Skip to main content

Wicaraku

Header Wicaraku
Promo Terbaru Wicaraku × Playtopia sebesar Rp 150.000  Lihat Sekarang →

Anak 2 Tahun Belum Bisa Bicara: Penyebab dan Solusi

Ditulis oleh Penulis Wicaraku

Anak 2 Tahun Belum Bisa Bicara Penyebab dan Solusi

Anak 2 tahun belum bisa bicara adalah salah satu hal yang paling sering membuat orang tua cemas. Teman temannya sudah memanggil nama dan menyusun dua kata, sementara si Kecil masih mengandalkan tunjuk, tarik tangan, dan tangisan. Rasa khawatir itu bertambah karena komentar kerabat yang menyuruh menunggu sampai anak lancar sendiri.

Kabar baiknya, kondisi ini bisa dikenali dan ditangani lebih awal. Usia dua tahun masih berada di masa otak si Kecil tumbuh pesat, sehingga stimulasi yang tepat pada periode ini memberi peluang terbaik. Yang Ayah dan Bunda perlukan adalah gambaran jelas tentang tahapan normal, penyebabnya, dan tanda yang menuntut pemeriksaan. Simak selengkapnya di bawah ini.

Mengenal Kondisi Anak 2 Tahun Belum Bisa Bicara

Kemampuan bahasa terbagi menjadi dua sisi, yaitu bahasa reseptif atau kemampuan memahami ucapan orang lain, dan bahasa ekspresif atau kemampuan menghasilkan ucapan. Keterlambatan bicara (speech delay) berarti kemampuan ekspresif si Kecil berada di bawah rentang usianya. Banyak anak 2 tahun belum bisa bicara, padahal pemahamannya sudah cukup baik dan hanya belum mampu mengeluarkannya.

Sebagai pembanding, American Speech Language Hearing Association menyebut anak usia 19 sampai 24 bulan umumnya sudah menggunakan dan memahami setidaknya 50 kosakata, mulai menggabungkan dua kata seperti “mau susu”, serta mampu mengikuti perintah dua tahap. Centers for Disease Control and Prevention mencantumkan patokan serupa, yaitu menyebut dua kata sekaligus dan menunjuk gambar dalam buku ketika diminta.

Patokan ini rambu bantu, bukan alat diagnosis. Setiap anak memiliki tempo sendiri, dan hanya pemeriksaan tenaga profesional yang dapat menyimpulkannya.

Penyebab Anak 2 Tahun Belum Bisa Bicara

Penyebab di bawah ini diurutkan dari yang paling sering ditemukan sampai yang perlu diwaspadai.

1. Stimulasi bicara yang masih kurang

Inilah penyebab yang paling sering dijumpai. Kementerian Kesehatan menyebut kurangnya komunikasi dan interaksi dengan orang tua serta lingkungan sebagai salah satu penyebabnya. IDAI menekankan bahwa anak perlu diajak mengobrol dengan kosakata sederhana setiap hari agar kemampuannya terasah.

2. Paparan gawai yang berlebihan

Gawai membuat si Kecil tenang, tetapi komunikasinya menjadi satu arah sehingga ia kehilangan kesempatan berlatih merespons. World Health Organization menganjurkan waktu layar pasif tidak lebih dari satu jam per hari pada usia dua tahun, dan lebih sedikit lebih baik.

3. Gangguan pendengaran

Penyebab ini perlu diwaspadai karena sering tidak disadari. Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa gangguan pendengaran membuat anak sulit memahami, meniru, lalu menggunakan bahasa. Si Kecil yang tidak menoleh saat dipanggil dari belakang atau hanya merespons ketika melihat wajah pembicara sebaiknya menjalani pemeriksaan pendengaran.

4. Gangguan pada otot dan saraf bicara

Keterlambatan juga dapat berakar pada gangguan otot bicara akibat masalah persarafan, sehingga pelafalan tidak terbentuk sempurna. Tandanya kerap berupa kesulitan menirukan bunyi sederhana meski si Kecil tampak ingin berbicara, dan kondisi ini menuntut asesmen terapis wicara.

5. Gangguan perkembangan yang lebih luas

Penyebab terakhir ini paling perlu diwaspadai. Keterlambatan bicara dapat menjadi bagian dari keterbatasan kognitif atau gangguan perkembangan pervasif, termasuk spektrum autisme. Petunjuknya biasanya tidak berdiri sendiri, misalnya kontak mata yang minim, kesulitan bermain bersama, atau tidak merespons namanya.

