saraf yang mengontrol pergerakan otot tersebut tidak berfungsi dengan normal. Gangguan bicara pada anak ini bisa disebabkan oleh beberapa hal antara lain cedera kepala, tumor otak, infeksi otak, atau kelumpuhan otak.

2. Apraksia

Apraksia adalah gangguan saraf pada otak yang menyebabkan anak kesulitan dalam mengkoordinasi otot yang digunakan saat berbicara. Anak dengan kondisi ini biasanya kesulitan untuk berbicara meski mengetahui apa yang ingin diungkapkan.Apraksia dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti gangguan genetik dan metabolisme. Tidak hanya itu, ibu mengonsumsi alkohol atau obat terlarang saat sedang hamil juga bisa menyebabkan anak terlahir dengan kondisi Apraksia.Anak yang mengalami apraksia biasanya menunjukkan beberapa gejala seperti kurangnya ocehan ketika bayi, tampak kesulitan menggerakkan mulut untuk mengunyah, serta lebih sering menggunakan gerakan tubuh untuk berkomunikasi.

3. Fragile X Syndrome (FXS)

Fragile X Syndrome (FXS) merupakan kelainan genetik bawaan yang menjadi penyebab paling umum dari cacat intelektual bawaan pada anak laki-laki serta autism. Sindrom ini terjadi ketika ada mutasi gen FMRI dan merupakan kelainan bawaan.Gejala gangguan bicara pada anak dengan FXS, antara lain sering mengulang-ulang kata dan frasa. Tidak hanya itu, anak dengan sindrm ini juga memiliki kalimat yang berantakan dan mengalami kesulitan dengan pragmatik bicara.

Penyebab Gangguan Bicara pada Anak

Ada banyak factor yang bisa menjadi penyebab kenapa anak mengalami gangguan berbicara. Berikut ini beberapa penyebab gangguan bicara yang bisa dialami anak untuk Anda waspadai :

1. Masalah dengan mulut

Salah satu penyebab utama kenapa anak-anak bisa mengalami gangguan bicara adalah karena ada masalah dengan mulut, lidah, atau langit-langit. Dalam dunia medis, kondisi ini disebut ankyloglossia atau tongue-tie dimana terdapat selaput atau frenulum di bawah lidah. Anak dengan kondisi ini biasanya akan kesulitan menyebutkan huruf D,L,R,S,T,Z, dan th.

2. Gangguan bicara dan Bahasa

Anak usia 3 tahun tapi selalu menggunakan gerak tubuh atau berkomunikasi dengan non verbal, besar kemungkinan mengalami gangguan bicara dan Bahasa. Kondisi ini membuat anak bisa bicara tapi tidak bisa menyusunnya menjadi frase yang bisa dimengerti. Hal ini terjadi karena keterlambatan pematangan proses neurologis pusat yang menghasilkan ucapan.

3. Kehilangan pendengaran

Penyebab gangguan bicara pada anak yang selanjutnya adalah karena kehilangan pendengaran. Balita yang tidak bisa mendengar dengan baik biasanya juga akan sulit menyusun kata.Saat akan kesulitan mendengar, maka area otak terkait komunikasi tidak mampu berkembang dengan baik. Anak yang kehilangan pendengaran biasanya ditandai dengan anak merespons saat Ibu menggunakan gestur tubuh, tapi tidak saat memanggilnya.

4. Kurang stimulasi

Ketika anak belajar bicara harus sering terlibat dalam percakapan. Jika tidak ada yang mengajaknya bicara maka proses stimulasi bicara akan menjadi sulit. Maka dari itu, lingkungan sangat berpengaruh terhadap kemampuan anak dalam berbicara.

5. Autism spectrum disorder

Penderita autis lebih sering mengalami gangguan bicara. Kondisi ini biasanya ditandai dengan beberapa hal seperti mengulangi frasa dan bukan membuat baru, perilaku berulang, gangguan komunikasi verbal dan nonverbal, dan gangguan interaksi sosial.

6. Gangguan saraf

Anak yang mengalami gangguan saraf bisa menyebabkan mengalami gangguan bicara pada anak khususnya jika berkaitan dengan otot saraf untuk berbicara. Beberapa kondisi yang bisa terjadi karena gangguan saraf bicara ini antara lain cerebral palsy, muscular dystrophy, dan cedera otak traumatis.Anak yang mengalami gangguan bicara harus mendapatkan penanganan dengan terapi wicara. Bagi Anda yang ingin melakukan terapi wicara untuk mengatasi gangguan bicara pada anak, bisa hubungi Wicaraku di nomor +62 895-4151-54575.

Subscribe To Our Newslater

Get updates and learn from the best

Subscribe To Our Newslater

Get updates and learn from the best

Dampak Kesehatan Akibat Cegukan Terus, Ini Perlu Diketahui

Manfaat Terapi Wicara di Rumah untuk Kemajuan Pasien

Berapa Biaya Terapi Wicara Anak? Ini Panduan untuk Orang Tua

Do You Want To Boost Your Business?

Meningkatkan client yang membutuhkan layanan Fisioterapis di klinik Anda, anda bisa bekerja sama
dengan kami!

Layanan Kami

Konsultasi Gratis

Konsultasi via WhatsApp gratis untuk selamanya.

Earl Package

  • 6x Kunjungan
  • 45 – 60 Menit/Kunjungan
  • Menggunakan talk tools
  • Pesan Hari ini, bisa langsung datang

King Package

  • 8x Kunjungan
  • 45 – 60 Menit/Kunjungan
  • Menggunakan talk tools
  • Pesan Hari ini, bisa langsung datang

Emperor Package

  • 12x Kunjungan
  • 45 – 60 Menit/Kunjungan
  • Menggunakan talk tools
  • Pesan Hari ini, bisa langsung datang

Crown Package

  • 15x Kunjungan
  • 45 – 60 Menit/Kunjungan
  • Menggunakan talk tools
  • Pesan Hari ini, bisa langsung datang

Royal Package

  • 30x Kunjungan
  • 45 – 60 Menit/Kunjungan
  • Menggunakan talk tools
  • Pesan Hari ini, bisa langsung datang