Disleksia Gangguan Berbicara dan Menulis

Wicaraku Writer

March 23, 2024

Wicaraku

Wicaraku Writer

March 23, 2024

Wicaraku

Bagikan Artikel

Terapi wicara untuk disleksia mungkin masih sedikit dipahami dan diketahui oleh masyarakat Indonesia. Sebenarnya, disleksia ini telah mempengaruhi sebagian besar populasi manusia yang mana terdapat 20 persen orang dengan gangguan neuro kognitif tersebut.

Apabila anak Anda mengidap disleksia, maka diperlukan terapi wicara yang bisa mempengaruhi perkembangan bahasa sehingga akademis dapat terbantu. Untuk informasi lebih lanjut seputar terapi wicara di Wicaraku untuk penderita disleksia, bisa Anda ikuti ulasan lengkap dari kami disini.

Sekilas Tentang Gangguan Disleksia pada Anak

Sebelum mengenal penanganan terapi wicara untuk disleksia, ada baiknya Anda cari tahu seputar gangguan neuro kognitif satu ini. Disleksia sebenarnya adalah perbedaan pembelajaran yang bisa mempengaruhi individu dalam memproses bahasa, termasuk pula menulis, membaca hingga mengeja.

Walaupun disleksia ini berdampak pada keterampilan membaca, gangguan neuro kognitif tersebut ternyata bisa pula mempengaruhi perkembangan bahasa dan bicara manusia. Seorang terapis wicara dengan keahliannya akan memainkan peran penting dalam mendukung para penderita disleksia.

Disleksia ini tidak ada hubungannya dengan kecerdasan, namun bisa menggambarkan perbedaan neurologis yang mempengaruhi cara kerja otak dalam memproses informasi. Pengidapnya akan kesulitan dalam memproses finologis, yang melibatkan pengenalan dan juga manipulasi bunyi bahasa jadi penting menggunakan terapi wicara untuk disleksia.

Kenali Gejala dan Tanda-Tanda Gangguan Disleksia pada Anak

Disleksia adalah gangguan belajar yang bisa mempengaruhi kemampuan anak dalam proses membaca, mengeja hingga menulis. Hal tersebut kadang tampak semasa anak-anak hingga mereka belajar membaca maupun menulis. Lalu, ada beberapa gejala dan tanda dari gangguan disleksia yang perlu Anda ketahui, antara lain:

  1. Kesulitan untuk membaca

Bila Anda menjumpai anak yang mengalami kesulitan membaca, merasa sulit mengenali huruf, mengasosiasikannya dengan suara hingga mengkombinasikan untuk membentuk kata dan kosakata.

  1. Masalah saat mengeja kata

Anak-anak yang mengalami gangguan disleksia ini kerap kali mengalami kesulitan dalam mengeja sehingga membuat mereka secara terus-menerus salah saat mengeja kata, bahkan kata yang sudah pernah dilihat dan diucapkan sebelumnya.

  1. Lambat dalam membaca

Anak pengidap disleksia akan menunjukkan gejala dengan lambatnya membaca dibandingkan teman sebaya. Mereka pun justru mengalami kesulitan mempertahankan ritme membaca yang stabil serta membutuhkan banyak waktu dalam memecahkan kata-kata jadi di sini peran terapi wicara untuk disleksia sangat dibutuhkan.

  1. Kesulitan dalam memahami bunyi pada kata

Anak akan mengalami kesulitan dalam memahami bunyi pada kata-kata. Mereka yang menderita disleksia pun akan kesulitan dalam mengenali dan memahami bunyi-bunyi tertentu yang ada di dalam kata-kata.

  1. Menghindari membaca dan menulis

Anak yang menderita disleksia kerap kali memberikan respons negatif pada kegiatan membaca dan menulis. Mereka pun biasanya lebih memilih untuk menghindari berbagai tugas membaca dan menulis serta menunjukkan kecemasan hingga frustasi.

  1. Faktor genetik

Disleksia ternyata bisa disebabkan oleh faktor genetik sehingga jika Anda ada riwayat keluarga dengan disleksia, maka semakin tinggi pula risiko anak untuk pengidap gangguan serupa. Sangat penting juga memperhatikan hal tersebut supaya anak-anak bisa dipahami dari gejala dan tanda yang muncul.

  1. Tulisan tangan yang sulit dibaca

Gejala yang ditunjukkan oleh mereka yang menderita disleksia ini ialah dengan tulisan tangan yang cenderung berantakan dan juga sulit dibaca. Mereka akan mengalami kesulitan saat membentuk huruf secara benar serta kesulitan pula mengatur jarak antar kata pada huruf tersebut.

Peran Penting dan Mendasar pada Terapi Wicara untuk Disleksia

Terapi wicara untuk disleksia adalah bagian dari pendekatan komprehensif pada para penderita. Walaupun terapi wicara ini tidak bisa menyembuhkan para pengidap disleksia, namun terapi tersebut dapat mengatasi secara spesifik masalah bahasa serta meningkatkan keterampilan komunikasi anak.

  1. Kesadaran fonologis memahami bunyi-bunyi kata

Kesadaran fonologis atau memahami bunyi-bunyi yang menyusun kata dan bahasa. Saat anak mulai belajar membaca, maka penting sekali bagi mereka dalam membuat hubungan antara bunyi dengan tiap huruf serta kombinasi huruf supaya menghasilkan kata-kata yang dapat diucapkan.