Kapan Anak 2 Tahun Belum Bisa Bicara Harus Segera Diperiksakan?

Layanan terapi wicara NHS di Inggris menyarankan rujukan pada usia dua tahun bila muncul tanda berikut. Bawa si Kecil ke dokter spesialis anak atau terapis wicara bila menemukan salah satunya.

– Belum berupaya mengucapkan satu kata pun.

– Belum menunjukkan pemahaman terhadap rutinitas yang biasa dijalani, seperti waktu mandi atau waktu tidur.

– Masih sangat bergantung pada isyarat tambahan berupa gestur, ekspresi wajah, atau tunjuk, untuk memahami nama benda sederhana.

– Tidak berinteraksi dengan orang dewasa yang dikenalnya.

– Tidak menoleh atau merespons ketika dipanggil dari arah yang tidak terlihat.

– Kemampuan bicara yang sudah dikuasai justru menghilang.

Memeriksakan si Kecil bukan berarti memberinya label, melainkan memastikan tidak ada hal yang terlewat.

Cara Membantu Anak 2 Tahun Belum Bisa Bicara di Rumah

Stimulasi harian dari orang merupakan modal terbesar si Kecil. Empat cara berikut aman dan dapat dimulai hari ini.

1. Ceritakan apa pun yang sedang terjadi

Sebutkan nama benda dan aktivitas saat mandi, makan, dan berpakaian, misalnya “ambil sabun” atau “pakai baju”. Gunakan kalimat pendek dan ulangi kosakata yang sama, karena pengulangan memudahkan si Kecil merekam bunyi.

2. Turunkan posisi tubuh dan beri waktu merespons

Duduk setara dengan pandangan si Kecil agar ia melihat gerak mulut Ayah dan Bunda. Setelah bertanya atau menamai benda, diamlah beberapa detik dan tunggu reaksinya, meski yang muncul baru berupa tunjuk atau bunyi.

3. Bacakan buku bergambar setiap hari

Pilih buku bergambar besar dengan sedikit tulisan, lalu minta si Kecil menunjuk gambar yang Ayah dan Bunda sebutkan. Kegiatan ini sekaligus melatih pemahaman dan kosakata.

4. Ganti waktu layar dengan permainan bersama

Kurangi waktu layar sesuai anjuran World Health Organization, lalu isi jeda itu dengan permainan yang menuntut pergantian peran, seperti menyusun balok atau bermain bola. Interaksi dua arah inilah yang melatih bicara.

Peran Terapi Wicara untuk Anak 2 Tahun Belum Bisa Bicara

Terapi wicara untuk anak 2 tahun belum bisa bicara dimulai dari asesmen awal. Terapis menilai bahasa reseptif dan ekspresif, kemampuan bermain, respons terhadap bunyi, serta kondisi organ bicara. Hasil asesmen inilah yang menentukan titik awal program.

Program kemudian disusun sesuai kebutuhan si Kecil. Anak yang pemahamannya baik namun belum mengeluarkan kata akan mendapat porsi berbeda dari anak yang masih kesulitan memahami perintah. Latihan terarah diberikan melalui permainan, mulai dari melatih kontak mata dan perhatian bersama, menirukan bunyi, sampai menggabungkan dua kata.

Keterlibatan Ayah dan Bunda menjadi kunci. Jam terapi hanya sebagian kecil dari waktu si Kecil, sehingga terapis membekali keluarga dengan cara stimulasi yang bisa dilanjutkan di rumah. Kecepatan kemajuan setiap anak berbeda, dan tidak ada terapi yang dapat menjanjikan hasil dalam tempo tertentu.

Atasi Anak 2 Tahun Belum Bisa Bicara Bersama Wicaraku

Kami menghadirkan terapis wicara ber STR langsung ke rumah Ayah dan Bunda, dengan satu sesi sekitar 45 sampai 60 menit, sehingga si Kecil berlatih di ruang yang sudah ia kenal dan Ayah dan Bunda dapat memantau prosesnya secara langsung. Hubungi Wicaraku melalui WhatsApp hari ini untuk konsultasi gratis.