Hal ini biasanya dikenal dengan decoding dan jadi cara anak untuk belajar membaca. Pada akhirnya, kata-kata berfrekuensi tinggi jadi lebih familiar dan membaca pun bisa dilakukan oleh anak-anak penderita disleksia.

Ketika seseorang sudah mempelajari banyak kata dan memperluas kosa kata, maka otak akan mengembangkan pengetahuan seputar aturan kombinasi vokal dan fonem yang biasanya ada dalam bahasa. Terapi wicara untuk disleksia pun akan membangun pemabahan anak dalam permainan bahasa dengan bernyanyi, irama dan lain sebagainya.

  1. Suara dan ucapan kata

Terapi wicara untuk disleksia untuk anak yang mengalami kesulitan dengan bunyi dan suara sehingga kesulitan dalam kesadaran fonologis pun dapat memahami tiap bunyi yang ada.

Pola bicara anak pun perlu diperhatikan pula, semua bunyi yang panjang bisa digantikan, bisa pula diganti dengan bunyi yang lebih pendek saja.

Anak dengan gangguan disleksia akan mengalami satu pola kesalahan bunyi ataupun beberapa pola sekaligus, yang bisa membuat ucapannya terasa begitu sulit untuk dipahami. Nantinya, terapi wicara untuk disleksia akan membantu anak lebih memahami suara dan bunyi yang menciptakan bahasa dan kata.

  1. Memahami kesulitan dalam menemukan kata

Untuk memudahkan penderita disleksia menyimpan bahasa di otak, maka akan mengalami perasaan selayaknya kata berada di ujung lidah namun sulit dipikirkan. Salah satu gejala yang ditemukan berupa cara menyimpan kata untuk bisa diambil dari leksikon mental melalui bunyi awal kata.

Artinya otak dapat memilih kata lain yang dimulai dengan huruf sama. Kesulitan dalam menemukan kata yang tidak sama dengan mengetahui kosa kata milik penderita disleksia.

Terapi wicara untuk disleksia baka membuat anak yang mengalami kesulitan dibantu menggunakan strategi supaya mereka terbantu dalam mengingat kembali kata-kata yang sudah pernah diucapkan dengan kategori tertentu.

  1. Kinerja memori otak

Waktu pemrosesan kinerja memori otak bagi penderita disleksia ini akan membutuhkan durasi yang relatif lebih lama. Mereka yang menderita disleksia pun memerlukan waktu pemrosesan yang cenderung lebih lama serta pengulangan bahasa lisan yang jauh lebih banyak supaya bisa belajar dan terbiasa.

Mereka yang menderita disleksia pun akan mengalami kesulitan mengingat jangka pendek atau short term memory sehingga akan lebih sulit lagi dalam mengingat dan mengulang informasi yang diucapkan.

Sebagai contoh, penderita disleksia yang dimintai mengulangi sesuatu yang baru saja mereka katakan, maka tidak bisa menemukan kembali kata-kata tersebut. Walaupun mereka ini lebih mendengarkan dan memusatkan perhatian.

Semakin sering kata diulangi, maka akan lebih mudah pula anak mengingat kata tersebut. Kesulitan mengingat informasi lisan tersebut jadi alasan mengapa mereka akan cenderung lebih sulit dalam mempelajari bahasa lainnya sehingga dibutuhkan terapi wicara.

Saat ini, Wicaraku sudah menyediakan program khusus menangani anak-anak dengan gangguan neuro kognitif. Terapi wicara untuk disleksia pun bisa membantu untuk memudahkan para penderita lebih memahami kata-kata sehingga lancar membaca dan juga berkomunikasi dengan sesama.

Subscribe To Our Newslater

Get updates and learn from the best

Subscribe To Our Newslater

Get updates and learn from the best

Kondisi Sulit Berbicara Disartria, Kenali Jenis dan Terapinya

Anak Terlambat Bicara dan Kecerdasannya, Apa Lebih Istimewa?

Kenali Tanda Anak Speech Delay yang Sering Diabaikan

Do You Want To Boost Your Business?

Meningkatkan client yang membutuhkan layanan Fisioterapis di klinik Anda, anda bisa bekerja sama
dengan kami!

Layanan Kami

Konsultasi Gratis

Konsultasi via WhatsApp gratis untuk selamanya.

Earl Package

  • 6x Kunjungan
  • 45 – 60 Menit/Kunjungan
  • Menggunakan talk tools
  • Pesan Hari ini, bisa langsung datang

King Package

  • 8x Kunjungan
  • 45 – 60 Menit/Kunjungan
  • Menggunakan talk tools
  • Pesan Hari ini, bisa langsung datang

Emperor Package

  • 12x Kunjungan
  • 45 – 60 Menit/Kunjungan
  • Menggunakan talk tools
  • Pesan Hari ini, bisa langsung datang

Crown Package

  • 15x Kunjungan
  • 45 – 60 Menit/Kunjungan
  • Menggunakan talk tools
  • Pesan Hari ini, bisa langsung datang

Royal Package

  • 30x Kunjungan
  • 45 – 60 Menit/Kunjungan
  • Menggunakan talk tools
  • Pesan Hari ini, bisa langsung datang