FAQ Seputar Anak 2 Tahun Belum Bisa Bicara

Berikut pertanyaan yang paling sering diajukan Ayah dan Bunda kepada kami.

1. Apakah anak 2 tahun belum bisa bicara pasti mengalami keterlambatan?

Belum tentu, karena setiap anak memiliki tempo perkembangan sendiri. Namun anak yang belum berupaya mengucapkan satu kata pun di usia dua tahun termasuk tanda yang dianjurkan untuk diperiksakan, sehingga lebih aman dikonsultasikan.

2. Berapa kosakata yang seharusnya dikuasai anak usia dua tahun?

American Speech Language Hearing Association menyebut anak usia 19 sampai 24 bulan umumnya menggunakan dan memahami setidaknya 50 kosakata. Anak pada usia itu juga mulai menggabungkan dua kata, meski pelafalannya belum selalu jelas.

3. Apakah anak 2 tahun belum bisa bicara perlu menjalani tes pendengaran?

Pemeriksaan pendengaran termasuk langkah awal yang penting, karena gangguan pendengaran membuat anak sulit memahami lalu menggunakan bahasa. Mintalah rujukan pemeriksaan kepada dokter, terutama bila si Kecil tidak merespons panggilan dari arah yang tidak terlihat.

4. Apakah gawai membuat anak terlambat bicara?

Waktu layar yang berlebihan mengurangi kesempatan anak berlatih komunikasi dua arah. World Health Organization menganjurkan waktu layar pasif tidak lebih dari satu jam per hari pada usia dua tahun, dan IDAI mengingatkan agar pengasuhan tidak dilimpahkan kepada gawai.

5. Berapa lama terapi wicara perlu dijalani?

Lamanya berbeda pada setiap anak karena bergantung pada hasil asesmen, penyebab yang mendasari, dan konsistensi stimulasi di rumah. Terapis mengevaluasi kemajuan secara berkala tanpa menjanjikan hasil dalam jangka waktu tertentu.

Referensi:

– Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), “IDAI tekankan pentingnya stimulasi cegah anak terlambat bicara” https://gorontalo.antaranews.com/berita/271689/idai-tekankan-pentingnya-stimulasi-cegah-anak-terlambat-bicara

– Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), “Keterlambatan Bicara pada Anak Usia Dini” https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/3244/keterlambatan-bicara-pada-anak-usia-dini

– World Health Organization (WHO), Guidelines on physical activity, sedentary behaviour and sleep for children under 5 years of age (2019) https://www.who.int/news/item/24-04-2019-to-grow-up-healthy-children-need-to-sit-less-and-play-more

– American Speech Language Hearing Association (ASHA), “Communication Milestones: 19 to 24 Months” https://www.asha.org/public/developmental-milestones/communication-milestones-19-to-24-months/

– Centers for Disease Control and Prevention (CDC), “Milestone Checklist: Your Child at 2 Years” https://www.cdc.gov/ncbddd/actearly/milestones/checklist/2-Year-Checklist-form.html

– National Health Service (NHS), “When to be concerned about your child’s speech and language development” https://www.evelinalondon.nhs.uk/our-services/community/community-speech-and-language-therapy/when-to-be-concerned.aspx



Khawatir dengan Perkembangan Bicara Si Kecil?

Terapis wicara Wicaraku siap datang ke rumah untuk asesmen dan terapi yang nyaman bagi anak.

Pesan Sekarang

Layanan Kami

Konsultasi Gratis

Konsultasi via WhatsApp gratis untuk selamanya.

Earl Package

  • 6x Kunjungan
  • 45 – 60 Menit/Kunjungan
  • Menggunakan talk tools
  • Pesan Hari ini, bisa langsung datang

King Package

  • 8x Kunjungan
  • 45 – 60 Menit/Kunjungan
  • Menggunakan talk tools
  • Pesan Hari ini, bisa langsung datang

Emperor Package

  • 12x Kunjungan
  • 45 – 60 Menit/Kunjungan
  • Menggunakan talk tools
  • Pesan Hari ini, bisa langsung datang

Crown Package

  • 15x Kunjungan
  • 45 – 60 Menit/Kunjungan
  • Menggunakan talk tools
  • Pesan Hari ini, bisa langsung datang

Royal Package

  • 30x Kunjungan
  • 45 – 60 Menit/Kunjungan
  • Menggunakan talk tools
  • Pesan Hari ini, bisa langsung datang